Rabu, 16 Agustus 2017   |   Khamis, 23 Dzulqaidah 1438 H
Pengunjung Online : 2.577
Hari ini : 17.447
Kemarin : 36.365
Minggu kemarin : 225.915
Bulan kemarin : 10.532.438
Anda pengunjung ke 103.003.036
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sejarah Melayu

Kerajaan Segati

a:3:{s:3:

1. Sejarah

Kerajaan Segati didirikan oleh Tuk Jayo Sati, cucu dari Maharajo Olang dari Kuantan. Lokasi  kerajaan berada di hulu Sungai Segati, 15 km dari Negeri Langgam sekarang, di tepi Sungai Kampar. Pada awalnya, pusat kerajaan berada di Ranah Tanjung Bungo, Negeri Langgam sekarang. Kemudian, oleh putranya yang bernama Tuk Jayo Tunggal, pusat kerajaan dipindahkan ke Ranah Gunung Setawar, di hulu Sungai Segati.

Dalam perkembangannya, kemudian datang utusan dari Negeri Gunung Sahilan ke Segati membawa lada hitam. Raja Segati, Tuk Jayo Tunggal membeli lada tersebut dan menjualnya ke Kota Macang Pandak Kuantan. Sejak saat itu, perdagangan lada antara Segati dengan Kuantan mulai ramai dan berkembang. Perdagangan bertambah ramai, seiring dengan datangnya utusan dari Gunung Hijau (diduga Pagaruyung) yang menawarkan timah. Tuk Jayo Tunggal membeli timah ini dan memperdagangkannya di Bandar Sangar, Kuala Kampar. Setelah Tuk Jayo Tunggal meninggal, putranya, Tuk Jayo Alam naik tahta menggantikannya

Di masa Tuk Jayo Alam berkuasa, Kerajaan Segati yang berpusat di Negeri Ranah Gunung Setawar mencapai kejayaannya. Dalam relasi perdagangan antara Segati dengan Kuantan dan Sangar, berbagai komoditas diperdagangkan, seperti rempah-rempah, terutama cabe.

Perkembangan pesat Kerajaan Segati ternyata telah menimbulkan perasaan iri pada kerajaan tetangga, yaitu Gassib. Dengan dipimpin oleh Hulubalang Panglima Puto, Raja Gassib kemudian menyerang Kerajaan Segati dan dapat menguasai Negeri Ranah Gunung Setawar. Raja Segati, Datuk Jayo Alam melarikan diri ke hulu Sungai Segati. Di sini, raja dan para pengikutnya membangun negeri baru yang mereka sebut Negeri Segati. Disebut demikian, karena perbekalan raja ketika itu tinggal sekati lada. Oleh karena itu, negerinya dinamai negeri Segati. Dari Segati, raja kembali menyusun kekuatan dan menyerang Gassib yang menguasai negerinya. Dalam serangan tersebut, Datuk Jayo Alam berhasil merebut kembali Ranah Gunung Setawar, sementara hulubalang Gassib melarikan diri ke negeri asalnya. Walaupun Ranah Gunung Setawar telah dikuasainya kembali, namun, Datuk Jayo Alam tetap memerintah dari Segati, sehingga pusat kerajaannya tetap di sana.

Setelah Tuk Jayo Alam meninggal dunia, ia diganti oleh putranya, Tuk Jayo Laut. Dinamakan demikian, karena ia sering berlayar ke laut. Pada masa ini, perdagangan lada bertambah ramai. Tuk Jayo Laut digantikan oleh putranya, Tuk Jayo Tinggi, kemudian digantikan oleh Tuk Jayo Gagah. Tuk Jayo Gagah digantikan oleh Tuk Jayo Kolombai dan kemudian digantikan oleh Tuk Jayo Bedil. Tuk Jayo Bedil adalah raja yang pertama menggunakan bedil.

Pada masa Tuk Jayo Bedil, perdagangan dengan Malaka tak dapat lagi dilakukan, karena Malaka telah dikalahkan oleh bajak laut Peringgi (Portugis). Oleh karena itu, perdagangan hanya dilakukan dengan Kuantan melalui Negeri Ranah Koto Macang Pandak.

Pada waktu itu, datanglah utusan dari Tuk Sangar Raja Dilaut meminta bantuan untuk menyerang Peringgi di Malaka. Tuk Jayo Bedil menyetujui permintaan itu dan mengirimkan angkatan perangnya, dipimpin oleh Panglima Kuntu. Bersama Tuk Sangar Raja Dilaut, Panglima Kuntu menyerang Peringgi di Laut Simpang Empat, di Pulau Siapung Atas (Serapung). Saat itu, kedua panglima ini sangat terkenal dengan angkatan lautnya yang tangguh, yang menguasai Kuala Kampar. Setelah Tuk Sangar Raja Dilaut tua, beliau digantikan oleh putranya, Tuk Sangar Raja Dilaut Muda.

Berkaitan dengan Panglima Kuntu, ia ditarik kembali ke Segati, dan pasukan dipimpin oleh Orang Besar Segati yang berasal dari Gunung Hijau bersama dengan Sultan Peminggih. Di bawah pimpinan kedua hulubalang muda ini, banyak kapal Peringgi dikaramkan.

Bertahun-tahun kemudian, datanglah utusan dari Aceh. Karena penduduk Segati masih memeluk agama Hindu-Budha, maka Aceh menuntut agar Segati memeluk agama Islam. Tuntutan Aceh ini ditolak oleh Tuk Jayo Bedil. Dalam perkembangannya, Aceh terus melakukan ekspedisi untuk menaklukkan daerah pesisir timur Sumatra. Karena Segati adalah salah satu negeri yang memperdagangkan lada, Aceh menganggap perlu untuk menaklukkan Segati. Dengan alasan penyebaran agama Islam, Aceh kemudian menyerang dan menghancurkan Segati hingga rata dengan tanah.  Dalam proses serangan tersebut, ekspedisi Aceh menggunakan jalur sungai, dengan berperahu ke arah hulu Sungai Kampar. Ketika itu, pasukan Acceh melewati daerah kekuasaan Tuk Raja Sangar Dilaut di Sungai Kampar, namun, Tuk Sangar tidak menghalangi Aceh, sebab dianggap teman sejawat dalam memerangi Portugis. Selanjutnya, dengan leluasa, Aceh terus berlayar ke arah hulu Sungai Kampar dan langsung dapat menyerang Segati.

Tentu saja Segati bukan tandingan Aceh yang memiliki pasukan terlatih itu. Setelah bertempur selama beberapa hari, Segati dapat ditaklukkan dan diratakan dengan tanah. Pasukan Aceh selanjutnya melanjutkan serangan ke arah Siak di mana berdiri Kerajaan Gasib. Sebagaimana Segati, Gassib dapat ditaklukkan oleh pasukan Aceh.

Setelah Segati kalah, Tuk Jayo melarikan diri ke daerah Petalangan Napuh, kemudian terus ke Kuantan. Bekas-bekas penaklukan Aceh saat ini masih dapat kita jumpai dengan adanya tempat-tempat yang bernama Rencong Aceh, Pangkalan Aceh, dan Lubuk Aceh. Pada tahun-tahun berikutnya, di Segati didirikan negeri baru dengan nama Tambak, tak lama kemudian, lokasinya dipindahkan ke muara sungai dengan nama baru: Langgam.

2. Silsilah

Berikut ini silsilah raja yang pernah berkuasa di Segati, yaitu:

  1. Tuk Jayo Sati
  2. Tuk Jayo Tunggal
  3. Tuk Jayo Alam
  4. Tuk Jayo Laut
  5. Tuk Jayo Tinggi
  6. Tuk Jayo Gagah
  7. Tuk Jayo Kolombai
  8. Tuk Jayo Bedil

3. Periode Pemerintahan

Sepanjang sejarah Kerajaan Segati, sekurangnya telah berkuasa delapan orang raja. Namun, belum diketahui secara detail periode masing-masing raja tersebut. Kerajaan Segati ini sezaman dengan Kerajaan Aceh dan Malaka. Maka, bisa diperkirakan bahwa, kerajaan ini berdiri sekitar abad ke-15 hingga ke-16 M.

4. Wilayah Kekuasaan

Segati hanyalah sebuah kerajaan kecil, dengan luas wilayah diperkirakan hanya mencakup beberapa desa yang ada di hulu Sungai Segati. Jika dibandingkan secara geografis, mungkin luas wilayahnya setara dengan luas kecamatan saat ini. Saat itu, Kerajaan Segati menguasai bagian hulu Sungai Segati, sekitar daerah Langgam sekarang.

5. Struktur Pemerintahan

(Masih dalam pengumpulan data)

6. Kehidupan Sosial Budaya

Masyarakat Segati menganut agama Budha, namun, tidak ada penjelasan bagaimana sikap relijiusitas masyarakat Segati saat itu. Unutk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mereka bergantung dari sektor pertanian. Ketika kerajaan masih dalam keadaan jaya, masyarakat banyak juga yang aktif di sektor perdagangan.

Bagaimana dengan tradisi tulis baca, ritual keagamaan maupun sisi sosial budaya lainnya? karena minimnya data sejarah, terutama peninggalan tertulis, maka agak sulit untuk menggambarkan secara detil mengenai kehidupan sosial budaya saat itu.

Dibaca : 14.514 kali.

Komentar untuk "kerajaan segati"

22 Nov 2010. Alisman dlis
Ambo oang segati ko... AsLi oang segati
14 Feb 2011. R.FAUZAN SYAF
sye pengen tahu sejarah toko melayu philipina (mandanau)SULTAN SYED SYARIF
14 Feb 2011. R.FAUZAN SYAF
slam,ade yang tahu tak sejarah toko melayu philipina SULTAN SYED SYARIF,law ada yg tahu tlong di informasi kan.trima kasi
06 Okt 2011. Zaukifele bin Ibrahim
i had registered before
20 Nov 2011. Nuri Chek Shiddiq
untuk sebagai Catatan bersama Para Peneliti sejarah Melayu.. GASIB = GRAHI - SIAK - BENTAN, Adalah kelanjutan dari Kerajaan Chandu Kani di Negeri Bentan Bukit Bijana. Siak adalah daerah Timbalan Bentan (Sejarah Melayu)ketika pusat pemerintahan di Bentan. GRAHI - SIAK - BENTAN ADALAH daerah-daerah tahluk Kerajaan dari Bentan. Raja-raja Gasib berasal dari keturunan Mahasepati Telanai/ Telanai Bentan anak dari Laksmana Raja Andak putra dari Paladu Tani Raja Amdan Negera (Pulau Andaman di Bettapur "Kota Raja"), maka pada masa Sultan abdullah (Sultan Terakhir Gasib) ketika ia mendengar Sultan Machmud Shah I Melaka pindah dari Bentan Ke Kampar Thn 1526, maka Sultan Abdullah Kembali Ke bentan, bersama Putranya Raja Jamal dan Biyazid, serta Raja Isap yang kemudian hari dikenal sebagai Marhom Kasab.. Raja Biyazid kelak itulah Gocah Pahlawan atau Laksmana Khoja Bentan. .. semoga sumber ini dapat dipertimbangkan, karena hasil penelitian kami Merujuk begitu.. corat marut sejarah Melayu yang merupakan kelanjutan dari Sumpah setia antara anak cucu sang sapurba, Datu' Demang di Lebar daun dan Ratu Iskandarsyah Bentan, maka banyak hal ehwal sejarah Bentan sengaja dihilangkan untuk menghindari " FITNAH DAN NISTA" sebagaimana yang dikatakan "Jika Salah Amponkanlah atau Bunohlah Namun Dinista Jangan".. akibat perjalanan Kerajaan maka timbul perselisihan Antara Bentan dan Melaka (Cerita bisa kita jelaskan nanti) yang akhirnya Telanai Bentan memindahkan Pusat pemerintahannya ke Siak yang kemudian Disebut Gasib sesuai dengan daerah Tahluk Mahasenopati Telanai GRAHI - SIAK DAN BENTAN Kerajaan GASIB terimakasih.ketika Raja Permaisura Raja Gasib anak dari Telanai Bentan ke-V tidak tunduk kepada Melaka, Sultan Mansur Syah memerintahkan Kho0ja Nina Membunuhnya dan Menyebut ia dari Pagaruyung bukan dari bentan(Sejarah melayu "Agar tidak terjadi Fitnah dibelakang hari), di saat pemerintahan Sultan Mansyur Syah ini Juga Telanai Terenggano dibunuh karena mengata "Melaka Itu Mengikut Akan Aku bukan Aku Mengikut Melaka karena melaka adalah Tanah Nenek Moyangku" karena ia kesal kepada Sultan yang telah membunuh Anak Saudaranya Raja Permaisura anak Telanai Bentan.. walaupun akhirnya Sultan Mansyur menikahkan Putrinya dengan Megat Khudu anak dari Raja Permaisura yang kemudian diislamkan Bergelar Sultan Ibrahim Syah, Sultan DiGasib. kisah dendam Bentan Melaka ini tidak berakhir disini (Kelak akan Kita Lanjutkan) Terimakasih.
12 Dec 2012. Datuk Perpatih
Cek Nuri jangan berkhayal, sudah jelas raja gassib itu raja keturunan dharmasraya (pagarruyung) bukan raja bentan; ini prasastinya:bahwa pada tahun Saka 1105 (1183), atas perintah Kamraten An Maharadja Srimat Trailokya raja Maulibhusanawarmadewa, hari ketiga bulan naik bulan Jyestha, hari Rabu, mahasenapati Gelanai yang memerintah Grahi menyuruh mraten Sri Nano membuat arca Budha. Beratnya 1 bhara 2 tula, dan nilai emasnya 10 tamlin (Prasasti Grahi). Jadi jangan sebarkan cerita seolah-olah ianya sejarah, sejarah berdasarkan fakta, berdasar bukti, bukan berdasar bual dan cakap..
26 Jun 2014. Alisman dlis
ini dapat refrensi nya dari mana ya ?
14 Okt 2014. rita sinaga
Saudara Nuri Chek(cahyono) shiddiq setahu saya memang hobby mengaku2 tentang sejarah dari mulut ke mulut, sedikit bersumber dari pustaka.Bahkan anehnya nuri cahyono shiddiq sangat mendukung seorang keturunan jawa menjadi pemangku adat bentan yg tiba2 berubah dan bergelar sultan bentan Huzrin hood (bkn garis keturunan sultan manapon di kerajaan semenanjung tanah Melayu alias org kebanyakan sj),sdgkan fakta sejarah bhw bentan daerah takluk kerajaan lingga riau johor pahang. berhentilah kacaukan sejarah, benar kata datuk perpatih....jangan berkhayal !

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password