Kamis, 19 Oktober 2017   |   Jum'ah, 28 Muharam 1439 H
Pengunjung Online : 3.573
Hari ini : 29.236
Kemarin : 36.877
Minggu kemarin : 157.490
Bulan kemarin : 7.753.475
Anda pengunjung ke 103.492.060
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sejarah Melayu

Masjid Jami` Henawa Ambon

a:3:{s:3:

1. Sejarah Pembangunan

Masjid Henawa dibangun sekitar tahun 1710 an. Pada awalnya, masjid ini dikenal dengan nama Masjid Hasan Sulaiman, sesuai dengan nama tokoh pendirinya, namun, saat ini lebih dikenal dengan nama Masjid Henawa.

Tata letak masjid yang berdekatan dengan lating dan baleo kemungkinan melambangkan kedekatan antara masjid dengan upacara-upacara tradisional setempat. Halaman masjid yang cukup luas boleh jadi juga mempunyai fungsi seperti alun-alun di Jawa.

2. Lokasi

Masjid terletak di ujung timur jalan masuk ke desa Hila, berdekatan dengan rumah Lating (rumah pemuka adat tradisional) dan Baleo (balai desa).

3. Luas

(Dalam proses pengumpulan data)

4. Arsitektur

Denah masjid berbentuk bujur sangkar, seperti tipe masjid lainnya yang berarsitektur joglo. Di ruang shalat utama, terdapat empat kolom utama yang identik dengan soko guru dalam arsitektur Jawa. Pada plafon yang dikelilingi empat soko guru, terdapat ceruk yang merupakan bagian dalam dari kubah. Empat tiang utama (soko guru) tersebut mendukung atap piramidal di tengah, mirip dengan model brunjung. Di puncak atap piramidal, terdapat model yang disebut kepala, bentuknya silindris-panjang meruncing ke atas dengan hiasan di badannya, identik dengan cunduk.

Di bawah atap piramidal tersebut, terdapat bidang dengan hiasan dan ventilasi model Melayu, dalam arsitektur joglo disebut penanggap. Di bawah bidang tersebut, terdapat atap masjid yang berbentuk joglo. Pada awalnya, atap terbuat dari daun nipah, tapi sekarang telah diganti dengan seng setelah dilakukan pemugaran.

Di dalam masjid, juga terdapat mihrab, berada di depan ruang shalat. Ruang shalat dikelilingi oleh serambi, sebagai ruang peralihan dari luar ke dalam. Serambi ini digunakan sebagai tempat untuk belajar mengaji.

Di bagian serambi depan, terdapat tiga buah pintu untuk masuk ke dalam ruang shalat utama. Jumlah pintu tiga buah ini tidak berbeda dengan jumlah yang ada pada ndalem dalam arsitektur joglo-Jawa. Di bagian kiri dan kanan masjid, juga terdapat pintu untuk masuk dari serambi lateral.

Semua bagian atas pintu dihias dengan ukiran floral tembus pandang, sehingga, pada saat bersamaan, juga berfungsi sebagai ventilasi. Keberadaan serambi dengan banyak pintu mengesankan bahwa, masjid selalu terbuka setiap saat bagi siapa saja, dari arah manapun. Dalam serambi tersebut, juga terdapat kolom-kolom yang dihiasi jajaran papan kayu pada bagian atasnya, diukir seperti yang ada pada brunjung.

Berkaitan dengan atap serambi, pada bagian depan, konstruksinya berbentuk setengah limasan. Ada dugaan, ini bukan bentuk yang asli, hanya tambahan sewaktu dilakukan renovasi.

5. Perencana

Masjid Henawa didirikan oleh Hasan Sulaiman. Belum didapat data yang menjelaskan, apakah ia juga perancang masjid ini.

6. Renovasi

Ada sebuah lukisan anonim yang menggambarkan keadaan masjid dalam arsitekturnya yang asli. Berdasarkan lukisan tersebut, bentuk atap dan ornamen masjid asli sangat berbeda dengan yang sekarang. Diduga, masjid juga memiliki kolong pada saat pertama kali didirikan. Perubahan bentuk dan ornamen ini, kemungkinan terjadi pada waktu renovasi pada tahun 1818 M.

Dibaca : 8.841 kali.

Komentar untuk "masjid jami henawa ambon"

02 Sep 2010. Malawat
Maaf, kayaknya salah deh,,, Setahu saya masjid Jami di Ambon, terletak di tengah kota Ambon, satu area dengan Masjid Al Fatah, dibangun tahun 1860. Sedangkan masjid tertua di pulau Ambon, adalah Masjid Wapaue, di Hila/Kaitetu, dibangun pada tahun 1414 di dekat Gunung Wawane, menurut legenda masjid ini dipindahkan ke tempatnya sekarang pada tahun 1664 dengan menggunakan kekuatan gaib. Didekatnya juga terdapat bangunan gereja tertua di Indonesia, dan sebuah benteng Belanda yang memiliki terowongan bawah tanah yang terhubung langsung dengan gereja.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password