Senin, 1 Mei 2017   |   Tsulasa', 4 Sya'ban 1438 H
Pengunjung Online : 4.608
Hari ini : 54.698
Kemarin : 41.330
Minggu kemarin : 454.924
Bulan kemarin : 5.093.107
Anda pengunjung ke 102.236.386
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sejarah Melayu

Prasasti Kedukan Bukit

a:3:{s:3:

Prasasti ini merupakan prasasti pertama yang memuat nama Sriwijaya. Ditemukan di Kedukan Bukit, di tepi Sungai Tatang, Palembang, Sumatera Selatan pada akhir Desember 1920 M. Prasasti ini berangka tahun 605 Caka (bersamaan dengan tahun 683 M). Huruf yang dipergunakan adalah huruf Pallawa, dengan bahasa Melayu Kuno.

Prof. Dr. Purbatjaraka menerjemahkan tulisan pada prasasti tersebut sebagai berikut:

Selamat, tahun Caka telah berjalan 605. Tanggal 11

paro terang bulan Waicaka, Yang dipertuan Hyang naik di

perahu melakukan perjalanan suci. Pada tanggal 7 paro terang

bulan Jyestha, Yang Dipertuan Hyang berangkat dari Minanga

Tamwan membawa bala (tentara) dua puluh ribu, dengan peti

dua ratus, berjalan di perahu, dengan jalan (darat) seribu

tiga ratus sepuluh dua banyaknya. Datang di Matayap (?)

Bersuka cita pada tanggal lima bulan

(dengan) mudah dan senang datang membuat kota ...

Sriwijaya (dapat)  menang  karena  perjalanan  suci (yang menyebabkan) kemakmuran

Di antara poin-poin yang harus diperhatikan dalam prasasti ini adalah:

  1. Bahwa tempat dimana Dapunta Hyang berangkat dengan membawa tentaranya yang berjumlah 20.000 orang adalah Minanga Tamwan.
  2. Bahwa jumlah bala tentara Dapunta Hyang yang berangkat dengan perahu adalah 20.000 orang, sedangkan yang berjalan kaki adalah 1.312 orang.
  3. Bahwa tujuannya adalah membuat kota.
Kredit foto : forum.cari.com.my
Dibaca : 20.015 kali.

Komentar untuk "prasasti kedukan bukit"

12 Jan 2010. Wahyunah Halim Rouquette
Yth, Pendiri Melayu Online, Bapak Mahyudin S.H. Sebelumnya saya minta maaf kalau pertanyaan saya ini salah. Apakah Bapak putra dari Pakcik Mudra yang saya kenal ketika saya masih tinggal dengan Nenek saya H. Hadijah di Kebon Kacang 111/80, Jakarta. Seingat saya sekitar tahun 1960 Pacik Mudra mempunyai hubungan dagang yg erat dengan Nenek saya. Melihat tempat kelahiran Anda di Tembilahan dan wajah Anda mengingatkan saya kepada Pakcik Mudra. Terima kasih sebelumnya atas jawaban Anda. Wassalam wr wb Wahyunah Halim Rouquette (Yunah) Terima kasih sebelumnya at

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password