Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
16 november 2009 04:00
Seniman dan Budayawan Sumut Dianugerahi Penghargaan Prestasi
Medan, Sumatra Utara - Dua puluh seniman dan budayawan dari 10 kabupaten/kota di Sumut mendapat penghargaan prestasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut.
Penyerahan penghargaan prestasi yang masih berkaitan dengan kegiatan Sumut Gema Pariwisata (Sumut GEMPAR) 2009 tersebut diserahkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Ir Hj Nurlisa Ginting MSc di Hotel Dharma Deli, Jumat (13/11).
Para seniman yang mendapat penghargaan tersebut yakni, Abdul Rahim seniman Teater dari Tebing Tinggi, Rosmaulina Pelatih Tari dari Simalungun, Hulman Siregar Seniman Ukir dari Taput, Jamaluddin Komedian dari Langkat, Amunah SPd Seni Tari dari Langkat, Irma Darmayanti Seni Tari dari Tanjung Balai, Herwinsyah Sirait Seni Teater dari Tanjung Balai, Edison Nainggolan Seni Musik dari Tobasa, P Halomoan Simanjuntak Seni Ukir dari Tobasa, Ahiruddin Pasaribu Budayawan dari Tapanuli Tengah, Abdul Rahman Sinaga Seni Rupa dari Tapanuli Tengah dan R Soetrisman Budayawan dari Asahan.
Lebih Terpacu
Pada penyerahan itu Nurlisa ginting menyampaikan, dengan pemberian penghargaan diharapkan para seniman bisa lebih terpacu sekaligus dapat meningkatkan prestasinya untuk terus berkarya dan menciptakan inovasi baru.
“Selain itu, melalui acara ini kita juga berharap dapat lebih mempererat persatuan dan kesatuan di antara para seniman daerah di Sumut ini,” kata Nurlisa.
Ketua Panitia Dra Cut Umi yang juga Kabid Bina Seni dan Budaya menambahkan penghargaan tersebut diserahkan kepada 20 seniman dari 10 kabupaten/kota se-Sumut, dengan harapan para seniman bisa lebih meningkatkan kreatifitasnya di bidang seni yang digelutinya.
Dalam acara tersebut juga digelar dialog tentang budaya yang menghadirkan pembicara Drs Antilan Purba MPd, Syainul Irwan SH MSi. Dalam dialog itu, Antilan yang juga dosen di Unimed ini merasa prihatin bahwa para seniman sendiri yang ada di daerah ini sama sekali tidak peduli. Karena ketidakpedulian tersebut, anak sekarang banyak yang tidak kenal dengan para sastrawan maupun seniman di Sumut.(mc)