Close
 
Sabtu, 13 Juni 2026   |   Ahad, 27 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 5.715
Kemarin : 18.545
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

26 desember 2009 02:24

Ulama Asia Tenggara Bahas Syariat Islam di Aceh

Ulama Asia Tenggara Bahas Syariat Islam di Aceh
Meulaboh, NAD - Sebanyak 600 orang ulama se-Asia Tenggara, akan hadir ke Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Mereka akan menggelar musyawarah (muzakarah) membahas penerapan syariat Islam di Bumi Teuku Umar, serta di Aceh pada umumnya. Mereka akan membahas sejumlah persoalan agama dan kejayaan Islam pada masa Sultan Iskandar Muda. Pertemuan ini akan melibatkan para ahli agama, pakar, serta cendikiawan yang berasal dari negara-negara Asia Tenggara tersebut akan dipusatkan di Masjid Agung Baitul Makmur, Seuneubok, Meulaboh, Aceh Barat selama tiga hari.

Diharapkan, hasil musyawarah tersebut mampu membangkitkan kembali penerapan syariat Islam di Serambi Mekkah termasuk masalah agama yang dihadapi dunia-dunia Islam saat ini. Bupati Aceh Barat, Ramli MS, Selasa (22/12) mengatakan, muzakarah ulama akan berlangsung pada bulan Maret 2010. Persiapan untuk menggelar even akbar hingga kini terus dilakukan. “Kita (Pemkab) telah membentuk pantia kecil guna melaksanakan kegiatan ini, dan semua ulama yang kita undang menyatakan telah bersedia hadir di Bumi Teuku Umar,” katanya.

Menurut Ramli, untuk menyiapkan kegiatan pihaknya dalam beberapa hari mendatang akan menerima tamu dari Ulama Malaysia guna membicarakan pertemuan dimaksud di Meulaboh. Bahkan, katanya, semua persiapan juga telah merampungkan semua persiapan untuk menerima dan menyambut ratusan ulama yang diperkirakan berjumlah sebanyak 600 orang dari sejumlah negara di Asia Tenggara.

Tujuan muzakarah ulama se-Asia Tenggara di Meulaboh, menurut Ramli untuk mengkaji sekaligus membahas penerapan syariat Islam di wilayah itu termasuk Provinsi Aceh. Dalam pertemuan itu para ulama itu juga akan membicarakan sejumlah persoalan yang dialami oleh dunia Islam terkait konflik serta tuduhan teroris yang dicap oleh negara kafir terhadap umat muslim di dunia. Termasuk kejayaan Islam di Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda, serta mengkaji mengapa bisa terjadinya konflik di Aceh.

Adapun ulama yang akan hadir itu nantinya berasal dari negara Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Singapura, serta perwakilan ulama dari dalam negeri termasuk unsure pemerintah Indonesia dari Jakarta. Sedangkan pertemuan itu akan berlangsung selama tiga hari dengan jadwal yang belum bisa ditentukan.

Ia berharap, dalam pertemuan para ulama seluruh negara Asia Tenggara tersebut mampu melahirkan sejumlah rekomendasi pelaksanaan syariat Islam serta solusi terbaik terhadap persoalan agama yang kini sedang terjadi. “Mudah-mudahan dalam kegiatan ini akan membawa sejumlah hal positif khususnya demi kejayaan Islam,” ujarnya. (edi)

Sumber : serambinews.com
Kredit Foto : muhammadjabir.wordpress.com


Dibaca : 2.229 kali.

Tuliskan komentar Anda !