Jumat, 21 November 2014   |   Sabtu, 28 Muharam 1436 H
Pengunjung Online : 1.450
Hari ini : 9.579
Kemarin : 21.623
Minggu kemarin : 138.468
Bulan kemarin : 718.966
Anda pengunjung ke 97.365.522
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sejarah Melayu

Masjid Kuno Bayan, Lombok

a:3:{s:3:

1. Sejarah Pembangunan

Menurut sumber tempatan, Masjid Bayan dibangun sekitar abad ke-16 M. Ceritanya, Sunan Giri dari Gresik datang menyebarkan agama Islam ke pulau Lombok. Ketika sampai di desa Bayani, Sunan diterima oleh Raja Bayan yang bergelar Datu Bayan, kemudian Sunan diberi sebidang tanah oleh Datu Bayan untuk mendirikan masjid. Tak ada kejelasan, apakah masjid ini dibangun langsung oleh Sunan Giri, atau oleh tokoh lain yang datang kemudian menggantikan posisinya.

Menurut sumber lain, yang menyebarkan Islam ke tanah Lombok adalah Sunan Prapen, bukan Sunan Giri. Sunan Prapen dikenal juga dengan nama Pangeran Senopati, dan merupakan cucu Sunan Giri. Jika data sejarah ini yang benar, maka Masjid Bayan jelas tidak mungkin dibangun oleh Sunan Giri. Memang ada perbedaan data sejarah, tapi semuanya sepakat bahwa masjid ini telah berusia sangat tua.

Di halaman masjid, terdapat dua pohon beringin yang besar dan rindang. Selain itu, juga terdapat beberapa cungkup makam. Tercatat beberapa nama di makam tersebut, antara lain: Pawelangan, Titi Mas Puluh, Sasaid dan Karem Saleh. Mereka adalah tokoh-tokoh yang menyebarkan Islam di pulau Lombok.

Dalam kehidupan sehari-hari, masjid tua ini tampak sepi, sebab tidak difungsikan sebagai tempat ibadah, kecuali pada hari-hari tertentu, seperti Maulud Nabi, shalat tarawih dan shalat ‘ied.

Masyarakat di sekitar masjid masih menganut ajaran wetu telu, yang memang sangat berbeda dengan ajaran Islam yang dianut oleh sebagian besar kaum muslim di Indonesia. Ada yang mengatakan bahwa, wetu telu muncul dan berkembang akibat belum sempurnanya proses Islamisasi di tanah Lombok.

Di antara perbedaan pemahaman antara versi wetu telu dengan pemahaman kaum Muslim secara umum adalah: pengikut wetu telu puasa hanya pada tiga hari pertama dan terakhir bulan Ramadhan, bukan sepanjang Ramadhan; mereka merayakan idul fitri pada tiga Syawal, bukan satu Syawal; dan merayakan Maulud Nabi dengan pesta Perisaian, yaitu mabuk-mabukan, padahal ini secara jelas tidak dibenarkan dalam ajaran Islam.

Hingga saat ini, konstruksi masjid masih orisinal, walaupun telah direnovasi, sebab, proses renovasi tidak mengubah bentuk aslinya. Bahkan, masjid ini juga belum diterangi lampu listrik. Jika ada acara keagamaan, masyarakat hanya menggunakan batang bambu yang dilingkari lilitan buah jarak dan kapas, kemudian dinyalakan. Masyarakat tempatan menyebutnya dila lilit  jojor.

2. Lokasi

Masjid ini terletak di desa Bayan, Lombok Utara, sekitar 87 kilometer dari Mataram, ibukota Propinsi Nusa Tenggara Barat. Desa Bayan hanya berjarak beberapa kilometer dari pantai, dan juga berdekatan dengan Gunung Rinjani. Lokasinya berada di puncak sebuah bukit kecil, dengan ketinggian sekitar 355 meter dari permukaan laut.

3. Luas

Masjd ini berukuran 9x9 meter, berdiri di atas sebidang tanah seluas 1,5 hektar.

4. Arsitektur

Arsitektur Masjid Bayan menunjukkan adanya percampuran Hindu-Bali dengan Islam-Jawa. Denah masjid berbentuk bujur sangkar. Pada tengah bangunan, terdapat empat kolom (tiang) kayu yang tidak berbeda dengan konstruksi soko guru dalam arsitektur Jawa. Ini menunjukkan adanya pengaruh Jawa dalam arsitektur Masjid Bayan.

Walaupun arsitektur masjid menunjukkan adanya pengaruh arsitektur joglo Jawa, namun, terdapat  dua perbedaan yang paling mendasar: Pertama, pada arsitektur Jawa tipe tajug, atapnya terdiri dari tiga lapis, sementara Masjid Bayan hanya dua lapis; kedua, Pada model joglo, lapisan atas yang disebut brunjung, kemiringannya lebih tajam dibanding lapisan bawah yang disebut penanggap, sementara pada masjid ini, keadaanya terbalik, penanggap lebih tajam daripada brunjung. Sementara pengaruh arsitektur Bali tampak dari bentuk atap, dengan kemiringan yang tidak setajam model joglo di Jawa.

Muatan arsitektur lokal bisa dilihat dari ukuran dinding yang sangat pendek, hanya 1,5 meter, lebih rendah dari ukuran tinggi normal orang Indonesia. Ukuran pintu sama tingginya dengan dinding, karena itu, seorang dewasa yang masuk ke masjid harus menundukkan kepala.

Ukuran dinding dan pintu yang rendah ini, sama dengan dinding dan pintu pada rumah tradisional orang Bayan dan Lombok. Masjid Bayan tidak memiliki jendela, dan pintunya hanya satu. Model ini mengikuti prinsip hidup orang Lombok dalam membangun rumah. Menurut mereka, pintu tunggal merupakan simbol dari ‘pintu kehidupan’ yang juga tunggal.

Bahan konstruksi bangunan tidak berbeda dengan bahan bangunan yang dipakai di Lombok: kolom dari kayu, dinding dari anyaman bambu, atap dari belahan bambu (orang tempatan menyebutnya santek), pagar dari bambu dan lantai dari tanah yang dipadatkan. Pembangunan masjid ini menggunakan pasak yang terbuat dari kayu.

5. Perencana

Sebagaimana telah diterangkan di atas, belum diketahui secara pasti siapa perencana masjid ini.

6. Renovasi

Mengingat usianya yang sudah begitu tua, dan bahan bangunan yang tidak tahan lama, tentulah masjid tua ini telah pernah direnovasi. Menurut masyarakat setempat, bahan bangunan yang masih asli hanyalah soko guru (empat tiang) dalam masjid, selain itu, sudah diganti dengan bahan baru tanpa mengubah bentuk dan arsitektur masjid.

Pada awal 1993, Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat juga merenovasi masjid ini, namun, renovasi itu tetap tidak mengubah bentuk asli masjid. Hingga saat ini, lantai tetap dari tanah dan penerangan dari bambu, bukan listrik.

Dibaca : 13.037 kali.

Komentar untuk "masjid kuno bayan lombok"

02 Jul 2011. Mangara Ambarita
abang" abg aku g bisa daftar ulang...dikarenakan dia lagi Test AKMIL tanggal 04-09 juLy 2011.. jadi kami minta tolong La brikan ALAMAT yang jelas..biar nanti KODAM I yang ngurusin semua berkas"nya yang diperlukan untk pendaftaran ulang... (KODAM I yang akan mendaftarkan ulang abang saya) ALAMATnya yang Lengkap Tolong La.. trims

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password