Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
07 juni 2010 03:45
Pengenalan Budaya sejak Dini, Kesenian Daerah Ramaikaan Perpisahan SD
Jambi - Acara perpisahan 79 siswa kelas 6 SD Sariputra Jambi berlangsung meriah. Kemeriahan tersebut dikarenakan acara yang ditampilkan sangat memukau orangtua siswa yang hadir. Dalam acara perpisahan tersebut, siswa SD Sariputra Jambi sengaja menampilkan berbagai kesenian daerah yang ada di Indonesia.
Dalam acara perpisahan tersebut, ditampilkan kesenian tari dari Jambi ,yaitu tari selendang mak inang dan ayo menari. Sedangkan tari dari Jawa Tengah tari perayu layar, tari Sumatera Utara berupa tari manotor, dari Tionghoa berupa tari kipas dan penampilan spesial dari Jawa Barat berupa kesenian angklung.
Menurut Kepala SD Sariputra Jambi, Gunawan, S.Ag., pihaknya sengaja menampilkan kesenian daerah dalam acara perpisahan ini. Tujuannya agar siswa-siswi SD Sariputra mengenal berbagai macam tarian dari berbagai daerah sehingga tradisi dan budayaIndonesia tetap dikenal di kalangan generasi muda.
“Terus terang, ini yang pertama kita menampilkan kesenian daerah dan ke depan akan jadi agenda kita tiap tahun. Biasanya setiap ada perpisahan kita menampilkan kesenian dengan sentuhan modern, maka tahun ini kita tidak menampilkan sentuhan modern tetapi semuanya kesenian daerah,” sebut Gunawan saat ditemui, kemarin.
Dikatakan Gunawan, penampilan kesenian daerah ini merupakan hasil dari program pengembangan siswa yang dilakukan SD Sariputra Jambi. Pihaknya memang mengarahkan siswa untuk belajar kesenian daerah agar bisa mengerti dan melestarikan. Apalagi saat ini generasi muda sudah banyak yang tidak mengerti kesenian daerah.
“Inilah program kita ke depan dalam melestarikan budaya daerah, selain kita mengajarkan anak tentang IT. Kita tidak ingin anak melupakan kesenian daerah, walaupun tidak ada guru khusus untuk melatih siswa tentang tari, tetapi karena semangat guru maka anak-anak SD Sariputra bisa menari daerah,” paparnya.
Acara perpisahan tersebut, dihadiri oleh Ketua Yayasan SD Sariputra Jambi, Romo Ballamita, Kepala SMP, SMA Sariputra Jambi, guru SD Sariputra Jambi dan orangtua siswa kelas 6. Selain itu acara perpisahan ini hanya dihadiri kelas 4, 5 dan 6 saja, sedangkan siswa kelas 1, 2 dan 3 tidak hadir karena keterbatasan aula.
Pada kesempatan itu juga Gunawan juga menjelaskan bahwa kelulusan siswa SD ditentukan hasil UASBN. Bila tidak lulus UASBN, maka seorang siswa harus mengulang pada kelas 6, karena khusus SD tidak ada UASBN ulangan. Sedangkan untuk standar nilai di SD Sariputra yaitu bahasa Indonesia 60, Matematika 50 dan IPAA 50.
“Siswa bisa dinyatakan lulus bisa memenuhi standar yang sudah kita buat bersama guru dan semua pihak di sekolah. Bila tidak lulus ketiga mata pelajaran ini, maka mereka harus mengulang kelas 6, jadi ini sudah aturannya,” akunya. (kta)