Jumat, 26 Mei 2017   |   Sabtu, 29 Sya'ban 1438 H
Pengunjung Online : 4.617
Hari ini : 17.516
Kemarin : 127.290
Minggu kemarin : 688.898
Bulan kemarin : 5.828.511
Anda pengunjung ke 102.467.740
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sejarah Melayu

Masjid Jami Taluk Bukittinggi

a:3:{s:3:

1. Sejarah Pembangunan

Masjid Jami Taluk didirikan oleh Haji Abdul Majid pada tahun 1860 M. Sejarah masjid yang lebih lengkap masih dalam proses pengumpulan data. Pada bagian luar masjid terdapat 3 kolam, dalam bahasa setempat disebut luhak. Fungsi luhak adalah untuk mengambil wudu, dan biasanya, dalam luhak juga dipelihara berbagai jenis ikan air tawar. Tiga luhak masjid ini posisinya berada di depan, samping kanan dan belakang. Luhak yang paling besar disebut Taluk, karena itu, masjid ini disebut juga Masjid Taluk.

2. Lokasi

Lokasi masjid sekitar 5 km dari Masjid Gadang Bukittinggi ke arah Padang Luar. 

3. Luas

Bangunan utama masjid berukuran 13x13 meter. Namun, tidak diketahui, berapa luas masjid secara keseluruhan jika ditambah dengan luas halaman.

4. Arsitektur

Bangunan utama masjid berukuran 13x13 m2. Konstruksi masjid terbuat dari kayu dan atapnya dari ijuk. Konstruksi masjid berbentuk panggung dengan ketinggian satu meter di atas permukaan tanah. Konstruksi panggung ini ternyata berfungsi untuk menghindari kelembaban tanah yang mempercepat terjadinya proses pelapukan kayu.

Masjid Jami Taluk memiliki serambi yang berfungsi sebagai tempat peralihan dari luar ke bagian dalam. Panjang serambi mencapai 13 meter dan lebarnya 3 meter. Serambi ini tidak bisa disebut sebagai teras depan, sebab memiliki dinding dan jendela. Tangga masuk ke dalam serambi tidak terdapat di tengah, melainkan di ujung kiri dan kanan.

Atap di ruang shalat berbentuk joglo, mirip dengan atap joglo di Jawa, namun, dengan kemiringan yang jauh lebih tajam. Bentuk atap yang piramidal berdenah bujur sangkar, terdiri dari tiga tingkat. Di antara setiap tingkatan, terdapat celah untuk jendela atau ventilasi. Bentuk atap piramidal yang tinggi ini membuat masjid jadi kelihatan megah menjulang, tampak dari segala arah. Pada sisi lain, pilihan atap masjid dengan kemiringan yang sangat tajam juga sangat cocok untuk daerah beriklim tropis, terutama lebih cepat dalam mengalirkan air hujan ke bawah.

Masjid ini juga dilengkapi dengan minaret yang sangat indah, penuh dengan hiasan yang didominasi corak Arabesque. Posisi minaret berada di bagian depan-tengah, satu sumbu dengan mihrab, mirip dengan posisi minaret di Negeri Cina. Minaret terdiri dari tiga bagian. Bagian paling bawah berdenah segi delapan, pada masing-masing dinding terdapat hiasan dengan plengkung patah mati model Persia. Bagian kedua dari minaret berbentuk lingkaran, semakin ke atas semakin kecil, penuh dengan hiasan kaligrafi dan Arabesque. Bagian ketiga bentuknya segi delapan tidak berdinding seperti cungkup. Antara bagian bawah dan kedua terdapat balkon keliling dalam posisi seperti cincin. Pada bagian kedua dan ketiga juga terdapat balkon keliling tersebut. Atap minaret bertutup kubah bawang dan mempunyai tritisan berdenah segi delapan, mirip dengan atap minaret masjid-masjid kuno di India. Hanya bedanya, masjid ini bentuk atapnya jauh lebih runcing. Tampaknya, bentuk runcing ini disesuaikan dengan selera orang-orang Minang yang menyenangi rumah beratap runcing.

Pada bagian kiri dan kanan masjid, terdapat unit-unit lateral (samping) yang kemungkinan digunakan untuk madrasah atau surau. Di sebelah utara, di antara unit lateral dan unit shalat, terdapat sebuah bangunan yang beratap ijuk, runcing seperti tanduk. Kemungkinan besar, bangunan (unit) ini digunakan sebagai lumbung.

Keberadaan lumbung, kolam ikan (luhak) dan surau yang menyatu dalam kompleks masjid, merupakan simbol dari eratnya kaitan antara agama dan kehidupam sosial ekonomi masyarakat setempat.

5. Perencana

Masjid ini dibangun oleh H. Abdul Majid, namun, siapa sebenarnya yang merancang bangunan masjid ini belum diketahui hingga saat ini.

6. Renovasi

(Dalam proses pengumpulan data)

Dibaca : 7.399 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password