Close
 
Sabtu, 1 November 2014   |   Ahad, 8 Muharam 1436 H
Pengunjung Online : 1.956
Hari ini : 20.964
Kemarin : 21.335
Minggu kemarin : 177.917
Bulan kemarin : 802.699
Anda pengunjung ke 97.294.840
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

12 agustus 2007 01:45

Presiden SBY Resmikan Jembatan Siak Tengku Agung Sultanah Latifah

Presiden SBY Resmikan Jembatan Siak  Tengku Agung Sultanah Latifah

Sambutan Presiden Susilo Bambang Yudhono pada Peresmian Jembatan Tengku Sultanah Latifah

Siak- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono hari Sabtu (11/8) siang meresmikan Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah serta proyek-proyek lainnya di Riau. Presiden beserta rombongan dengan helikopter Kepresidenan Superpuma TNI AU, tiba di helipad Lapangan Siak Sri Indrapura disambut dengan upacara adat berupa penaburan beras kunyit. Tampak hadir dalam rombongan Presiden antara lain, Seskab Sudi Silalahi, Menhub Jusman Syafii Djamal, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menneg PDT Lukman Edy, Menneg Perumahan Rakyat Yusuf Asy‘ari, serta dua Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.

Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah merupakan jembatan sepanjang 1.196 meter yang terletak di atas sungai Siak. Jembatan yang dirancang bisa berumur sampai lebih dari 100 tahun tersebut, terbentang di atas sungai sepanjang 300 M, dan mampu menanggung beban sebanyak 28 ton. Jembatan ini memiliki dua menara dengan ketinggian kurang lebih 80 M dengan ukuran 10x5 M, yang digunakan untuk diorama teater dan rumah makan. Jembayan ini dirancang dengan sistem cable stayed dan menghabiskan dana sebesar Rp. 277, 65 milyar dari APBD murni Kabupaten Siak.

Di dalam peresmian tersebut, pemerintah Riau juga memberikan bantuan secara simbolis kepada masyarakat Riau, antara lain penyerahan Sertifikat Gedung Sekolah kepada 10 Sekolah Menengah Kejuruan di provinsi Riau, penyerahan Sertifikat Tanah untuk Keluarga miskin, penyerahan Rumah Layak Huni, penyerahan Bantuan Dana Usaha Desa, penyerahan Bibit Kelapa Sawit dan penyerahan Sertifikat Kebun Kelapa Sawit.

Presiden SBY mengingatkan kepada seluruh kepala daerah untuk bersama-sama menjalankan pembangunan sesuai dengan tujuh prioritas yang sering disampaikan sejak akhir 2004. ‘Tujuh prioritas tersebut antara lain pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran, meningkatkan pendidikan, meningkatkan kesehatan, pembangunan infrastruktur, mewujudkan pemerintah yang baik dan bebas korupsi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,‘ papar SBY.

SBY sangat bangga dengan percepatan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah Daerah Riau. ‘Namun, saya ingatkan kembali agar jangan terlena dengan pertumbuhan ekonomi semata, tapi kita harus meningkatkan kualitas di semua bidang,‘ kata SBY. Ditambahkan, pemerintah daerah juga harus saling bekerja sama, bahu membahu untuk membangun daerahnya masing-masing. ‘Pemerintah harus bekerja sama dengan siapapun juga untuk mengembangkan perekonomian dan pembangunan di segala bidang yang sesuai dengan undang-undang,‘ tambah SBY.

SBY selalu mendukung pemerintah daerah untuk selalu optimis dalam membangun daerahnya masing-masing. ‘Jangan kita jadi bangsa pesimis, mari kita jadi bangsa yang optimis seberat apapun persoalan, dengan kerja sama, Insya Allah segala persoalan bisa kita atasi dengan baik,‘ kata SBY menutup sambutannya.

Usai memberikan sambutan, Presiden SBY meresmikan jembatan modern tersebut dengan menekan rombol sirine. Pada saat yang bersamaan, Presiden SBY meresmikan beberapa proyek Riau dengan menandatangani 6 prasasti. Proyek-proyek tersebut antara lain, restorasi IStana Siak, renovasi Mesjid An-Nur Pekanbaru, Terminal Agrobisnis DUmai, Taman Nasional Zamrud Siak, Gedung Lembaga Adat Melayu Siak, serta Gedung Anjung Seni Idrus Tinttin Riau.

Acara dilanjutkan dengan peninjauan jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah dengan mengendarai golf car. SBY beserta Ibu Negara menelusuri badan jembatan dari arah utara menuju selatan sambil melambaikan tangan kepada masyarakat sekitar yang hadir. Dengan berjalan perlahan, Presiden SBY melihat dengan penuh seksama setiap sudut jembatan tersebut sambil diiringi dengan alunan lagu daerah RIau.

Setelah melakukan peninjauan, Presiden beserta rombongan langsung menuju rumah dinas Bupati Siak untuk bersantap siang bersama dan meihat-lihat hasil karya penduduk setempat yang disalurkan melalui Dekranas.

Sumber: www.presidensby.info



TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PADA ACARA

PERESMIAN JEMBATAN TENGKU AGUNG SULTANAH LATIFAH

KABUPATEN SIAK, PROVINSI RIAU

11 AGUSTUS 2007

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Menteri Pekerjaan Umum dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,

Yang saya hormati para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia,

Yang saya hormati Saudara Gubernur Provinsi Riau dan para Pejabat dan Pimpinan yang bertugas di Riau, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan POLRI, termasuk tentunya Saudara Bupati Siak dengan jajarannya,

Yang saya cintai dan saya muliakan para Ulama dan Pemuka Agama, para Tokoh Adat, para Tokoh Masyarakat, para Cendekiawan, para Budayawan dan segenap unsur generasi muda,

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Pada kesempatan yang membahagiakan dan Insya Allah penuh berkah ini, saya mengajak Hadirin sekalian untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT karena kepada kita masih diberi kesempatan, diberi kekuatan, dan diberi kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Kita juga bersyukur, pada hari ini kita dapat hadir untuk menyaksikan peristiwa yang bersejarah Peresmian Jembatan Siak Tengku Agung Sultanah Latifah yang sudah lama kita nanti-nantikan untuk berdiri.

Saudara-saudara yang saya cintai dan saya banggakan,

Terbang tinggi burung camar ke langit biru
Menyapa awan dengan tawa dan alunan dendang yang merdu
Beta bahagia dapat datang kembali ke bumi melayu
Bergandengan tangan membangun Riau ke arah yang lebih maju

Saya mengucapkan selamat, terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada segenap pimpinan yang bertugas di Provinsi Riau ini. Bersama unsur Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan bersama masyarakat luas yang saya lihat langsung tahun-tahun terakhir telah dapat membangun Riau secara nyata menuju masa depan yang lebih baik. Semua itu terwujud karena tekad yang kuat, komitmen yang tinggi, tanggung jawab yang besar dan kebersamaan dengan seluruh rakyat yang ada di Provinsi ini. Atas nama negara dan Pemerintah sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Pembangunan 8 proyek penting yang Insya Allah akan kita resmikan hari ini akan dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan saudara-saudara yang ada di Provinsi ini. Saya juga menyampaikan penghargaan atas prakarsa Pimpinan Daerah untuk membantu masyarakat di dalam meningkatkan kegiatan ekonominya dan juga membantu mereka untuk menigkatkan kesejahteraannya, sebagaimana yang kita saksikan secara simbolis tadi. Kalau ini dipertahankan, pembangunan digalakkan, bantuan kepada masyarakat, terutama mereka yang termasuk golongan kurang mampu atau miskin, maka bukan hanya kesejahteraan yang meningkat di Provinsi ini, tetapi juga keadilan diantara saudara-saudara kita. Karena kalau Riau maju, harus maju bersama, kalau Riau makin makmur, harus makmur bersama, bukan hanya makmur bagi sebagian orang.

Hadirin yang saya hormati,

Saya mencatat selama saya mengemban amanah hampir 3 tahun ini berbagai pembangunan telah dilaksanakan di seluruh wilayah Riau. Saya juga mencatat, bahwa para Pimpinan Daerah yang bertugas di Provinsi ini ingin benar melaksanakan kebijakan dan instruksi saya selaku Presiden yang berulang kali saya sampaikan.

Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengingatkan kembali kepada yang sedang mengemban amanah, baik itu Saudara Gubernur, Bupati, Walikota dan siapapun yang sedang menjalankan tugas di Riau ini untuk benar-benar menjalankan pembangunan sesuai dengan 7 prioritas yang telah saya sampaikan sejak akhir tahun 2004.

Yang pertama adalah kurangi kemiskinan. Kedua, kurangi pengangguran. Ketiga, tingkatkan pendidikan. Keempat, tingkatkan kesehatan. Kelima, bangun infrastruktur atau prasarana kehidupan. Keenam, bangun pemerintahan yang baik dan berantas korupsi. Dan yang ketujuh, berikan pelayanan yang baik kepada rakyat.

Mari kita sukseskan prioritas ini. Rakyat bantulah para pemimpinnya, berikan pengawasan, ingatkan bahwa 7 prioritas ini harus dijalankan secara sungguh-sungguh karena semuanya adalah untuk rakyat kita.

Ekonomi, alhamdulillah setelah kita mengalami krisis yang luar biasa, tahun-tahun terakhir ini sudah mulai bangkit dan kembali tumbuh. Saya ingatkan kepada para Pimpinan Daerah di seluruh tanah air tentunya bukan hanya yang ada di Riau, agar yang dijadikan sasaran bukan hanya pertumbuhan, tapi 4 sasaran yang berkaitan dengan ekonomi kesejahteraan. Pertama, ekonomi memang harus tumbuh. Saya senang pertumbuhan ekonomi Riau cukup tinggi 8% lebih, jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional kita. Tapi yang penting juga dengan pertumbuhan ekonomi, kurangi pengangguran, cegah naiknya harga-harga kebutuhan pokok dan di atas segalanya sekali lagi kurangi kemiskinan. Empat-empatnya tidak boleh dipisahkan pertumbuhan, harga yang terjangkau, lapangan kerja yang makin banyak dan akhirnya kemiskinan yang makin berkurang.

Saudara-saudara,

Provinsi Riau sesungguhnya harus bersyukur karena dibandingkan dengan Provinsi-provinsi lain di Indonesia ini kemampuan fiskalnya, kemampuan anggarannya cukup tinggi. Tetapi fiskal yang tinggi ini, anggaran yang besar ini, jika tidak dikelola dengan baik, melalui program-program yang konkret dan tepat dan tidak mendapatkan dukungan rakyat, tidak ada artinya. Saya ingin melihat Riau sekarang dan ke depan dengan kuatnya kemampuan untuk membiayai pembangunan, maka hasilnya semakin konkret, semakin nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang ada di Provinsi ini.

Saudara-saudara,

Saya setuju dengan Saudara Gubernur, infrastruktur sangat penting untuk kita terus bangun. Terus terang karena kita mengalami krisis selama 7 tahun, 1998 sampai 2005 infrastruktur tidak kita bangun secara memadai di seluruh Indonesia, mengapa? Karena uang kita memang kurang. Oleh karena itulah, kita sadar dengan makin pulihnya ekonomi, maka infrastruktur, apakah jalan-jalan, jembatan, sebagaimana yang akan kita resmikan hari ini, bandara, pelabuhan, irigasi untuk pertanian dan lain-lain harus kita bangun secara sungguh-sungguh dalam skala yang makin besar. Ini pertama-tama untuk memberikan rasa keadilan. Tentu setelah 62 tahun merdeka, rakyat kita ingin mendapatkan kemudahan-kemudahan dari infrastruktur itu.

Yang kedua, dengan makin besarnya infrastruktur, makin lengkapnya, maka ekonomi akan bergerak. Kalau ekonomi bergerak, sekali lagi kesejahteraan akan dapat kita tingkatkan. Oleh karena itu, saya dukung penuh pengembangan infrastruktur dan karena biayanya mahal, setelah dibangun tolong dipelihara dengan baik.

Untuk menambah infrastruktur di waktu yang akan datang, mari kita satukan dana dari Pemerintah Pusat, dana dari Pemerintah Provinsi dan dana dari Pemerintah Kabupaten dan Kota, begitu sebenarnya sifat gotong-royong kita di dalam membangun di negeri ini.

Berikutnya lagi, pemberdayaan ekonomi rakyat sangat penting, Saya ingin di Riau ini usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah makin berkembang. Kalau mereka menghadapi persoalan permodalan Pak Gubermur, Pak Bupati, Pak Walikota dan semuanya bantu mereka mendapatkan akses permodalan. Kalau mereka mengalami kesulitan untuk memberikan semacam jaminan kepada pihak bank, bantu agar mereka tidak mendapatkan kesulitan karena tanpa modal mereka tidak bisa bergerak. Setelah ada modalnya, bantu pula untuk memasarkan produk-produk usaha kecil dan menengah itu.

Oleh karena itu, saya dukung, saya sambut prakarsa baru Pimpinan di Riau untuk mengalirkan kredit usaha mikro, kredit mikro, ini sangat penting. Saya tidak ingin kredit hanya mengalir pada usaha-usaha yang besar. Mulailah kita alirkan lebih banyak lagi untuk usaha kecil dan usaha menengah. Dalam mengembangkan usaha kecil dan menengah, tolong libatkan kaum perempuan. Banyak kisah sukses di negara-negara yang lain, karena semua dilibatkan. Dengan demikian, biaya yang kecil, modal yang kecil, kalau semua dilibatkan, maka hasilnya akan lebih baik.

Hadirin sekalian,

Di bidang pendidikan, mari kita sukseskan pembangunan pendidikan dengan tema pendidikan ini makin ke depan harus makin berkualitas, tidak boleh kalah mutu pendidikan negeri kita dengan misalnya Singapura, Malaysia dan negara-negara lain. Selain berkualitas, harus mudah, permudah kesempatan bagi anak-anak kita untuk bersekolah. Setelah itu, apabila ekonomi makin baik, bikin pendidikan yang murah. Dan bagi yang tidak mampu, kaum miskin, kita bikin gratis. Inilah yang saya minta kerjasama Pemerintah Pusat dan Daerah untuk menyukseskan pendidikan itu.

Saya bangga bahwa Riau telah bisa menganggarkan lebih dari 20% untuk pendidikan dan saya himbau di Riau banyak perusahan-perusahan besar, tolong berikan beasiswa kepada putera-puteri Riau, terutama mereka yang tidak mampu. Sebab kalau rakyatnya makin pandai, semua perusahaan juga akan lebih berhasil lagi di tempat ini.

Di bidang kesehatan, kita ingin menjadi bangsa yang sehat. Tolong dihidupkan kembali usaha peningkatan kesehatan masyarakat Posyandu, imunisasi, program-program kesehatan perdesaan, termasuk rumah sakit-rumah sakit dan sukseskan pengobatan gratis bagi kaum miskin dengan Program Askeskin. Saya minta ditingkatkan. Dan kalau bidan, perawat, tenaga medis sudah ditingkatkan kesejahteraannya, saya minta lakukan pelayanan kepada masyarakat sebaik-baiknya. Dengan demikian, rakyat kita akan merasa lebih tenang, karena kalau sakit bagi yang tidak mampu, tidak perlu bayar, kemudian yang mampu ya bayar dan kemudian dilayani dengan baik oleh para dokter, para bidan dan para perawat.

Saudara-saudara,

Cara mengurangi kemiskinan, saya setuju jangan terus-menerus hanya diberi ikannya, tapi berilah kailnya agar mereka belajar mandiri, belajar mencari meningkatkan pendapatannya. Pemberian areal untuk kebun sawit itu salah satu bentuk dari reforma agraria adalah tepat dan juga pemberian dana bergulir untuk usaha kecil dan menengah di masing-masing desa juga tepat. Karena dengan demikian, kalau itu semua bergerak, maka kemiskinan dengan sendirinya akan berkurang. Kail penting, tapi ajari bagaimana menggunakan kail itu. Artinya setelah diberikan dana bergulir, diberikan bibit, diberikan tanah-tanah untuk dikelola ajari, bimbing agar mereka betul-betul berusaha secara baik.

Listrik. Saya tahu kebutuhan nasional listrik besar sekali. Saudara ingat, bahwa sampai dengan tahun 2005 yang lalu, listrik yang kita miliki ini jumlahnya 25.000 Megawatt sejak Indonesia merdeka. Dulunya cukup, sekarang tidak cukup, apalagi industri, komersial, rumah tangga tumbuh dengan pesat. Satu-satunya jalan secara nasional kita harus menambah listrik itu.

Dalam 3 tahun mendatang sejak 2006 yang lalu, kita melakukan crash programme penambahan listrik untuk 10.000 Megawatt lagi, ini pun belum tentu mencukupi. Mari kita lakukan berbagi upaya, termasuk pihak swasta, daerah saya persilakan untuk mengembangkan cara-cara yang tepat utnuk menambah daya listrik ini. Oleh karena itu, teruskan kerjasama dengan Timur Tengah, kerjasama dengan negara-negara sahabat, agar bisa dilakukan kerjasama yang baik, listriknya bertambah yang semuanya itu mendatangkan manfaat bagi kita semua.

Perumahan juga sangat penting, kita menyaksikan di kota-kota besar sekarang ini, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, pembangunan perumahan tumbuh sangat luar biasa gedung-gedung, tempat perbelanjaan dan lain-lain. Tapi jangan dilupakan, bahwa yang harus juga menjadi perhatian kita, bahkan prioritas kita membangun perumahan sederhana, perumahan layak huni untuk saudara-saudara kita. Oleh karena itu, sukseskan, lanjutkan membangun perumahan layak huni ini dan disertai fasilitas yang melekat, jangan sampai membangun perumahan listriknya tidak ada, jangan sampai membangun perumahan pasarnya jauh sekali dan lain-lain. Lengkapi semuanya itu dan pastikan bahwa harga rumah itu juga terjangkau oleh rakyat kita.

Saudara-saudara,

Itulah yang perlu saya tekankan dan garis bawahi. Dan saya optimis Riau masa depan adalah Riau yang indah, Riau yang maju dan Insya Allah Riau yang makmur bagi seluruh penghuninya. Berkali-kali saya menekankan, ketika saya terbang di atas Riau, saya berjalan di daratan di Riau ini, saya pelajari sumber dayanya, saya pelajari letaknya di kawasan Asia Tenggara, saya pelajari kekayaan alam yang dikandungnya, saya pelajari karakter dan semangat manusia yang ada di Bumi Melayu ini, saya optimis bahwa apabila kita sungguh bekerja keras, Saudara memiliki tekad, mengembangkan semuanya, berkreasi, berinovasi tidak akan lama lagi Riau akan bangkit dan tumbuh menjadi Provinsi yang maju dan sejahtera.

Gunakan kerjasama di sekitar kawasan ini. Saya dorong Saudara Gubernur dengan jajarannya lakukan kerjasama dengan Malaysia, dengan Singapura dan pihak-pihak lain sesuai dengan undang-undang yang berlaku agar semua peluang, semua potensi dapat digunakan untuk meningkatkan ekonomi dan akhirnya dengan ekonomi yang meningkat itu, meningkatkan kesejateraan rakyat.

Itulah Saudara-saudara yang dapat saya sampaikan disertai doa dan harapan saya semoga Saudara-saudara semua dapat menuju ke masa depan yang lebih baik. Jangan kita menjadi bangsa yang pesimis, marilah kita menjadi bangsa yang optimis. Seberat apapun persoalan yang dihadapi, insya Allah akan dapat kita atasi, kita akan membangun. Orang yang beriman adalah orang yang optimis, marilah kita lakukan itu tepat pada bulan Agustus, kita bulatkan tekad dan semangat kita untuk membangun negeri tercinta ini menuju masa depan yang makin damai, makin adil, makin demokratis dan makin sejahtera.

Dengan harapan, ajakan itu semua, sambil memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa dan seraya mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, maka Jembatan Siak Tengku Agung Sultanah Latifah dan berbagai proyek pembangunan yang lain di Provinsi Riau ini dengan resmi saya nyatakan digunakan operasinya.

Sekian. Semoga Tuhan Yang Maha Besar, Allah SWT senantiasa membimbing perjalanan kita, seraya memberikan bimbingan, petunjuk, dan lindungan-Nya.

Sekian.
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

*****

Sumber : Biro Pers dan Media (Rumah Tangga Kepresidenan)

Kembali ke atas.



Dibaca : 2.055 kali.

Tuliskan komentar Anda !