Jumat, 23 Juni 2017   |   Sabtu, 28 Ramadhan 1438 H
Pengunjung Online : 591
Hari ini : 1.507
Kemarin : 24.957
Minggu kemarin : 557.755
Bulan kemarin : 7.570.538
Anda pengunjung ke 102.673.950
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sejarah Melayu

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin

1. Sejarah Pembangunan

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin merupakan salah satu masjid yang amat megah di kawasan Asia Pasifik. Masjid ini dapat menampung jamaah sebanyak 3000 orang. Masjid ini pun banyak dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai mancanegara. Banyak masyarakat Brunei menganggap bahwa masjid ini merupakan bangunan negara yang paling menonjol. Bahkan, kemilau masjid ini mampu mendominasi pancaran kaki langit di seluruh ibukota Brunei Darussalam.

masjid sultan omar

Masjid ini didirikan pada tahun 1958. Bagi warga Brunei, masjid ini sebagai simbol keislaman dan kemodernan. Masjid ini menggunakan nama Sultan Omar Ali Saifuddin III, yaitu sultan ke-28 Kesultanan Brunei Darussalam. Ia dikenal sebagai Bapak Modernisasi Brunei. Ia pula sebagai penggagas pendirian masjid ini. Ia diangkat sebagai sultan pada tahun 1950. Ia merupakan sultan yang terdidik dan oleh orang tuanya mendapat pendidikan agama yang ketat.  Ia pernah memindahkan ibukota Brunei dari Kampong Ayer menuju daratan. Pada tahun 1955, ia menetapkan Rancangan Kemajuan Negara Lima Tahun Pertama Kerajaan Brunei Darussalam. Pada tahun 1967, ia mengundurkan diri dari tahta kekuasaan. Ia bergelar Paduka Seri Begawan Sultan Haji Omar ‘Ali Saifuddien Sa‘adul Khairi Waddien. Meski tidak lagi menjabat sebagai sultan, ia pernah menjadi Menteri Pertahanan pada tahun 1984. Ia wafat pada tahun 1986.

Selain difungsikan untuk acara-acara resmi kenegaraan, masjid ini juga difungsikan sebagai salah satu obyek wisata yang menarik. Di Brunei terdapat dua masjid utama yang sering dikunjungi oleh wisatawan, yaitu Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin dan Masjid Jami Al-Asr atau disebut juga Masjid Sultan Hasanal Bolkiah. Meski sangat sering dikunjungi oleh para turis, baik lokal maupun mancanegara, masjid ini tetap dijaga kesakralannya (kesuciannya). Tidak aneh jika di dalam masjid berbaur antara orang-orang yang shalat dan orang-orang yang hanya sekadar melihat-melihat (sebagai wisatawan). Kalangan non-Muslim yang hendak masuk ke dalam masjid diwajibkan untuk mengenakan jubah warna hitam. Bagi wanita yang berpakaian agak terbuka, baik itu Muslim maupun non-Muslim, juga diwajibkan untuk mengenakan jubah hitam.

2. Lokasi

Masjid ini terletak di Bandar Seri Begawan, ibukota Brunei Darussalam. Masjid ini dibangun berada persis di atas permukaan danau buatan yang letaknya di pinggir Sungai Brunei di Kampong Ayer atau dikenal dengan sebutan “kampung air”. Letak masjid yang persis di atas permukaan air ini menyerupai suatu bentuk kapal yang biasanya digunakan dalam acara-acara resmi kenegaraan.

3. Luas

Masjid ini didirikan di atas areal seluas 5 hektar. Untuk dapat menuju masjid disediakan dua jembatan panjang berkelok-kelok yang melintang di atas laguna (danau buatan) ke arah Kampong Ayer. Selain itu juga terdapat satu jembatan lagi yang dapat digunakan bagi pengunjung yang datang melalui arah Bandar Seri Begawan dan berujung pada sebuah “dermaga” kecil. Hanya saja, jembatan yang satu ini hanya dibuka jika ada acara-acara kenegaraan saja. Tinggi masjid cukup fantastis karena mencapai 52 meter. Dengan setinggi itu, siapapun di Bandar Seri Begawan bisa melihat puncak masjid. Pengunjung yang ingin mencapai puncak ketinggian masjid (menara) dapat menggunakan lift yang memang telah disediakan. Dari menara ini, kita dapat melihat seluruh penjuru dan sudut Bandar Seri Begawan.

4. Arsitektur

Arsitektur masjid ini merupakan contoh dari arsitektur Islam yang sangat mengesankan. Arsitektur masjid sebenarnya tidak hanya dipengaruhi oleh arsitektur Islam saja, namun juga dipadukan dengan arsitektur Italia. Meski mozaiknya adalah Islam Abad Pertengahan, namun banyak bagian masjid yang dibuat dengan menggunakan keramik kualitas tinggi buatan Italia.

Setiap dinding masjid dilengkapi dengan keramik buatan dari Italia. Desain keramik juga menutupi seluruh dinding, lantai, hingga menara masjid. Menara istimewa dan paling tinggi merupakan menara yang paling utama, namun di samping itu juga ada sedikitnya sepuluh menara lagi. Pada menara utama terdapat sebuah lift. Masjid ini juga terdiri dari kubah yang terbuat dari emas 24 karat. Bentuk kubah masjid seperti kubah pada umumnya, namun sedikit agak lonjong. Atap masjid berbentuk datar, seperti masjid-masjid di wilayah Arab. Di depan masjid terdapat halaman dan air mancur. Di halaman masjid terdapat banyak sekali pepohonan dan tanaman.

Eksterior masjid ini juga memiliki mozaiknya tersendiri, seperti adanya lengkungan pada jembatan jalan masuk, banyaknya kubah-kubah kecil di samping kubah utamanya, dan tiang-tiang masjid yang terbuat dari keramik. Hampir seluruh bahan pembuatan masjid ini didatangkan atau diimpor dari luar negeri, seperti marmer dari Italia, karpet lantai masjid dari Arab Saudi, batu granit dari Shanghai (China), dan lampu-lampu kristal dari Inggris. Secara keseluruhan, pembangunan masjid ini menghabiskan dana sebesar USD $5,000,000.00.

5. Perencana

Perencana masjid ini adalah Sultan Omar Ali Saifuddin III, Sultan ke-28 Kerajaan Brunei Darussalam, sedangkan perancangnya adalah seorang arsitek asal Italia.

6. Renovasi

(Dalam proses pengumpulan data)

(HS/sej/20/9-07)

Sumber :

  • Banjarmasin Post, 20 Agustus 2007.
  • Republika, 2 Februari 2007.
  • www.encarta.msn.com.
  • www.glasssteelandstone.com.
  • www.religious-affairs.gov.bn.
  • www.en.wikipedia.org.
Kredit foto : www.encarta.msn.com

____________

Informasi lain tentang Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin bisa dibaca di sini (WisataMelayu.com).

Dibaca : 19.374 kali.

Komentar untuk "masjid sultan omar ali saifuddin"

16 Jul 2011. syamsir ali
bagus
16 Jul 2011. syamsir ali
lima
16 Jul 2011. syamsir ali
lima
16 Jul 2011. syamsir ali
lima
16 Jul 2011. syamsir ali
lima
26 Aug 2014. m.rudiamrillah
pemula

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password