Close
 
Sabtu, 22 Agustus 2026   |   Ahad, 8 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 497
Hari ini : 9.575
Kemarin : 24.647
Minggu kemarin : 178.006
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

25 agustus 2007 02:12

Peringatan Seabad Zhong Hua Hui Guan

Bagian Masa Lalu yang Pernah Hilang
Peringatan Seabad Zhong Hua Hui Guan

Bangka- Zhong Hua Hui Guan. Nama yang asing. Hanya beberapa generasi tua di Bangka, khususnya Kota Pangkalpinang kenal nama itu.

Bisa dimaklumi, sebab Zhong Hua Hui Guan nama sebuah yayasan milik warga Tionghoa yang berdiri jauh sebelum generasi sekarang ini lahir. Tepatnya tahun 1907 atau seabad lalu. Yayasannya pun sempat tercoret dari sejarah. Ketika prahara politik melanda negeri ini tahun 1966.

Bersama dengan itu, bangunan yang dulunya dijadikan sebagai tempat pendidikan anak-anak warga Tionghoa dikuasai negara. Kini beberapa bangunan yang dijadikan sekolah berubah fungsi.

Seperti menjadi bangunan Menumbing Shoping Center (eks bioskop Golden Theatre) di Jalan Pegadaian. Ada pula bangunan yang digunakan Universitas Bangka Belitung (UBB) atau bekas gedung DPRD Babel di Jalan Rasa Kunda Kecamatan Bukit Intan. Dan satu lagi bangunan yang kini menjadi kompleks pendidikan SD Pembinaan di Pasir Putih.

Itulah bagian dari peninggalan yayasan ini. Dan masih ada penginggalan lainya, yaitu para alumni mulai dari SD-SMA yang dikelola yayasan Zhong Hua Hui Guan. Kini mereka bertebaran dimana-mana. Ada yang kembali ke negeri asal China. Dan banyak pula yang mencari kehidupan di negara lain seperti Australia, Taiwan, dan Hongkong.

Persis seabad yayasan ini berdiri, mereka yang masih terikat sejarah itu menggelar peringatan ulang tahun ke 100 Zhong Hua Hui Guan di Gedung Setia Bhakti (Zhong Yi Tang), Jalan Denpasar, Pangkalpinang, Sabtu (25/8) malam.

“Tahun 1907, tepat seratus tahun lalu, saat Indonesia masih dalam jajahan kolonial Belanda, pendidikan sangat minim. Sulit sekali untuk sekolah. Anak-anak Tionghoa kesulitan mendapatkan pendidikan secara layak. Saat itu yang ada hanya sekolah Belanda,” ungkap Halim Susanto, Ketua I Peringatan 100 Tahun Zhong Hua Hui Guan sekaligus orang yang pernah mengenyam pendidikan di Zhong Hua Xue Xiao di Hotel Mitra Jalan Mentok, Pangkalpinang, Kamis (23/8).

Alumni dari Mancanegara

Berkaitan dengan peringatan seabad yayasan yang telah melahirkan generasi penerus yang mengerti sejarah, bahasa, budaya, tradisi, tata krama dan etika Tionghoa, sekitar 200 alumni dari luar Pulau Bangka akan hadir dalam acara tersebut.

Halim menambahkan para alumni dari dalam dan luar negeri tersebut murni untuk berwisata sembari bernostalgia. “Mereka adalah orang-orang Bangka yang meninggalkan Indonesia sekitar tahun 1959 saat terjadi pemulangan besar-besaran warga Tionghoa ke RRC, namun sebagian lainnya meninggalkan pulau bukan karena proses pemulangan itu. Bahkan ada di antara mereka yang belum pernah kembali sejak meninggalkan Pulau Bangka puluhan tahun lalu,” lanjut Halim.

Selain berwisata dan bernostalgia, mereka juga akan mengikuti pertandingan persahabatan untuk cabang olahraga basket dan bulutangkis. Juga mengunjungi gedung sekolah mereka yang dulu.

Lebih jauh Halim Susanto menuturkan, inti pokok dari seluruh rangkaian acara ini adalah mengajak orang Bangka di luar negeri agar menjadi duta wisata Pulau Bangka.

Ditutup

Halim bercerita semanagat awal berdirinya yayasan Zhong Hua Hui Guan beranjak dari terbatasnya akses anag-anak warga Tionghoa di Pulau Bangka yang hendak melajutkan pendidikannya.

Semangat perantauan dan hubungan kekerabatan yang kental maka bersatulah warga Tionghoa Bangka dari berbagai marga hingga melahirkan sekolah setingkat SD.

“Saat itu ada yang menyumbangkan pikiran, tenaga, juga materi bagi mereka yang secara finansial berkecukupan,” kenang Halim.

Ia melanjutkan, dalam perkembangannya sekolah tersebut bisa maju pesat. Tenaga pengajar dari kalangan sendiri, kaum tua Tionghoa yang sudah lama di Bangka. Ada pula yang didatangkan dari Negeri Tirai Bambu. Hingga suatu masa, di mana kebutuhan akan pendidikan setingkat SLTP/SLTA (Bin Zhong/Bin Kong Zhong Xue) berbasis Tionghoa tak terhindarkan, yayasan pun akhirnya mendirikan sekolah yang dimaksud. Juga sekolah cabang setingkat SD (Fun Siauw).

Muncullah generasi seperti Taufik Salim, Suparman, Halim Susanto, Halim Budiman, Sin Khim dan rekan-rekan yang menjadi bagian dari putra daerah Pulau Bangka dan ikut membangun kota kelahirannya hingga sekarang.

Setelah 59 Tahun Zhong Hua Hui Guan berdiri, tepatnya Tahun 1966 yayasan dan sekolah tersebut harus tutup karena tuntutan rezim Orde Baru. Kini, seratus tahun setelah waktu berlalu, yang tersisa hanyalah onggokan bangunan. Gedung tempat di mana Zhong Hua Xue Xiao berdiri kini berubah nama menjadi Menumbing Shopping Centre yang pada tahun 1980-an sempat menjadi Bioskop Golden. Sementara sekolah setingkat SLTP/SLTA (Bin Zhong), kini menjadi Universitas Bangka Belitung. Dan sekolah cabang SD yang bertempat di Pasirputih, Pangkalpinang kini menjadi SD Pembinaan. Tiga lokasi bangunan ini telah menjadi saksi sejarah atas lahirnya sebagian besar tokoh Tionghoa Bangka Belitung. Peringatan seabad Zhong Hua Hui Guan seolah mengembalikan bagian masa lalu yang pernah hilang.

Sumber : www.bangkapos.com
Kredit foto : www.ubbc.ac.id


Dibaca : 2.323 kali.

Tuliskan komentar Anda !