Kamis, 30 April 2026 |Jum'ah, 13 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini
:
4.384
Kemarin
:
24.716
Minggu kemarin
:
169.256
Bulan kemarin
:
15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
21 november 2009 03:30
Depbudpar Gelar GN Cinta Museum 2010
Bengkulu - Direktur Museum Departemen Pariwisata dan Kebudayaan Intan Mardiana mengatakan, pada 2010 akan digelar gerakan nasional Cinta Museum untuk merevitalisasi seluruh museum di Tanah Air.
"Setelah program Ayo ke Museum, tahun 2010 akan digelar Gerakan Nasional Cinta Museum sehingga seluruh museum di tingkat provinsi akan direvitalisasi," katanya, saat menghadiri pembukaan Pameran Koleksi Islam Museum se-Sumatera, di Bengkulu, Kamis (19/11).
Melalui gerakan tersebut diharapkan seluruh museum yang ada di Tanah Air mampu menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal dan lebih mencintai sejarah masing-masing.
Apalagi, pasca-gempa bumi yang melanda Sumatera, khususnya Sumatera Barat, yang mengakibatkan 300 koleksi keramik di Museum Negeri Sumatera Barat rusak. "Ini juga melatarbelakangi kegiatan GerakanNasionalCintaMuseum ini," katanya.
Intan mengatakan, seiring dengan otonomi daerah maka pengelolaan museum dan peningkatan mutu sepenuhnya diserahkan ke masing-masing pemerintah daerah.
Termasuk anggaran dana sangat minim dari pusat dan selebihnya dibebankan pada daerah. "Karena semua aset museum itu adalah aset daerah setempat, jadi diharapkan peran pemerintah daerah yang paling besar," katanya.
Pameran koleksi Islam museum se-Sumatera merupakan salah satu agenda penting untuk menggali kembali sejarah dan keterkaitan budaya masyarakat Sumatera dengan pengaruh Islam.
Dalam pameran yang diikuti delapan provinsi dan sembilan museum tersebut dipamerkan sejumlah benda sejarah yang berhubungan dengan Islam, mulai dari kaligrafi, perabot rumah tangga, dan peralatan memasak yang bertulisan huruf Arab dan pakaian yang bermotif Islam.
Museum yang memamerkan benda sejarah, yaitu Museum Negeri Aceh, Medan, Padang, Riau, Palembang, Jambi, Lampung, Bengkulu, dan Museum Sultan Mahmud Badarudin II, katanya.