Selasa, 30 September 2014   |   Arbia', 5 Dzulhijah 1435 H
Pengunjung Online : 1.188
Hari ini : 5.423
Kemarin : 27.374
Minggu kemarin : 213.903
Bulan kemarin : 677.761
Anda pengunjung ke 97.174.013
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sejarah Melayu

Istana Kerajaan Siak

a:3:{s:3:

1. Sejarah Pembangunan

Istana Siak ini merupakan bukti sejarah kebesaran kerajaan Melayu Islam di Riau. Istana ini dibangun oleh Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1889, dengan nama ASSERAYAH HASYIMIAH lengkap dengan peralatan kerajaan. Sebelum pembangunan istana dilakukan, Sultan melakukan lawatan ke negeri Belanda dan Jerman. Kemungkinan, pengalaman selama di Eropa ikut mempengaruhi corak arsitektur Istana Siak.

Saat ini, di dalam istana masih bisa ditemukan berbagai koleksi yang bernilai tinggi, seperti:

  • kursi singgasana sultan yang bersalut emas
  • payung
  • senjata kerajaan Melayu
  • bendera kerajaan Siak
  • replika mahkota Kerajaan Siak
  • setanggi pembakar
  • canang  
  • alat musik komet buatan Jerman, yang memiliki piringan bergaris tengah 90 cm, berisikan lagu-lagu Mozart dan Bethoven
  • kursi dan meja yang terbuat dari kayu, kristal dan kaca
  • lampu kristal warna-warni
  • berbagai bentuk lemari dan senjata
  • dan beraneka bentuk koleksi cendera mata dari negeri sahabat.


Selain benda-benda tersebut, terdapat sebuah cermin peninggalan permaisuri sultan yang disebut cermin Ratu Agung. Ada keyakinan yang berkembang di masyarakat bahwa, jika sering bercermin di depan Ratu agung, maka akan membuat kulit awet muda.

2. Lokasi     

Istana ini terletak di Kabupaten Siak Sri Indrapura, berjarak lebih kurang 125 km. dari Pekanbaru, Riau, Indonesia. 

3. Luas

Bangunan Istana Siak berdiri di atas areal tanah seluas 28.030 m2.

4. Arsitektur

Corak arsitektur Istana Siak menunjukkan adanya perpaduan gaya arsitektur Melayu, Arab dan Eropa. Istana ini masih berdiri megah hingga saat ini setelah dilakukan beberapa kali renovasi. Pada pintu gerbang masuk, terdapat hiasan berupa sepasang burung elang menyambar dengan sorot mata tajam, seolah-olah mengawasi semua orang yang akan masuk ke areal istana.

Istana Siak terdiri atas dua lantai, lantai bawah dan lantai atas. Pada setiap sudut bangunan terdapat pilar berbentuk bulat. Sedangkan pada bagian ujung puncak terdapat hiasan burung garuda. Semua pintu dan jendela berbentuk kubah dengan hiasan mozaik kaca. Lantai bawah terdiri dari 6 ruangan yang berfungsi untuk menerima tamu dan ruang sidang. Di dalamnya terdapat ruang besar utama yang terbagi atas ruang depan istana, ruang sisi kanan, ruang sisi kiri, dan ruang belakang. Sedangkan lantai atas terdiri dari 9 ruangan yang berfungsi untuk istrahat sultan, keluarga atau kerabat sultan dan para tamu kerajaan.

Selain bangunan utama, di dalam komplek Istana Siak juga terdapat bangunan lain, yaitu:

a.      Istana Baru

Istana ini berada di sebelah barat bangunan utama. Dibangun pada masa sultan yang terakhir. Denah dasar bangunan ini berbentuk persegi empat berukuran 19 m x 15,7 meter. Terdiri dari enam ruangan yaitu ruang depan, ruang tamu, ruang kerja, ruang makan, dan 2 buah kamar tidur. Pada bagian samping kanan dan kiri terdapat teras.

Istana Baru dahulu difungsikan untuk tempat tinggal permaisuri sultan pada waktu hamil. Sekarang digunakan untuk tempat tinggal keturunan sultan.

b.      Istana Panjang

Istana ini hanya tinggal lubang-lubang bekas tonggak (tiang) yang terletak di sebelah timur bangunan utama istana. Berdasarkan penuturan dari keluarga keturunan sultan, dahulu Istana Panjang tersebut terbuat dari kayu.

c.       Istana Limas

Saat ini, bentuk bangunan istana sudah tidak ada. Konon, dahulu istana ini juga terbuat dari kayu.

d.      Gardu Jaga Lama

Gardu jaga lama berbentuk bulat silinder, terbuat dari batu bata. Diameternya berukuran 3 m. dengan 1 buah pintu di depan berbentuk kubah. Terletak di sebelah kiri bangunan istana baru.

e.      Dapur dan Kolam Istana

Dapur istana terletak di belakang kanan bangunan istana baru. Sekarang yang masih tersisa adalah bagian dinding, terdiri dari 3 ruangan berjajar. Bangunan ini relatif kurang terawat dan sekarang difungsikan sebagai gudang. Di depan dapur istana ini terdapat kolam istana berbentuk bulat dengan diameter 5,30 m dan tinggi fondasi 40 cm. Adapun ketebalan dinding sekitar 26 cm.

5. Perencana

Sebagian orang berpendapat, arsitek atau perencana istana ini adalah seorang arsitek berkebangsaan Jerman. Namun tidak diketahui secara pasti siapa namanya.

6. Renovasi

Dalam proses pengumpulan data.

Kredit foto : koleksi Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu

______________

Informasi lain tentang Kesultanan Siak dapat dibaca di sini dan informasi lain tentang Istana Siak bisa dibaca di sini (WisataMelayu.com)

Dibaca : 28.689 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password