Kamis, 27 April 2017   |   Jum'ah, 30 Rajab 1438 H
Pengunjung Online : 3.767
Hari ini : 22.823
Kemarin : 60.590
Minggu kemarin : 401.091
Bulan kemarin : 5.093.107
Anda pengunjung ke 102.222.965
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sejarah Melayu

Prasasti Pagarruyung VII

a:3:{s:3:

Prasasti Pagaruyung VII berupa fragmen yang terdiri atas 16 baris tulisan yang berasal dari abad 13. Prasasti ini berasal dari Gudam, yang kemudian dibawa ke Pagaruyung. Tulisan digoreskan pada batu andesit abu-abu berukuran tinggi 82 cm, lebar 50 cm, dan tebal 10 cm.

Transkripsi menurut Machi Suhadi:

  1. … ddha raja pra…
  2. …punarapi yawat madana pra…
  3. …rajadhiraja srimat sri akarendra(wa)
  4. …rmma maharajadhiraja lagi tida bata(ng?)…
  5. ...na batanna mwah banwa trampa tpuk da...
  6. ...naga ri pramuta(ka?) tuhannac pi...
  7. ...mangaban tuhan parpatih sa...y
  8. ...muliha tida ba...nta tan şu...
  9. ...tumpa ri ba...ra kani...
  10. ...hanni pahayangani ta madama/na?
  11. ...tuha ...ma... punarapi yang mangmang...
  12. ...satyah haduta sri maharajadhi...
  13. ...raja tuhanni gha sri rata sri...
  14. ...matu datu hananning...
  15. ...tuhan parpatih tudang, mamang mamamwa...
  16. …sumpah sanda hanut waya…

Terjemahan (sementara):

  1. …raja…
  2. …yang senantiasa beramal (dalam jumlah) besar
  3. …(adalah) Raja segala raja yang mulia Sri Akarendrawarman
  4. …penguasa para raja yang dahulu ditaklukkan dan dikalahkan…
  5. …dengan perahu bambu…
  6. …yang di depan (terutama adalah) tuhan (pemimpin)
  7. …yang memberi aba-aba? adalah Tuhan Perpatih (nama Jabatan)
  8. …ditarik supaya kembali…
  9. …disusun di…
  10. …(yang selalu) mengadakan pertemuan dengan rasa kasih…
  11. …tetua… yang bersumpah
  12. …setya menjadi utusan Sri Maharajadhi…
  13. …raja (yaitu) tuhan Gha sri rata(dunia) sri...
  14. ...datu (ratu) yang berada di...
  15. ...tuhan parpatih (bernama) Tudang, bersumpah apabila…
  16. …disumpah (apabila sedang) bersandar (pada pohon di tepi sungai) akan dibunuh (dismabar) buaya...   

Prasasti ini tanpa tahun, hanya menyebutkan Sri Akarendrawarman sebagai Maharajadhiraja. Pemakaian nama Warman menunjukkan Sri Akarendrawarman ada hubungan darah dengan Adityawarman. Beberapa ahli sejarah menyebutnya sebagai saudara Adityawarman, dan karena gelarnya Maharajadhiraja tentunya ia sudah menjadi raja saat mengeluarkan prasasti tersebut, mungkin sesudah Adityawarman turun tahta.

Isi prasasti hanya menyebutkan nama tuhan parpatih bernama Tudang dan Tuhan Gha Sri Rata. Kedua orang tersebut merupakan pembantu raja yang setia dan patuh. Prasasti ini ditulis dalam huruf dan bahasa Jawa Kuna, yang menunjukkan pengaruh Adityawarman dengan bahasa Sanskerta dan Melayu semakin berkurang dalam masa pemerintahan berikutnya.

Hal lain dari isi prasasti ini adalah jabatan Tuhan Parpatih dan Tuhan Gha. Jabatan Tuhan Parpatih tampaknya sama dengan jabatan Tuhan Patih di dalam pemerintahan kerajaan Majapahit, sedangkan Tuhan Gha belum dapat diidentifikasikan lebih lanjut. Sebutan tuhan pada dasarnya menunjukkan pada sebutan pemimpin dalam suatu kelompok tugas/kerja. Kedudukan tuhan tersebut sama dengan juru, yang juga berarti pimpinan. Sedangkan patih termasuk pejabat desa yang tergolong dalam istilah rama atau tetua desa. Pada masa Majapahit, kedudukan patih naik menjadi pembantu dekat raja.

Jabatan yang semula bernama tuhan patih berubah menjadi tuhan parpatih menurut dialek Minangkabau, yaitu tokoh yang populer dan dianggap tokoh adat Minangkabau, yaitu Datuk Parpatih nan Sabatang. (MAM/sej/07/12-07)

Kredit foto : Koleksi Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu

Dibaca : 7.094 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password