Close
 
Selasa, 19 Mei 2026   |   Arbia', 2 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 2.170
Hari ini : 25.221
Kemarin : 19.896
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

16 agustus 2007 06:53

Pameran Tetap Sejarah Perjuangan Bangsa di Museum Negeri Pemprov Sumatera Utara Diresmikan

Pameran Tetap Sejarah Perjuangan Bangsa di Museum Negeri Pemprov Sumatera Utara Diresmikan

Medan- Masalah bangsa hanya dapat diatasi jika masyarakat bersatu padu menghadapinya, karena saat memasuki usia kemerdekaan yang ke-62 Republik Indonesia, bangsa Indonesia masih berbagai masalah terutama krisis ekonomi.

Selain itu mengalami krisis kepercayaan dan berbagai musibah bencana alam yang berkepanjangan sehinga berdampak pada menurunya ekonomi rakyat dan naiknya jumlah pengangguran.

Demikian disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Rudolf M Pardede saat memberi sambutan pada Peresmian Pameran Tetap Sejarah Perjuangan Bangsa di Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara, Jalan HM Joni Medan, Rabu, (15/8).

Menurutnya, akibat masalah tersebut jumlah penduduk miskin meningkat dan menyebabkan terjadinya kerawanan di bidang sosial, Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dan budaya.

Gubsu mengajak menghadapi hal masyarakat harus bersatu padu,saling mendukung seperti yang dibuktikan para pejuang Kemerdekaan Proklamasi 17 Agustus 1945.

Sementara, Pelaksana Tugas Kepala Kebudayaan dan Pariwisata Pemprovsu Ir Iman Pandia mengatakan museum negeri Sumut merupakan sarana penting untuk mendidik dan memberi wawasan pada generasi muda mengenai pusaka warisan budaya da sejarah perjuangan berbagai komunitas di Sumut.

“Bahkan museum ini berperan sebagai pusat budaya yang menampilkan kembali bentuk-bentuk seni tradisional yang telah dilupahkan,” ucapnya.

Sejak diresmikan tahun 1982, lanjutnya meseum negeri Sumut telah berperan aktif sebagai pusat pengumpulan, pemeliharaan, peratawan dan peragaan benda bernilai sejarah budaya.

Ketua Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pembudayaan dan Kejuangan 45 Provinsi Sumatera Utara B Ar Poeloengan, SH mengatakan belajar dari sejarah jangan hanya menjadi slogan saja namun harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Pelestarian Fakta Perjuangan Muhammad TWH menyerahkan potret kanvas Gubsu yang diterima Rudolf M Pardede langsung kemudian diserahkan kepada Kepala Museum Negeri Sumut Sri Hartini.

Gubsu juga berkesempatan meninjau ruang pameran dan minta agar fotonya diletakkan dengan baik. Acara dimeriah dengan pembukaan tari kontemporer, pembacaan puisi perjuangan, serta musik kemerdekaan yang dibawakan pemain biola cilik Silvia dari SD Sutomo.

Sumber : analisadaily.com
Kredit foto : www.pemkomedan.go.id


Dibaca : 3.368 kali.

Tuliskan komentar Anda !