Prasasti Pagarruyung IV
Prasasti ini berasal dari Gudam, kemudian dibawa ke Pagaruyung. Terdiri atas 13 baris tulisan. Prasasti Pagaruyung IV dipahatkan pada batu andesit hitam yang keadaaan tulisannya sudah sangat aus dan pahatannya sudah hilang. Prasasti ini berukuran panjang (tinggi) 1 m, lebar 66 cm, dan tebal 15 cm. Pada bagian atas tulisan terdapat hiasan seperti pada prasasti Pagaruyung II, prasasti Saruaso I, dan prasasti Rambatan berupa lambang kala stiliran yang mungkin merupakan simbol Raja Adityawarmman.
Baris 1 sampai dengan 8 tulisannya sudah sangat aus, sehingga tidak dapat terbaca lagi. Sedangkan mulai dari baris ke 9 tulisannya dapat sedikit dibaca, tapi kabur dan belum menemukan arti keseluruhan isi prasasti.
Pada dasarnya prasasti ini juga menggunakan huruf Jawa Kuna dan bahasa Sanskrta serta berasal dari masa Adityawarman. Hal ini dapat dibuktikan karena pada baris ke-13 disebutkan nama Adityawarman.
Hal lain yang penting dicatat adalah kata Sarawasa dalam baris ke-9. Kata yang hampir sama dapat dijumpai dalam prasasti Saruaso I dengan sebutan Surawasawan, dan kemudian berubah menjadi Saruaso, nama sebuah desa di Kecamatan Tanjung Emas. Apabila pembacaan ini benar, maka sarawasa atau surawasa merupakan sebuah tempat/daerah yang mempunyai nilai penting pada masa Adityawarman. Bahkan J.G. de Casparis (ahli prasasti dari Belanda) sampai pada kesimpulan bahwa ibukota kerajaan Adityawarman berada di sekitar Desa Saruaso yang sekarang. (MAM/sej/04/12-07)
Kredit foto : Koleksi Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu Dibaca : 8.585 kali.
Komentar untuk "prasasti pagarruyung iv"
11 Nov 2013.
yusron amri
Alhamdulillah ... jadi pingin daerah saya punya raja juga |
Berikan komentar anda :