Bir Pletok (Betawi)

Ingin mencicipi bir yang halal? Bir Pletok bisa menjadi solusinya. Meski menggunakan nama bir, minuman khas masyarakat Betawi ini, sama sekali tidak mengandung alkohol. Bir Pletok sendiri merupakan minuman yang terdiri dari campuran jahe, kayu manis, dan kayu secang.
Minuman ini sendiri, muncul sebagai minuman alternatif masyarakat Betawi pada masa kolonialisasi Belanda. Konon, menurut www.republika.com, nama Bir Pletok muncul dari kaum Betawi gedongan yang kerap bergaul dengan Belanda. Pada masa itu, orang Belanda sangat suka minum bir. Masayarakat Betawi gedongan ini merasa penasaran dengan rasa bir yang sering diminum oleh orang Belanda tersebut. Namun, sebagai pemeluk agama Islam, minum bir tentu saja tidak diperbolehkan. Mereka pun mencari akal supaya bisa menikmati minuman sejenis yang tidak memabukkan, namun bisa menghangatkan badan. Bir Pletok menjadi jawabannya. Selain menghangatkankan, Bir Pletok juga memiliki rupa seperti layaknya minuman beralkohol lainnya, berbusa saat dikocok dan dituang ke dalam gelas.
Bahan:
- 1 ½ ltr air
- 150 ml gula pasir
- I btg kayu manis
- 3 btg serai
- 50 gr jahe, kupas, memarkan
- I jumput kayu secang
- ½ sdt garam
- 1 sdt kopi bubuk
Cara Membuat:
- Rebus air hingga mendidih.
- Masukkan kayu manis, serai, kopi, jahe, dan kayu secang, masak sampai beraroma.
- Kecilkan api, masukkan gula pasir dan garam. Rebus selama 15 menit.
- Angkat dan hidangkan.
- Selain disajikan dalam kondisi hangat, minuman ini juga dapat dihidangkan dalam kondisi dingin, dengan menambahkan es batu ke dalamnya.
(Diolah dari berbagai sumber/kul/27/04-09)
Sumber Resep: http://id.wikibooks.org/Sumber Foto : http://www.flickr.com/ Dibaca : 11.353 kali.
Berikan komentar anda :