Rabu, 15 April 2026   |   Khamis, 27 Syawal 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 6.908
Kemarin : 25.162
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sastra Melayu

Pangkur

a:3:{s:3:

Pangkur atau cangkul adalah alat yang digunakan untuk mengolah tanah pertanian, terdiri dari dua komponen penting: daun dan gagang pangkur. Daun pangkur terbuat dari bahan besi yang pengadaannya tidak bisa dibuat sendiri oleh para petani, tetapi diperoleh dengan cara dibeli di toko-toko besi. Bentuk daun pangkur ini biasanya tidak terlalu panjang dan tidak begitu lebar, tetapi kokoh dan mudah diasah.

Mata daun pangkur lebih lebar dari mata pahat, tetapi tidak selebar mata parang panjang. Di pinggir gelang-gelang bagian dalam daun pangkur ini dibuat batang hidungnya, untuk memperkuat daun pangkur tersebut, serta mempermudah terlepasnya tanah yang menempel pada bagian  dalam pangkur.

Bagian yang kedua adalah gagang pangkur, dibuat dari kayu bulat yang keras, kemudian diraut dan diratakan, sehingga tidak terasa nyeri di tangan bila digunakan. Bagian pangkal gagang sedikit ada lekukan agar pangkur tidak mudah lepas dari dalam genggaman. Ukuran tinggi gagang pangkur ini kira-kira 85 cm dengan diameter 4 cm, bentuknya bulat panjang dan halus. Salah satu fungsi pangkur adalah untuk membersihkan areal sawah dari rumput-rumput liar dan sekaligus mengubah wujud tanah dari keadaan keras dan bergumpal menjadi lunak dan gembur.

Sumber:

Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan Universitas Riau, Atlas (Ensiklopedia) Kebudayaan Melayu Riau, 2005, Pekanbaru

Dibaca : 10.892 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password