Kamis, 30 Maret 2017   |   Jum'ah, 2 Rajab 1438 H
Pengunjung Online : 4.307
Hari ini : 33.186
Kemarin : 95.293
Minggu kemarin : 569.905
Bulan kemarin : 4.019.095
Anda pengunjung ke 102.018.817
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sejarah Melayu

Istana Kadriah - Pontianak


1.Sejarah Pembangunan

Istana Kadriah dibangun pada tahun 1771 M, bersamaan dengan pembangunan Masjid Abdurrahman. Pendirian istana ini dilakukan setelah selesainya pembukaan daerah baru, yang dinamai Pontianak. Jika dirunut dari awal, kisahnya bermula ketika seorang penyebar agama Islam dari Jawa keturunan Arab, al-Habib Husein meninggalkan kediamannya di Semarang pada tahun 1733 M, menuju Kerajaan Matan, Kalimantan Barat sekarang. Oleh Raja Matan yang bernama Sultan Kamaludin, ia kemudian diangkat sebagai Mufti Kerajaan. Al-habib Husein kemudian dinikahkan Sultan dengan salah seorang putrinya, Nyai Tua. Dari perkawinan itu, kemudian lahir seorang putra bernama Syarif Abdurrahman.

Dalam perkembangannya, kemudian terjadi perselisihan antara Sultan dengan al-Habib Husein. Akhirnya, al-Habib memutuskan untuk meninggalkan Kerajaan Matan, pindah dan bermukim di Kerajaan Mempawah hingga ia meninggal dunia.

Setelah al-Habib Husein meninggal dunia, posisinya digantikan oleh anaknya, Syarif Abdurrahman. Akan tetapi, Syarif Abdurrahman kemudian memutuskan pergi dari Mempawah pada tahun 1771 M, dengan maksud untuk menyebarkan agama Islam. Bersama rombongan yang berjumlah 14 buah perahu, Abdurrahman menyusuri Sungai Kapuas ke arah hulu. Pada 23 Oktober 1771 M, rombongan Abdurrahman sampai di muara persimpangan Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Di daerah yang berbentuk tanjung ini, mereka naik ke darat, menebas hutan belantara untuk djadikan daerah pemukiman baru yang kemudian dinamakan Pontianak. Di daerah baru tersebut, segera berdiri sebuah kerajaan baru: Pontianak. Kemudian dibangun sebuah masjid dan istana untuk sultan. Masjid tersebut adalah Masjid Abdurrahman, dan istananya adalah Istana Kadriah.


Seiring perjalanan sejarah, Kesultanan Pontianak bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tahun 1952. Sejak saat itu, Kesultana Pontianak juga berakhir dan keberadaan  Istana Kadriah tak lebih dari simbol yang tidak memiliki peran apa-apa. Di masa Orde Baru, pemeliharaan istana ini pernah dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, namun, saat ini anggaran tersebut tidak ada lagi. Keberadaan istana ini sekarang cukup memprihatinkan, beberapa bagian pondasi istana telah dicabut tanpa sepengetahuan para ahli waris. Akibatnya, lantai istana jadi bergelombang.

2. Lokasi.

Lokasi istana berdekatan dengan Masjid Abdurrahman, hanya beberapa puluh meter. Lokasi yang berdekatan ini menunjukkan bahwa, istana dan masjid merupakan satu kesatuan utuh dalam sistem pemerintahan di Kesultanan Pontianak. Lokasi istana ini berada di Kelurahan Dalam Bugis, Pontianak, Indonesia.

3. Luas

(Dalam proses pengumpulan data)

4. Arsitektur

Konstruksi Istana Kadriah hampir semuanya dari kayu besi, sehingga bisa bertahan lama. Bangunan istana memiliki kolong yang agak tinggi. Konstruksi ini merupakan bagian dari tradisi lokal Kalimantan.

Istana ini terdiri dari empat lantai dengan anjungan yang berorientasi ke sungai. Bagian lantai utama berdenah segi empat, dikelilingi oleh serambi. Keberadaan serambi yang mengelilingi ruang lantai utama ini merupakan bagian dari ciri khas bangunan tropis. Serambi tersebut berfungsi sebagai ruang peralihan dari bagian luar ke dalam, dan juga untuk mencegah cahaya matahari ataupun hujan masuk secara langsung ke dalam ruang utama.


Atap anjungan terdiri dari dua lantai dan berbentuk pelana, namun ada juga beberapa bagian lainnya yang berbentuk limasan dengan empat sisi miring.

5. Perencana

Istana ini didirikan di masa pemerintahan Sultan Syarif Abdurrahman Bin Habib Husain Alkadrie pada 1771 M. Tidak diketahui dengan pasti, apakah Sultan ini juga yang merancang istana.

6. Renovasi

Istana Kadriah telah beberapa kali direnovasi, namun data lengkap mengenai mengenai renovasi tersebut masih dalam tahap pengumpulan. Saat ini, kondisi istana ini cukup memprihatinkan, karena banyaknya kerusakan di beberapa bagian istana, sementara ahli warisnya tidak memiliki biaya untuk memperbaikinya.

Kredit foto: www.wisatamelayu.com.

_______________

Informasi lain tentang Kesultanan Kadriah bisa dibaca di sini dan informasi lain tentang Istana Kadriah dapat dibaca di sini.

Dibaca : 12.096 kali.

Komentar untuk "istana kadriah pontianak"

19 Jun 2010. Budi Ermansyah
Pertahankan terus sejarah melayu.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password