Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
20 april 2007 00:00
6 Negara ASEAN Pastikan Ikuti Tamadun Melayu
6 negara ASEAN dipastikan ikuti pertemuan permartabatan tamadun Melayu. Pertemuan dilakukan di Hotel Aryaduta Pekanbaru kamis (19/4).
Pekanbaru - 6 negara ASEAN dipastikan bakal mengikuti kegiatan pertemuan permartabatan Melayu yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta Pekanbaru. Ke-6 negara ASEAN tersebut adalah Indonesia sebagai tuan rumah, Singapura, Malaysia, Brunai Darusallam, Philipina dan Thailand.
Acara yang bakal diselenggarakan selama 3 hari penuh, 19-21 April 2007 ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Riau, HM Rusli Zainal. Menurutnya, kegiatan pertemuan permartabatan Tamadun Melayu ini sesuai dengan Visi dan Misi Riau untuk menjadi pusat budaya melayu se-dunia.
Dalam sambutannya, Gubernur Riau, HM Rusli Zainal menegaskan bahwa pertemuan yang berskala internasional ini diharapkan akan dapat menyamakan persepsi budak melayu dari negara-negara peserta. Sehingga dengan demikian akan dapat mencari solusi dan langkah-langkah yang akan diambil untuk mengembangkan budaya melayu di dunia.
"Acara ini sangat penting nilainya bagi kita. Karena pertemuan permartabatan tamadun melayu ini akan membahas secara utuh tentang kebudayaan melayu. Sehingga akan didapatkan hasil yang menjadi pedoman dan langkah kita semua untuk memajukan dan mengembangkan budaya melayu di seluruh dunia," ungkapnya.
Katanya, saat ini dihampir sebagian kota-kota besar di negara-negara maju budaya melayu seakan-akan terkikis oleh kemajuan jaman. Untuk itu perlu adanya `pengembalian` kebudayaan melayu dalam kehidupan sehari-hari kita.
Menurutnya, negara China dan Jepang menjadi salah satu contoh konkrit keberhasilan pemerintahnya dalam menjaga kelestarian kebudayaan asli negeri tersebut. Sebut saja dalam kegiatan-kegiatan budaya hingga kegiatan besar bernuansa modern, pakaian khas Jepang, kimono selalu ada yang mengenakannya.
"Nah, kita juga sudah mulai membudayakan melayu dalam kehidupan sehari-hari. Seperti mengeluarkan surat edaran ke seluruh satuan kerja agar mengenakan baju melayu pada hari Jum`at di setiap minggunya," terangnya.