Selasa, 28 Februari 2017   |   Arbia', 1 Jum. Akhir 1438 H
Pengunjung Online : 4.795
Hari ini : 50.160
Kemarin : 70.200
Minggu kemarin : 233.537
Bulan kemarin : 4.156.978
Anda pengunjung ke 101.818.933
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sejarah Melayu

Candi Tingkip

a:3:{s:3:

Candi Tingkip ditemukan di Simpang Subur, Desa Sungaijauh, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musirawas, Provinsi Sumatera Selatan. Diperkirakan candi ini ditemukan sekitar akhir abad ke-9 atau abad ke-10 M. Candi ini terletak 100 meter sebelah selatan Sungai Tingkip. Candi ini diperkirakan milik penganut umat Buddha karena terdapat arca Buddha pada candi tersebut. Jika dilihat dari arah hilir letaknya sebelah kiri sungai. Candi ini berada di dataran dan menghadap ke timur. Hampir separuh dari datarannya dikelilingi oleh Sungai Tingkip beserta anak sungainya.

Letak candi yang dekat dengan sungai bentuknya menyerupai bendungan dan bertebing landai. Dekatnya candi dengan sungai manandai bahwa pemilihan tempat tersebut didasarkan pada kandungan alam yang melimpah di sekitarnya, terutama sumber air. Di samping itu, kedekatan tersebut memiliki filosofi yang mendalam tentang kesatuan antara makrokosmos dan mikrokosmos. Dekatnya candi dengan sumber air memudahkan masyarakat setempat mengambil air sebagai sarana untuk upacara keagamaan.

Denah candi berbentuk bujursangkar. Hanya saja, denahnya tidak berpenampilan teratur karena memang bentuknya hanya tunggal, bersifat terbuka, dan tidak ditutup dengan bilik. Pada bangunan candi terdapat profil kumbha yang dibentuk dari dua lapis bata serta di bawahnya terdapat profil padma yang dibentuk dari tiga lapis bata.

Posisi dan letak bangunan candi banyak menyerupai bentuk Gunung Meru. Sebagai contoh, sungai-sungai di sekitar bangunan candi adalah seperti halnya samudera yang mengelilingi Gunung Meru. Bangunan candi juga memiliki kesamaan dengan candi-candi di Jawa Tengah. Adanya tangga masuk yang hanya pada satu sisi bangunannya saja (di bagian timur) serta adanya kombinasi profil sisi genta dan belah rotan pada fondasi candi menyerupai gaya seni bangunan candi di Jawa Tengah. Di samping itu, adanya kedua profil tersebut menunjukkan adanya pengaruh agama Buddha dalam pembangunan candi tersebut.

(HS/sej/9/8-07)

Sumber :

  • Siregar, Sondang M. “Situs-Situs Klasik di Sumatera Selatan (Gambaran Perkembangan Agama)”, www. www.balarpalembang.go.id.
  • Marhaeni, Tri. “Candi Tingkip di Kabupaten Musirawas Provinsi Sumatera Selatan: Sebuah Sumbangan Penelitian Arkeologi”, www. www.balarpalembang.go.id.
Dibaca : 6.943 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password