Rabu, 18 Oktober 2017   |   Khamis, 27 Muharam 1439 H
Pengunjung Online : 3.113
Hari ini : 27.728
Kemarin : 29.523
Minggu kemarin : 157.490
Bulan kemarin : 7.753.475
Anda pengunjung ke 103.482.668
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sejarah Melayu

Prasasti Dharmamasraya

a:3:{s:3:

Prasasti ini dipahat pada alas arca Amoghapāśa yang ditemukan di Padangroco, dekat sungai Langsat, Kabupaten Sawahlunto, Sumatera Barat, Indnesia. Ditemukan pada tahun 1911 (NBG 1911: 129, 20).

Prasastinya dipahat dengan huruf Jawa Kuno, bahasanya Melayu Kuno dan Sansekerta. Dipahat dalam 4 baris tulisan pada ketiga sisi alas arca. Prasasti ini telah ditranskripsikan dan dibahas oleh N.J. Krom (1912, 1916, J.L. Moens (1924), dan R.Pitono (1966).

Isi prasasti menyebutkan bahwa pada tahun 1208 Śaka, sebuah arca Amoghapāśa dengan keempat belas pengiringnya dan saptaratna, dibawa dari Bhūmi Jawa ke Swarnnabhūmi untuk ditempatkan di Dharmasraya sebagai milik Śrī Wiśwarūpakumāra, yang diperintahkan oleh Śrī Mahārājādhirāja Kertanagara. Sebagai pengiring/pengawal arca tersebut ialah Rakryān Mahāmantri Dyah Adwayabrama, Rakryān Sirikan Dyah Sugatabrahma, Sangat Payānan Han Dipangkaradāsa, dan Rakryān Dmun Pu Wira. Seluruh rakyat Melayu dari empat kasta menyambutnya dengan penuh suka cita, terutama rajanya, Śrīmat Tribhūwanarāja Mauliwarmmadewa.

Berdasarkan uraian dalam prasasti tersebut, alas arca ini merupakan alas dari arca Amoghapāśa, yang ditemukan di Rambahan (Bernet Kempers, 1959: 88). Alas arca dan arcanya sekarang disimpan di Museum Nasional, Jakarta, dengan nomor Inventaris D. 198.6469.

 

Sumber :

Hasan Djafar. 1992. Prasasti-Prasasti Masa Kerajaan Melayu Kuno dan Beberapa Permasalahannya. dalam Seminar Sejarah Melayu Kuno Jambi, 7-8 Desember 1992. Jambi: Pemerintah Daerah Tingkat I Jambi.

Dibaca : 7.524 kali.

Komentar untuk "prasasti dharmamasraya"

12 May 2010. wajidi
tokoh melayu kalsel yang masih hidup: anang ardiansyah (pencipta lagu), adjim arijadi (tokoh drama), A.W. Syarbaini (seniman wayang), John Tralala (pemadihin), dsb

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password