Close
 
Selasa, 9 Juni 2026   |   Arbia', 23 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.137
Hari ini : 16.944
Kemarin : 24.704
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

14 november 2009 01:15

Grup Kolintang SDN 11 Pukau Penonton

Grup Kolintang SDN 11 Pukau Penonton

Samarinda, Kalimantan Timur - Lantunan lagu Cari Jodoh (Wali) membuat para penonton yang hadir pada Festival Seni Kudungga itu terkesima, di Taman Budaya Samarinda Selasa (10/11) malam.

Pasalnya lagu tersebut dimainkan dengan alat musik tradisonal Sulawesi Utara yaitu kolintang yang dimainkan oleh siswa kelas lima dan enam SDN 011 Jl Selendreng Tenggarong. Hal itu terlihat dari beberapa penonton yang hadir ikut bertepuk tangan dan menyanyi mengiringi musik itu.

Faujiah, salah satu di antara penonton mengatakan penampilan Grup kolintang SDN 011 Tenggarong tersebut bagus dan unik. "Karena ini sesuatu yang unik. Anak-anak SDN piawai mainkan kolintang," ujar mahasiswa Unmul Samarinda itu.

Selain lagu Cari Jodoh, pemusik kolintang SDN 011 Tenggarong itu juga membawakan lagu Berkibarlah Benderaku, Sepasang Mata Bola, Hari Merdeka, Mimpi serta lagu tradisonal Kutai Buah Ara.

Kepala SDN 011 Margayawati mengatakan bermain musik Kolintang merupakan hal yang baru bagi sekolahnya karena alat musik daerah Minahasa itu baru dimiliki sejak akhir tahun 2008 lalu. “Sejak Maret 2009 ini para siswa mulai diajarkan memainkan kolintang, sebagai pelajaran ekstra. Dari kelas 1 sampai kelas 6 punya satu grup kolintang,” ujarnya.

Dikatakannya bahwa siswanya tersebut awal unjuk kebolehan pada event Lanjong Art Festival di gedung Velyny Maret lalu, setelah itu pada Juni diminta tampil pada perpisahan MAN Unggulan Tenggarong di Hotel Singgasana. Grup ini juga tampil pada pawai pembangunan Agustus lalu, kemudian tampil untuk menghibur  acara ramah tamah HUT RI Pemkab Kukar.

Sementara itu Agus Rismansyah, pelatih musik kolintang yang juga tergabung dalam bengkel musik tradisional kontemporer Topa Tenggarong mengatakan, awal melatih siswanya memang sulit. Terlebih alat musiknya berorientasi pada Etnomusikologi (music tradisional) yang jarang ditemui, tetapi atas kesabarannya dan karena semangat siswa yang tinggi  akhirnya dirinya mulai berhasil menggarap musik tersebut. “Dalam tempo tiga bulan akhirnya garapan musik ini Alhamdulillah mulai berhasil, dan bisa ditampilkan,” ujar pria 23 tahun yang akrab disapa Aci itu.

Aci mengatakan kedepannya akan mengikut sertakan anak didiknya jika ada festival seni. Saat ini dirinya mulai menggarap kolaborasi kolintang dengan angklung serta alat musik gambus (tingkilan Kutai), semuanya dimainkan siswa SDN 011 Tenggarong.

"Kami juga  merencanakan pagelaran tunggal atau konser kolintang dan kolaborasinya, tapi waktunya belum tahu. Mungkin pertengahan 2010," ungkapnya. (hmp03)

Sumber: http://www.kaltimpost.net
Kredit Foto: http://blog.firstari.com


Dibaca : 1.671 kali.

Tuliskan komentar Anda !