Prasasti Pagarruyung VI
Prasasti Pagaruyung VI berasal dari Kapal Bukit Gombak, kemudian dibawa ke Pagaruyung. Tulisan digoreskan pada batu andesit cokelat kekuningan nonartifisial. Tulisan prasasti dalam huruf Jawa Kuna dan bahasa Jawa Kuna tersebut hanya terdiri dari 2 (dua) baris tulisan, sehingga dibanding dengan bentuk dan ukuran batunya sangat tidak proporsional.
Transkripsi:
om. pagunnira tumanggung kudawira
Terjemahan:
Bahagia. Atas hasil kerja Tumanggung Kudawira.
Prasasti di atas mengandung makna bahwa prasasti itu merupakan hasil usaha dari Tumanggung Kudawira, atau dalam lain kata prasasti PR VI merupakan stempel atau cap pembuatan bagi Tumanggung Kudawira. Jabatan Tumanggung merupakan jabatan yang lazim dipakai dalam pemerintahan, khususnya pada masa Singasari dan Majapahit. Sedangkan nama Kudawira berarti Kuda yang gagah perwira. Dari catatan sejarah tentang ekspedisi Pamalayu yang dijalankan Kertanegara dari Singasari, dapat diperkirakan bahwa Kudawira ini merpakan tumanggung Kerajaan Singasari yang ikut dalam ekspedisi tersebut. Dengan demikian prasasti PR VI ditulis jauh sebelum Adityawarman menjadi raja, karena Adityawarman merupakan anak yang lahir dari ibu (Dara Petak) yang dibawa oleh pasukan Singasari dari Malayu ke Jawa. Prasasti ini ditulis dalam huruf dan bahasa Jawa Kuna, yang menunjukkan penulisnya adalah orang Jawa (Kuna). (MAM/sej/06/12-07)
Kredit foto : Koleksi Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu
Dibaca : 7.564 kali.
Komentar untuk "prasasti pagarruyung vi"
24 Nov 2013.
abdullah
baru tahu kalo beliau adalah salah satu tokoh melayu jambi,boleh tahu pemikiran atau catatan beliau atau apa saja tentang melayu jambi,atau pernah gak beliau dilibatkan dalam kegiatan - kegiatan atau aktifitas tentang pelestarian melayu di jambi????
terima kasih |
Berikan komentar anda :