Close
 
Selasa, 19 Mei 2026   |   Arbia', 2 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.603
Hari ini : 20.374
Kemarin : 19.896
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

18 april 2007 05:51

Ulama Aceh Harapkan Umatnya Mampu Baca Huruf Arab Jawoe

Banda Aceh- Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Prof. DR Muslim Ibrahim MA, mengharapkan umat Islam di daerah itu bisa membaca buku bertulisan huruf Arab Jawoe (Arab Melayu).

"Buku tulisan Arab Jawoe itu penting diketahui oleh semua orang Aceh yang seluruhnya beragama Islam," kata Muslim Ibrahim pada acara bedah buku fiqih yang ditulis dalam huruf Arab Jawoe di Banda Aceh, Minggu (11/3).

Buku yang ditulis M. Yahya tersebut diluncurkan di aula Kantor Perpustakaan Daerah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), oleh Lembaga Penulis Aceh (Lapena) bekerja sama dengan Satker Revitalisasi Agama dan Budaya BRR Aceh-Nias. Buku fiqih tersebut mengupas hukum-hukum dalam agama Islam.

Muslim Ibrahim yang juga dosen Pasca Sarjana IAIN Ar-Raniry Banda Aceh itu menyatakan, tulisan Jawoe menggunakan huruf dan angka Arab sangat penting dipelajari oleh warga Aceh. "Jadi, sebagai orang Islam, kita penting mempelajari sastra Jawoe tersebut," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pertama sekali orang Aceh mengenal tulisan adalah tulisan Arab Jawoe (Arab Melayu), yaitu pada saat masuknya Islam ke Negeri Pasai (sekarang Kabupaten Aceh Utara). "Kita berharap 10 tahun ke depan semua orang Aceh sudah mampu baca tulis huruf Arab Jawoe," ungkapnya.

Selain Muslim Ibrahim, buku tersebut juga dikupas anggota MPU Kabupaen Pidie, M. Yaqub. Kedua pembedah berpendapat hampir sama, yaitu untuk masa mendatang diharapkan ada panduan penulisan huruf Arab Jawoe (Arab Melayu), sebab dalam buku Fiqih itu masih ada beberapa kata yang salah penulisannya.

Namun demikian, buku ini tetap masih bisa dipahami. Oleh karena itu, mereka mengharapkan, secepatnya bisa dibagikan ke sekolah-sekolah dan madrasah, agar anak didik mengetahui apa saja yang termasuk ke dalam pelajaran buku Fiqih tersebut. (*)

Sumber:

ANTARA (dengan pengolahan seperlunya)
Dibaca : 2.705 kali.

Tuliskan komentar Anda !