Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
29 april 2010 06:53
Dengan Tesis Diaspora Minang, Humas BKPBM Raih Gelar M.A dari FIB UGM
Yuhastina, S.ST.Par saat menerima Ijazah dari Dekan FIB UGM di Gedung GSP UGM
Yogyakarta, Melayuonline.com - Di sela-sela kesibukannya bertugas sebagai Humas Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, kemarin (28/04/2010), Yuhastina, S.ST.Par. berhasil meraih gelar Master of Art dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Gelar M.A. tersebut diraih oleh gadis kelahiran Solok ini dengan menulis tesis berjudul Diaspora Orang Minangkabau di Yogyakarta.
Dengan mengenakan kebaya yang dipadukan dengan balutan kain songket Sambas, Kalimantan Barat Yuhastina terlihat anggun menjalani prosesi wisuda pascasarjana yang dilangsungkan di Gedung Grha Sabha Pramana UGM. Selama prosesi wisuda, Yuhastina, yang akrab disapa Naina, ini didampingi oleh ibunda tercinta, Yuslimarni, dan kemenakannya, Geza Fanbera. Naina mengaku perasaannya bercampur aduk. “Yang pasti, perasaanku senang dan aku bersyukur, akhirnya cita-citaku tercapai. Yang membuat nervous adalah prosesi wisudanya,” jelas Naina kepada MelayuOnline.Com dengan wajah berbinar.
Dari kiri ke kanan: Geza Fanbera, Yuslimarni, Yuhastina
Rasa syukur tak henti-hentinya disampaikan oleh Naina. Meskipun harus bangun jam tiga pagi untuk persiapan, pencapaian ini merupakan cita-cita pribadi dan keluarga yang sangat sejalan dengan kemajuan BKPBM. “Syukur Alhamdulillah cita-citaku sejak kecil akhirnya tercapai. Sekolah tinggi agar mendapatkan kehidupan lebih baik melebihi ibu dan nenekku dan memberikan manfaat kepada orang lain,” jelas Naina yang menyelesaikan program strata 1-nya di Universitas Udayana, Bali.
Naina adalah Humas BKPBM yang mulai bergabung sejak tahun 2006. Setelah beberapa waktu bekerja di Balai yang membuatnya bisa mengenal tamadun Melayu ini, Naina memutuskan mengambil Program Master Antropologi di FIB UGM. “Ketertarikan dalam bidang Antropogi secara otomatis muncul setelah saya bergabung di BKPBM. Banyak pengetahuan yang saya ambil dari BKPBM. Karena itulah selayaknya saya juga perlu menambah pengetahuan untuk mengembangkan BKPBM ke depan,” jelas putri bungsu dari pasangan Almarhum Hasbullah Bin Hasan Sutan Sinaro dan Yuslimarni Bin Thaib ini.
Tema diaspora orang Minang di Yogyakarta dipilih oleh Naina tak lepas dari latar belakangnya yang berlatar Minangkabau namun Naina tidak di besarkan di negeri asal ayah bundanya, sehingga ia tertarik untuk meneliti tentang Minangkabau. Meskipun topiknya seputar budaya Minangkabau, namun data dan informasi yang ada di BKPBM dirasa Naina sangat membantu penyusunan tesis tersebut.
Dalam wisuda yang berlangsung sejak pukul 8.00 hingga 11.00 WIB tersebut, Naina diwisuda bersama dengan 1072 wisudawan/wati pascasarjana. Tercatat, wisuda periode III tahun ajaran 2009/2010 tersebut meluluskan 17 doktor, 1.019 master dan 36 doktor spesialis. Seusai prosesi wisuda di Grha Sabha Pramana, Naina dan wisudawan/wati dari FIB UGM dijamu dalam acara Mangayubagya di Gedung Purbacaraka FIB UGM. Acara serah terima wisudawan/wati dari kampus kepada keluarga tersebut dihadiri oleh jajaran dekanat, ketua program studi serta staf pengajar dari FIB.
Dalam sambutannya, Dekan FIB UGM, Dr. Ida Rochani Adi, mengungkapkan bahwa alumni merupakan komponen yang sangat penting dalam pengembangan suatu institusi pendidikan. Jaringan yang kuat dengan alumni diperlukan karena secara tidak langsung berarti kredibilitas insitusi pendidikan tersebutakan diakui. “Saat ini, FIB UGM ada di peringkat 111 fakultas budaya terbaik di seluruh dunia. Dengan peringkat tersebut, kredibilitas alumni FIB UGM tentunya sangat tepercaya. Meskipun demikian, kami berharap alumni tetap berusaha untuk mengembangkan pengetahuan di mana pun tempat alumni mengabdi,” jelas Dr. Ida Rochani Adi yang langsung disambut dengan tepuk tangan hadirin. Dalam kesempatan ini, Dekan juga menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada wisudawan/wati beserta keluarga yang telah mempercayakan pengembangan pengetahuannya kepada FIB UGM. Mewakili wisudawan/wati dari fakultas FIB UGM, Naina memberikan kenang-kenangan cenderahati kepada Dekan FIB UGM.
Yuhastina saat memberi cinderahati kepada Dekan FIB UGM, Dr. Ida Rochani Adi
Seusai jamuan Mangayubagya di FIB, acara tasyakuran wisuda Naina dilanjutkan di BKPBM. Tiba keBalai, tumpeng dan rekan-rekan kerja Naina sudah menunggu. Dalam tasyakuran ini, Naina memperoleh ucapan selamat dari seluruh rekan dan konsultan serta Pemangku Balai, Mahyudin Al Mudra. Dalam sambutannya, selain mengucapkan selamat, Bang MAM juga menggungkapkan, “Pencapaian gelar Master ini merupakan suatu kesempatan yang tidak mudah. Hanya 3 persen dari rakyat Indonesia yang bisa menyenyam pendidikan kuliah, baik itu S1, S2 maupun S3. Oleh karenanya, Naina sudah sepatutnya memaknai pencapaian ini dengan ungkapan syukur”.
Bang MAM lantas melanjutkan, ungkapan syukur tersebut bisa dilakukan dalam kalbu, lisan maupun amal. “Naina sekarang sudah memiliki gelar yang tidak mudah dicapai oleh semua orang Indonesia. Semoga bisa bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat dan agama,” kata Bang MAM. Tasyakuran ini dipuncaki dengan pemotongan tumpeng yang selanjutnya diberikan secara berturut-turut kepada ibunda Naina, Pemangku BKPBM, serta rekan-rekan kerja lain di BKPBM.
Yuhastina saat menyerahkan potongan tumpeng kepada Pemangku BKPBM, Mahyudin Al Mudra.
Dari Minangkabau, Jawa Dwipa dan Dewata
Naina bercita-cita menjadi Diplomat. Cita-cita ini, meskipun tidak kesampaian di kemudian hari, tetapi menjadi pelecut semangatnya untuk menuntut ilmu. Putri yang menggemari warna pink ini berdarah Minangkabau asli, namun besar dan tumbuh di Pulau Jawa Dwipa dan Pulau Dewata. “Figur yang sangat penting dalam hidup saya adalah ayah dan bunda. Beliau berdua yang menyemangati saya dengan mendidik saya untuk mandiri,” ungkap penggemar nasi lemak ini.
Naina sejak umur 7 tahun sudah berjualan kue buatan Ibunda. Sewaktu kuliah, Naina banyak melakukan kerja sambilan dengan berjualan baju, parfum sampai kolak. Sebelum bekerja di BKPBM, Naina pernah bekerja di travel agents, airlines, bank, hotel dan pernah bekerja di Singapura dan Malaysia. “Di BKPBM saya banyak belajar hal tentang budaya dan banyak sekali hal baru yang saya dapatkan di sini. Saya sangat berterima kasih telah diberi banyak kesempatan oleh Datuk Cendekia Hikmaktullah Mahyudin Al Mudra, SH, MM yang sekaligus juga memberikan banyak pelajaran yang berharga.”
Yuhastina menyempatkan berfoto dengan seluruh pegiat BKPBM