Rabu, 29 April 2026   |   Khamis, 12 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 2.157
Kemarin : 22.835
Minggu kemarin : 169.256
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

09 juni 2010 03:30

Solo Gelar Festival Seni Kampung

Solo Gelar Festival Seni Kampung

Solo, Jateng - Pemerintah Kota Solo akan menggelar festival seni kampung pada 14-16 Juni 2010 mendatang. Kegiatan yang baru pertama kalinya dilangsungkan ini bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat berkesenian warga.

"Solo memiliki banyak sekali bentuk kesenian yang hidup dalam masyarakat. Itulah yang ingin kami hidupkan lagi melalui festival ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Solo Purnomo Subagyo, Minggu (6/6).

Festival yang akan dipusatkan di kawasan Pasar Ngarsopuro ini menurut rencana akan menampilkan 36 jenis persembahan dari 36 kelompok kesenian. Wujudnya beragam, mulai dari tarian, musik, ketoprak, reog, jathilan, hingga barongsai.

Menariknya lagi, pementasan itu dibiayai secara swadaya oleh warga. Pemerintah Kota Solo hanya memfasilitasi. Hal ini, kata Purnomo, menunjukkan betapa semangat warga Solo untuk membangkitkan lagi kesenian asli sangat besar.

Selain itu, festival ini juga akan dilengkapi pameran berbagai produk kerajinan khas Solo. Karenanya, diharapkan pula dapat memberikan efek secara ekonomi bagi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM)

"Kami sangat mengapresiasi hal itu dan berharap event seperti ini dapat terus berlanjut dalam tahun-tahun mendatang. Karena ini akan semakin memperkuat jati diri Solo sebagai kota budaya," katanya.

Selain festival seni kampung, pada bulan yang sama, Solo juga akan diramaikan sejumlah perhelatan besar. Menurut perhitungan Purnomo, tidak kurang dari 11 kegiatan di kota ini, baik yang berskala nasional maupun internasional. Antara lain, karnaval Hindu, Asia Pacific Ministers Conference on Housing and Urban Development (APMCHUD), Solo Internasional Etnic Music (SIEM), Solo International Performing Art (SIPA), dan Solo Batik Carnival.

Berlangsung berbagai kegiatan tersebut secara tidak langsung akan semakin mengangkat nama Kota Solo di tingkat internasional. Karenanya, tak salah jika di tahun-tahun mendatang pemerintah kota ini merasa optimistis dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dari mancanegara. (FR/OL-5)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com
Sumber Foto: http://www.solopos.com


Dibaca : 2.131 kali.

Tuliskan komentar Anda !