Minggu, 19 April 2026 |Isnain, 2 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini
:
3.146
Kemarin
:
26.672
Minggu kemarin
:
249.242
Bulan kemarin
:
101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
09 maret 2010 03:00
Safari Sejarah, Napak Tilas Tan Malaka
Jakarta - Dalam rangkaian seminar "In Memoriam 61 Tahun Hilangnya Tan Malaka" yang digelar civitas akademika lintas kampus, rencananya acara susulan juga akan diadakan pada 27-28 Maret 2010 yaitu "Napak Tilas Jejak Tan Malaka di Bayah". Demikian dikatakan salah satu koordinator acara, Shane M. Hasibuan kepada Persda Network di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Senin (8/3/2010).
Napak tilas ini bertujuan untuk membenturkan apa konteks Tan Malaka dalam memperjuangkan Indonesia.
Dikatakan Shane, acara napak tilas ini bukan saja diikuti komunitas dan penggemar Tan Malaka, tetapi juga generasi muda lainnya yang bahkan belum mengetahui siapa Tan Malaka sebenarnya. "Napak tilas ini bertujuan untuk membenturkan apa konteks Tan Malaka dalam memperjuangkan Indonesia. Kita coba berusaha membuka paradigma anak muda, bukan saja pengagum Tan Malaka, tapi juga yang lain," ujar Shane.
Menurut Shane, agenda ini pada awalnya hanya dibatasi untuk wilayah Jabodetabek. Tetapi lambat laun mendatangkan animo masyarakat dari luar Jabodetabek yang juga ikut tertarik dalam acara ini. "Kita lihat sekarang animo yang ikut datang dari kampus seperti UGM, Unpad, Unisma Malang, IPB, UI dan banyak lainnya. Sampai saat ini jumlahnya sudah mencapai 200 orang. Mungkin bisa bertambah lagi nantinya," sambungnya.
Acara safari sejarah ini, nantinya para peserta napak tilas akan mengunjungi tempat-tempat yang menjadi persinggahan Tan Malaka dalam pelarian memperjuangkan kemerdekaan. Selain akan juga mengadakan pernyataan sikap. "Pernyataan sikap ini adalah agar pemerintah memerhatikan banyak pahlawan yang menanam sahamnya untuk kemerdekaanIndonesia. Jadi bukan saja Tan Malaka," urainya.
Rencananya, aksi ini akan diikuti Zulfikar Kamarudin, keponakan Tan Malaka dan juga pengikut setianya, Hutomo. Zulfikar sendiri adalah ketua Tim Identifikasi Makam Tan Malaka. Sementara Hutomo adalah murid terdekat Sukarni, akrab dipanggil Bung Karni, yang pernah menculik Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok, Karawang. "Mereka nantinya akan memberikan pengalamannya tentang Tan Malaka," pungkasnya.