Close
 
Kamis, 28 Mei 2026   |   Jum'ah, 11 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 6.675
Kemarin : 28.620
Minggu kemarin : 221.971
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

12 februari 2010 06:00

Penganugerahan Gelar Laskar Istana Amantubillah

Liputan MelayuOnline ke Kerajaan Mempawah, Kalimantan Barat
Penganugerahan Gelar Laskar Istana Amantubillah

Mempawah, MelayuOnline – Peran Laskar dalam mendukung eksistensi Kerajaan Mempawah ternyata sangat penting. Tanpa Laskar, kesempurnaan Mempawah sebagai sebuah kerajaan dirasa belum lengkap, dan sebaliknya, para anggota Laskar diharapkan mengabdikan diri sepenuhnya demi kepentingan kerajaan. Pemaknaan istilah Laskar sendiri dalam konteks internal Kerajaan Mempawah bisa diartikan sebagai prajurit kerajaan atau dapat pula dipersamakan dengan kedudukan abdi dalem dalam tradisi yang berlaku pada sejumlah kerajaan di Jawa.

Sebagai bentuk pengakuan dan kebutuhan akan pentingnya peran Laskar dalam kehidupan pemerintahan Kerajaan Mempawah, maka pada hari Selasa (09/02) malam, keluarga besar Kerajaan Mempawah menggelar acara penganugerahan kepada para anggota Laskar yang mengabdikan dirinya untuk kepentingan kerajaan. Acara penganugerahan dilangsungkan di Istana Amantubillah Kerajaan Mempawah, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat, di mana Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa, berkenan memberikan secara langsung anugerah kepada para anggota Laskar Kerajaan Mempawah.

Acara penganugerahan pada malam itu dihadiri juga oleh istri Pangeran Ratu Mulawangsa, yakni Sinuhun Ratu Kencanawangsa, keluarga besar Kerajaan Mempawah, para petinggi Laskar Kerajaan Mempawah, dan tentu saja para anggota Laskar yang akan diberi anugerah. Selain itu, juga hadir para kerabat dari luar wilayah Kerajaan Mempawah, termasuk dari yang datang Bukittinggi (Sumatra Barat), Singapura, dan Brunei Darussalam.

Dalam sambutan yang disampaikan sebelum acara penganugerahan gelar dimulai, Pangeran Ratu Mulawangsa menyatakan bahwa pemberian gelar ini dimaksudkan sebagai wujud penghargaan dalam kekerabatan Kerajaan Mempawah. Tuanku Raja Mempawah menambahkan, dengan diberikannya anugerah gelar ini, diharapkan para Laskar dapat semakin menjunjung marwah demi kemajuan Kerajaan Mempawah. Kepada para Laskar, Pangeran Ratu Mulawangsa berpesan, “Tegaknya marwah tergantung pada kalian semua, bagaimana kalian menghargai kebudayaan.”

Prosesi Penganugerahan Gelar

Terdapat beberapa kategori penganugerahan yang diberikan pada malam itu, antara lain meliputi pemberian gelar dan pengangkatan kenaikan pangkat dalam struktur kelaskaran Kerajaan Mempawah. Malam itu, puluhan orang Laskar mendapat anugerah di balairung Istana Amantubillah di mana pelantikan dilakukan langsung oleh Pangeran Ratu Mulawangsa selaku Raja Mempawah. Kriteria orang-orang yang berhak memperoleh gelar dan mendapatkan kenaikan pangkat dalam kelaskaran sendiri tidak ditentukan secara sembarangan, melainkan setelah melalui proses penilaian dan pemilihan sesuai dengan jasa dan pengabdian yang telah dilakukan dalam mendukung kejayaan Kerajaan Mempawah.

Prosesi awal yang wajib dilakukan oleh calon penerima anugerah adalah memakan sejumlah jenis makanan yang sudah disiapkan, seperti telur, nasi pulut, ikan, tiga macam pisang (pisang kepok, pisang berangan, dan pisang raja), meminum air kelapa, dan terakhir mengunyah sirih. Setelah semua itu dilakukan, kemudian calon penerima anugerah diminta menghadap Raja untuk menerima peresmian gelar dan memperoleh piagam pengesahan.

Setelah mengucapkan sumpah setia kepada Raja, para penerima anugerah kemudian menuju ke Sungai Mempawah di belakang Istana Amantubillah. Di sungai bersejarah itu, para Laskar harus melewati ujian selanjutnya, yakni dengan membasuh badan atau mandi di sungai. Menurut salah satu petinggi Laskar, ritual ini dilakukan untuk menguji mental para anggota Laskar. Selain itu, pelaksanaan ritual di Sungai Mempawah ini juga bertujuan untuk membuka mata hati sekaligus membuang segala kotoran yang melekat pada tubuh setiap manusia.

(Iswara N. Raditya/02/02-2009)

Sumber Foto: Koleksi www.melayuonline.com (Fotografer: Aam Ito Tistomo)


Dibaca : 4.659 kali.

Tuliskan komentar Anda !