Selasa, 21 April 2026 |Arbia', 4 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 582
Hari ini
:
23.758
Kemarin
:
49.931
Minggu kemarin
:
249.242
Bulan kemarin
:
101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
31 agustus 2010 03:55
Tradisi Megibung Kampung Islam Kepaon Bali
Denpasar, Bali– Untuk tetap menjaga rasa persaudaraan warga muslim Kepaon Denpasar, tradisi Megibung masih setia dilakukan setiap 10 hari di bulan puasa.
Megibung merupakan upacara selamatan warga dan jama’ah Masjid Al Muhajirin Kepaon Denpasar usai melakukan pembacaan 30 Juz Al-quran atau Khataman. Tradisi unik ini dilakukan dengan cara makan bersama dalam satu wadah.
"Dalam bahasa Bali megibung itu kan artinya makan bersama atau makan dalam satu tempat. Maka dari itu kami menyebut tradisi ini Megibung," jelas Zaenudin, pengurus Masjid, Senin malam.
Sebelum melakukan tradisi ini, terlebih dahulu para jama’ah mengawalinya dengan takjil atau membatalkan puasa, kemudian salat Magrib berjamaah. Setelah itu, barulah para jama’ah menyerbu makanan tersebut. Umumnya dalam satu baki makanan disantap empat hingga enam orang.
Jenis makanannya pun beragam, namun biasanya yang menjadi makanan pokok yakni nasi tumpeng yang dihidangkan dengan berbagai lauk pauk seperti ayam goreng, sayur, telur dan buah-buahan dan berbagai jenis minuman.
"Tradisi ini ada sejak umat muslim ada di Bali di mana Kepaon merupakan pecahan dari Kampung Bugis di Pulau Serangan," katanya.
Menurut Mujianto, salah seorang warga atau jama’ah yang hadir, tradisi ini menyenangkan karena merupakan kegiatan yang dapat menjalin tali silaturahmi.
"Ya, seru aja bisa berbuka puasa bersama-sama. Apalagi dengan kegiatan seperti ini hubungan silahturahmi kami dengan warga yang lain tetap terjalin" ungkapnya. (umi)