Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
16 januari 2010 06:00
BKPBM Gelar Workshop Internasional Diaspora Melayu
Yogyakarta, MelayuOnline – Sejak zaman dahulu, bangsa Melayu telah dikenal sebagai bangsa petualang yang gagah berani. Orang-orang Melayu adalah kaum diasporian yang terdiri dari para pelaut tangguh dan bernyali tinggi. Kaum diasporian Melayu ini gemar menjelajah samudera untuk mengunjungi negeri-negeri lain, terutama dalam rangka menjalin relasi perniagaan. Selain mengemban misi dagang, diaspora yang dilakukan orang-orang Melayu juga disebabkan oleh faktor-faktor lain, seperti hubungan diplomatik antar kerajaan/bangsa, dampak peperangan, serta imbas dari kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa.
Kaum diasporian Melayu membawa kebudayaan Melayu ke negeri-negeri tujuan yang kemudian ditinggalinya. Di negeri orang itu, orang-orang yang datang dari bumi Melayu lalu menjalin hubungan dengan penduduk setempat. Hubungan antara dua kebudayaan yang berbeda tersebut pada akhirnya melahirkan suatu kebudayaan baru yang di dalamnya masih terkandung nilai-nilai kebudayaan Melayu. Hingga saat ini, kebudayaan Melayu masih dapat ditemukan di hampir seluruh wilayah nusantara, kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, bahkan hingga sampai ke Madagaskar dan Afrika Selatan. Namun, belum ada persatuan yang masif di antara kaum diasporian Melayu tersebut.
Untuk itulah, diperlukan suatu tindakan untuk memperkuat wacana diaspora Melayu demi terwujudnya persatuan di antara puak-puak Melayu yang tersebar di berbagai tempat di beberapa belahan dunia tersebut. Sebagai tindak lanjut atas wacana itu, maka Balai Kajian dan Pengembangan Kebudayaan Melayu (BKPBM) akan bertindak sebagai tuan rumah dalam workshop internasional bertajuk “Revisiting Malay Diaspora for Malay World Networking” atau “Meninjau Ulang Diaspora Melayu untuk Membangun Jejaring Melayu Sedunia”.
Workshop diaspora Melayu ini akan diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada hari Senin – Selasa, tanggal 18 – 19 Januari 2010, bertempat di Balai Kajian dan Pengembangan Melayu di Jalan Gambiran, No. 85 A, Yogyakarta. Acara yang diadakan untuk memperingati Milad www.MelayuOnline yang ke-3 ini rencananya akan menghadirkan sejumlah tokoh Melayu lintas negara antara bangsa, termasuk dari Malaysia, Brunei Darussalam, serta Indonesia. Portal www.MelayuOnline.com sendiri adalah pangkalan data tentang Melayu dan Kemelayuan terbesar dan terlengkap yang ditubuhkan sejak 1 Muharram 1428 Hijriah atau 20 Januari 2007 oleh BKPBM pimpinan Mahyudin Al Mudra, SH, MM, di Yogyakarta.
Tokoh-tokoh pegiat kebudayaan Melayu yang akan memaparkan kertas kerjanya dalam workshop internasional ini antara lain Mahyudin Al Mudra, SH, MM (Pemangku BKPBM sekaligus Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi www.MelayuOnline.com), Dr. Aris Arif Mundayat (Direktur Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan Konsultan www.MelayuOnline.com), Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa-Putra (Guru Besar Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada sekaligus Konsultan www.MelayuOnline.com), Prof. H. Suwardi MS (Guru Besar Luar Biasa Program Studi Sejarah Universitas Riau, Pekanbaru), dan Gusti Kamboja (Sultan/Pemangku Adat Kesultanan Matan yang juga Ketua DPRD Ketapang).
Sedangkan para pembicara dari negeri-negeri Melayu serumpun yang sudah menyatakan kesediaan untuk berperan serta dalam acara ini di antaranya adalah Prof. Awang Hasmadi Awang Mois dari Department of Sociology-Anthropology Universiti Brunei Darussalam, Prof. Muhammad Haji Salleh dari Pusat Penyelidikan Dasar dan Kajian Antarabangsa Universiti Sains Malaysia, serta Dr. HJ. Mohd Sharifudin Yusop dan Dr. Halimah Hasan dari Fakulti Bahasa Moden dan Komunikasi Universiti Putra Malaysia.
Terdapat topik-topik yang akan dibahas dan didiskusikan dalam workshop internasional ini, adalah perdagangan dan budaya Melayu lama, kebudayaan Melayu dan persebarannya pada masa kolonial, jejak awal modernisasi Melayu, diaspora Melayu, keberagaman masyarakat Melayu, pembangunan bangsa Melayu pascakolonial, jejaring Melayu sedunia, serta Melayu dalam peradaban global.
Salah satu tindak lanjutyang diharapkan dapat direalisasikan setelah pelaksanaan workshop internasional ini adalah penerbitan buku tentang diaspora Melayu yang tentu saja akan memberi banyak kegunaan sebagai tambahan wawasan pengetahuan mengenai diaspora Melayu dan pluralisme, serta untuk memperkuat wacana persatuan di antara puak-puak Melayu yang tersebar di berbagai penjuru dunia.