Close
 
Selasa, 19 Mei 2026   |   Arbia', 2 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.608
Hari ini : 20.379
Kemarin : 19.896
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

17 april 2007 03:51

Rusli Zainal: Karya Melayu Sejajar dengan Negara Lain

Melaka- Gubernur Riau HM Rusli Zainal mengatakan berbagai karya cita masyarakat Melayu seperti Melayu Campa dari abad keempat sampai dengan abad ke-15 masehi mampu disandingkan dengan karya-karya masyhur India, Cina dan Yunani.

Hal ini diungkapkan Gubernur Riau HM Rusli Zainal di hadapan para peserta seminar Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) di Kuala Terengganu Malaysia, baru-baru ini (7/4).

Seminar diikuti komunitas Melayu dari Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, Singapura, Kamboja, Cina dan Afrika Selatan.

"Daya cipta orang Melayu tersebut memperlihatkan kesinambungan daya cipta pemikiran bangsa Melayu yang tidak terbatas hanya pada hasil kebendaan dan keagamaan serta dari sisi kearifan semata, akan tetapi juga berkaitan dengan ilmu pengetahuan seperti sistem pertanian dan ilmu kelautan," ujarnya.

Ia menyebutkan, kemajuan bidang pertanian menghasilkan tamadun khas Melayu seperti pertanian padi, dengan bantuan sistem pengairan. Di Campa disebut "Banak" di Bali bernama "Subak", masyarakat Filipina mengenalnya di "kalingan" dan Malaysia akhir abad ke-19 dengan predikat "terusan Wan Mat Saman" di Kedah.

Di bidang kelautan, lanjut Rusli, kemanjuan rumpun Melayu mengarungi samudra luas hingga ke Mesopotania, Teluk Parsi, Sri Lanka, India dan Cina. Selain itu, kemampuan komunitas Melayu mengaruingi laut berdasarkan ilmu bintang, menghasilkan sistem strategis transportasi yang berpengaruh kepada Undang-undang Kelautan antar bangsa (internasional).

"Kejayaan ini ditambah lagi dengan kemampuan menyusun sistem hukum lautnya sendiri yang pada masa kerajaan Melaka dikenal dengan "hukum Kanun Melaka" dan di Sulawesi dengan "hukum Amna Saha"," tuturnya.

Rusli menyampaikan makalah berjudul "Minda Orang Melayu". Pemakalah lainnya Prof Dr Redzuan Othman, Timbalan Dekan Fakultas Sastra dan Sain Sosial Universiti Malaya, Datok Pax S Mangudadatu, Gubernur Sultan Kudarat Filipina, Dr Salie Abraham yang menjabat Vice Cancelor International Peace South Africa dan Encik Ahmad Ikram Abdullah, pegawai Penyelidik Kanan Pejabat Menteri Besar Terengganu.

Seminar DMDI dibuka Menteri Besar Terengganu, Dato Seri Idris Jusoh. Sementara Ketua Menteri Melaka dalam kapasitas sebagai Presiden DMDI, Dato` Seri Mohd Ali Rustam menjadi "keynote speaker". "Saya siap menjadi pendakwah bahasa Melayu," ujarnya pada acara yang diwarnai nuansa Melayu di Dewan Besar Wisma Darul Iman.

Selain Rusli Zainal, hadir Asisten II Sekdaprov Riau Herliyan Saleh, Ketua Forum Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) Abbas Djamil, Rektor Unilak DR Irwan Effendi, Rektor UIN Suska DR Muhammad Nazir, tokoh masyarakat Riau Wan Ghalib, eksponen Lembaga Adat Riau, Ismail Suko, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Muhammad Sani dan utusan dari Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jaya, Bangka Belitung serta Kalimantan Barat turut sebagai peserta.

"DMDI persatukan Umat Melayu dan Islam di seluruh dunia,"kata Mohd Ali Rustam dalam penjelasan kepada media Malaysia dan empat wartawan dari Riau.

Sumber:

Riau Online (dengan pengolahan seperlunya)


Dibaca : 2.631 kali.

Tuliskan komentar Anda !