Close
 
Senin, 6 Juli 2026   |   Tsulasa', 20 Muharam 1448 H
Pengunjung Online : 2.512
Hari ini : 33.525
Kemarin : 32.542
Minggu kemarin : 251.743
Bulan kemarin : 7.211.288
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

16 november 2009 05:00

Manifestasi Budaya, Kubah Masjid Sabilal Muhtadin Tetap seperti `Tanggui`

Manifestasi Budaya, Kubah Masjid Sabilal Muhtadin Tetap seperti `Tanggui`

Banjarmasin, Kalimantan Selatan - Renovasi pembangunan masjid terbesar di Kalimantan Selatan Sabilal Muhtadin tetap mempertahankan kubah dengan arsitektur "tanggui" seperti topi khas wanita Kalsel yang terbuat dari daun nipah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalsel Arsyadi di Banjarmasin, Jumat, mengatakan, arsitektur kubah yang mirip tanggui sudah menjadi ciri khas Masjid Sabilal Muhtadin sehingga tidak mungkin diubah.

"Pembuatan kubah tanggui pada dasarnya jauh lebih rumit dibanding membangun kubah lainnya. Walau demikian, arsitektur tersebut tetap akan dipertahankan," katanya.

Menurut dia, kubah tanggui merupakan manivestasi dari budaya asli Banjar dan menjadi salah satu ciri kemegahan masjid yang kini dalam proses renovasi.

Selain kubah masjid, kubah menara, dan beberapa sisi bangunan lainnya, kata Arsyadi, tetap dipertahankan seperti aslinya.

Untuk pembangunan dalam masjid, seperti lantai dan dinding, dia mengatakan bahwa bagian itu kemungkinan akan mengalami perubahan arsitektur menjadi lebih megah.

Pembangunan masjid yang berusia 30 tahun tersebut dilakukan karena kondisi masjid rusak parah, atap bocor, dan lantai yang mulai miring.

Proyek pembangunan tersebut mendapat alokasi dana sekitar Rp 39,8 miliar dari dua tahun anggaran APBD Kalsel yang pelaksanaannya dilakukan PT Waskita Karya cabang Kalsel dengan nilai kontrak Rp 37,9 miliar.

Sementara itu, ia juga mengatakan bahwa proses pembangunan aula masjid yang sudah dimulai beberapa bulan lalu sudah selesai.

"Saat masjid dibongkar, shalat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya dipindahkan ke aula, hingga Februari 2010," katanya.

Aula tersebut, lanjut dia, selanjutnya akan dimanfaatkan, baik untuk kegiatan bisnis maupun kegiatan keagamaan lainnya.

"Terserah pengurus masjid mau dimanfaatkan untuk apa aula tersebut, bisa untuk pernikahan maupun lainnya," katanya.

Sumber: http://oase.kompas.com


Dibaca : 2.841 kali.

Tuliskan komentar Anda !