Close
 
Rabu, 3 Juni 2026   |   Khamis, 17 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 6.910
Kemarin : 37.387
Minggu kemarin : 255.953
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

11 november 2009 05:30

Walikota Medan Akan Buka Medan Arts Festival

Pelukis Medan Harus Mampu Mainkan Peran di Kancah Internasional
Walikota Medan Akan Buka Medan Arts Festival

Medan, Sumatra Utara - Pelukis Medan harus mampu memainkan perannya di kancah nasional dan internasional terutama di sektor pariwisata sekaligus  menyiratkan pesan nilai-nilai budaya untuk memperkukuh budaya nasional.

“Pesan budaya tersebut antara lain mencakup kreatifitas dan motivasi yang dapat memperkuat budaya nasional”, kata Ketua Umum Dewan Kesenian Medan (DKM), Hj Anita Ch Daryatmo saat berbincang dengan Analisa di sela Medan Arts Festival DKM di Hotel Tiara Medan, Minggu (8/11).

Medan Arts Festival (MAF)  tersebut dirangkaikan dengan Lomba Lukis Anak-anak dan Pameran Lukisan. Lomba lukis tingkat SD itu diikuti 120 peserta. Sementara pameran lukisan yang diikuti belasan pelukis dengan menampilkan 115 karyanya merupakan lanjutan pameran yang diadakan sebelumnya.

Anita menjelaskan Medan MAF merupakan salah satu program kerja DKM.

DKM membantu  kegiatan pameran karya seniman Medan dengan menyediakan tempat dalam jangka panjang untuk publikasi maupun pemasaran karya-karya mereka. DKM juga mengucapkan terima kasih atas perhatian manajemen Hotel Tiara terhadap  dunia kesenian di daerah ini.

“Seniman dan karyanya merupakan gambaran unik bagi masyarakat dunia. Dia simbol dan karakteristik bangsa. Karena itu karya mereka  pantas dikoleksi dan diabadikan sehingga menghubungkan antara hasil karya dengan penikmat”, katanya.

Melihat tema yang digarap pelukis Medan ini sangat bervariasi dan diungkapkan dalam bentuk realis maupun non realis. Kehidupan manusia merupakan pokok masalah mengandung nilai yang harus divisualisasikan secara artistik.

Pemaknaan isi lukisan inilah   menimbulkan dampak positif bagi pembangunan dan kemajuan di berbagai aksi. Apakah dalam bentuk pemikiran maupun produk. Semua ini sangat dibutuhkan.

“Justru itu  peran DKM terus mendorong pelukis untuk berpikir, merenung dan beraktifitas”, kata Anita yang didampingi Komite Tari DKM Effendi Jamal, Komite Teater Alimuddin R Sutan dan Syahrudin Harahap, pelukis Medan.

Agenda

Terkait agenda MAF, sekretaris panitia Ali Imran menjelaskan pada Jumat (13/11) menurut rencana Walikota Medan membuka MAF. Selain  lomba lukis dan pameran lukisan, MAF yang berlangsung hingga 5 Desember, panitia juga menggelar berbagai kesenian.

Diantaranya tari Zapin, Kreasi Daerah Multi Etnis Tingkat SD (di Hotel Tiara), Panggung Teater Kotemporer DKM (Taman Budaya), Apresiasi Seni Tari Tradisional dan Sendratari Tradisional (Wisma Kartini), Lomba Baca Puisi (Gedung RRI), Parade Teater Tradisional Tonil Bangsawan, Randai Minang, Opera Batak, Ketoprak Dor (Gedung PWI), Workshop Penyanyi, Lagu Seriosa dan Pemutaran Film Pendek (di Taman Budaya Medan). (bay)

Sumber: http://www.analisadaily.com
Kredit Foto: http://heiroyuki.blogspot.com


Dibaca : 2.702 kali.

Tuliskan komentar Anda !