Selasa, 30 Juni 2026   |   Arbia', 14 Muharam 1448 H
Pengunjung Online : 1.390
Hari ini : 22.236
Kemarin : 33.607
Minggu kemarin : 218.136
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

23 januari 2010 06:00

MelayuOnline.com Gelar Tasyakuran Milad Ke-3

Milad Melayuonline Ketiga
MelayuOnline.com Gelar Tasyakuran Milad Ke-3

Yogyakarta, Melayuonline.com - Mengakhiri rangkaian peringatan Milad ke-3 portal Dunia Melayu Sedunia, Melayuonline.com, sore kemarin (20/01) seluruh pegiat melayuonline.com menggelar tasyakuran sederhana sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan menggiatkan tamadun dunia melayu selama tiga tahun terakhir ini.

Setelah sukses menggelar workshop “Revisiting Malay Diaspora”, rangkaian peringatan Milad (ulang tahun) portal Melayuonline.com diakhiri dengan tasyakuran dan pemotongan tumpeng bersama seluruh pegiat Melayuonline.com. Hadir dalam acara tersebut antara lain Pemangku Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) sekaligus Pemimpin Redaksi Melayuonline.com, Mahyudin Al Mudra, SH., MM, konsultan Melayuonline dari UGM, Dr. Aris Arif Mundayat, seluruh redaktur, kru TI serta pegiat lainnya yang selama ini turut mendukung kerja Melayuonline.com.

“Di usianya yang baru menginjak tiga tahun, Melayuonline sudah mampu membuat pembacanya berdecak. Bayi bernama melayuonline.com itu sudah menyedot perhatian dan kekaguman dunia,” jelas Bang Mahyudin dengan raut wajah penuh keharuan.

Milad Ketiga Melayuonline.com ini memang tidak sesemarak Milad kedua tahun lalu. Di samping memang bukan menjadi ukuran keberhasilan, kesederhanaan yang tampak dalam Milad ketiga kemarin juga dipilih dengan berbagai pertimbangan.

“Saat ini Melayuonline sudah semakin dikenal bahkan melebihi lembaga induknya sendiri, yakni BKPBM. Oleh karena itu untuk mengimbanginya, kesemarakan seperti pada Milad kedua akan disajikan dalam Milad BKPBM pada tanggal 4 Juli besok,” ungkap Bang Mahyudin. Melayuonline.com, imbuh Bang Mahyudin, sudah memahami betul esensi dari keberhasilan, karena itu kesederhanaan tasyakuran ini tidak mengurangi sedikit pun makna syukur atas karunia yang diberikan Tuhan kepada Melayuonline.

“Oleh karena itu, saya lebih memilih istilah milad ketimbang ulang tahun. Sebab makna kata milad lebih reflektif dan esensial dalam melihat perjalanan, daripada kata ulang tahun yang kental dengan selebrasi,” jelas Datuk Cendekia Hikmatullah Kesultanan Serdang ini.

Dalam sambutannya, Bang Mahyudin kembali mengingatkan tentang tujuan awal pendirian portal Melayuonline.com, yakni untuk mengekalkan pelbagai khazanah tradisi Melayu dengan cara yang tidak tradisional, sehingga mozaik-mozaik tradisi dan budaya Melayu yang telah tercerai-berai oleh perjalanan waktu dapat disatukan kembali dalam sebuah hamparan dokumentasi yang utuh. Dalam perjalanannya, jejak menuju tujuan tersebut diraih Melayuonline.com bukan tanpa kesulitan. Pelbagai dinamika telah mewarnai sekitar 1000 hari perjalanan Melayuonline.com. Dinamika tersebut muncul sebagai gejala adanya dialektika di tubuh Melayuonline.com. Sebagai sebuah sumber daya, Melayuonline memiliki sumber daya yang sangat terbatas. Namun di sisi lain, impian-impian Melayuonline tidak terbatas. Tarik-menarik inilah yang menghasilkan ketegangan—ketegangan dalam artian positif yang kemudian melahirkan dialektika efektif yang mampu memenuhi isi kepala dan mental siapa saja yang bergiat di Melayuonline.

“Oleh karena itu, Melayuonline bukanlah sekadar idealisme, melainkan sebuah pilihan hidup. Siapapun yang bergiat di sini, Melayuonline.com akan menyajikan dinamika tersebut,” papar Bang Mahyudin.

Dalam sambutan reflektif tersebut, Bang Mahyudin juga memaparkan berbagai kebimbangan yang sempat mewarnai perjalanan Melayuonline.com.

“Adakah yang salah dengan tujuan Melayuonline.com? Sudahkah Melayuonline.com bermanfaat?” ungkap Bang Mahyudin. Menjawab pertanyaan tersebut, Bang Mahyudin lantas menjelaskan bahwa keyakinan atas impianlah yang akhirnya menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Penguraian jejak perjalanan terkadang membuat Melayuonline.com kembali menemukan lecutan-lecutan semangat, bahwa ternyata benar Melayuonline.com telah memberikan sesuatu. Meskipun eskalasinya masih belum bisa menjawab impian sepenuhnya, namun capaian tiga tahun usia Melayuonline.com sudah luar biasa.

“Tidak ada yang salah dengan impian-impian itu, dan workshop kemarin bisa menjadi salah satu buktinya,” jelas Mahyudin.

Refleksi atas impian dan konkretisasi itulah yang menjadi esensi dari Milad sederhana kemarin. Oleh karena itu, sebagai Pemimpin Redaksi sekaligus pendiri, Bang Mahyudin berpesan kepada Melayuonline agar tidak terlena dan berlebihan dalam memaknai tiga tahun perjalanan Melayuonline.com. “Apa yang masih kurang harus ditambahkan, dan janganlah tinggi hati dengan pencapaian ini,” pesan pria yang lahir di Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau ini.

Semangat lain juga dituangkan oleh konsultan Melayuonline.com, Dr. Aris Arif Mundayat. Dalam sambutannya, Ketua Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) UGM, ini melecutkan semangat seluruh pegiat melayuonline.com dengan menyampaikan arti penting solidaritas dan vitalitas jiwa muda dalam berdialektika.

“Di tangan anak-anak muda seperti kalianlah, Melayuonline.com bisa menjadi seperti sekarang,” ungkap doktor berjiwa muda yang mengajar di Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya UGM ini. Dan tak kalah penting dari itu, lanjut Mas Aris, adalah orientasi pada solusi yang perlu dikembangkan terus-menerus. Orientasi itu akan sangat berimplikasi pada nilai-nilai kebersamaan para pegiat Melayuonline.com.

Seusai sambutan Dr. Aris, doa bersama seluruh pegiat Melayuonline.com dilakukan dengan dipimpin oleh Agus Nadjib, S.Ag. Dalam pengantar doanya, Agus Nadjib, yang sehari-hari mengelola perpustakaan BKPBM, ini menyampaikan, “Kita berdoa, karena kita punya harapan. Dan semakin harapan itu mendekat, maka sudah seharusnya kita menambah tasbih kepada Allah.”

Memuncaki tasyakuran, didampingi Dr. Aris, Bang Mahyudin membelah tumpeng dan meniup lilin yang telah disediakan. Potongan pertama diberikan kepada Dr. Aris Arif Mundayat, yang selama ini telah membantu Melayuonline.com tanpa pamrih dan tulus. Selanjutnya, sembari memberikan selamat kepada Pemimpin Redaksi Ceritarakyatnusantara.com, dan Pengelola Biro Wisata Maharatu yang juga berulang tahun ada hari yang sama dengan Melayuonline, potongan kedua dan ketiga berturut-turut diberikan kepada Samsumi, S. ThI, M.A. dan Yuhastina Sinaro, S.Par. Setelah itu, potongan tumpeng diberikan kepada Elizabeth Murni, selaku redaktur termuda dan Reza Daffi, S.S selaku redaktur yang terakhir bergabung dengan Melayuonline.com.

(Adi Tri Pramono/brt-09/21-01-10)


Dibaca : 2.921 kali.

Tuliskan komentar Anda !