Close
 
Senin, 20 April 2026   |   Tsulasa', 3 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 122
Hari ini : 7.998
Kemarin : 26.672
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

29 sepember 2010 03:46

Batam Tuan Rumah Konvensi Dunia Melayu

Batam Tuan Rumah Konvensi Dunia Melayu

Batam, Kepri - Kota Batam, Kepulauan Riau, menjadi tuan rumah Konvensi Dunia Melayu Dunia Islam XI pada 25-30 Oktober 2010, kata siaran pers Humas Pemerintah Kota Batam, Selasa [28/09].

Kegiatan perwakilan 13 negara anggota Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) itu merupakan rangkaian dari Kenduri Seni Melayu (KSM) XII untuk mempergelarkan khasanah kebudayaan Melayu dari berbagai daerah dan negara rumpun Melayu.

Organisasi DMDI berdiri sejak 2000. Pertemuan tahunan digagas Kerajaan Negeri Melaka, Malaysia, sedang KSM diselenggarakan Pemerintah Kota Batam sejak 1999, kata siaran pers tersebut.

Konvensi DMDI XI di Batam akan merumuskan dan melaksanakan pembangunan serta dasar-dasar hubungan umat Melayu-Islam sedunia dengan mengutamakan kerja sama dalam bidang ekonomi, teknologi, sosial, budaya, pemuda, perempuan, pendidikan, agama dan pariwisata.

Panitia di Batam mempersiapkan diri untuk menerima kehadiran 1.500 orang peserta pertemuan bertema “Membangun Kejayaan Tamadun Melayu” yang diisi dengan bakti dan pertandingan olahraga.

Biro Pemuda DMDI mempersiapkan bakti sosial di Kelurahan Tanjunguma, sedang biro olah raga organisasi itu menyiapkan pertandingan futsal, bulu tangkis,sepak takraw, temnis meja, bowling dan golf.

Selain itu juga akan diadakan Pameran Khasanah Melayu, Festival Gasing Nusantara dan eksibisi negara-negara anggota DMDI bekerja sama dengan Pemerintah Kota Batam dan Pemerintah Provinsi Kepri.

Pameran Khazanah Melayu merupakan media promosi berbagai potensi budaya dan pariwisata dari daerah dan negara Melayu dalam bentuk pameran benda kuno bersejarah, manuskrip kuno, produk tenunan, kerajinan dan suvenir, makanan, busana melayu dan destinasi wisata.

Pentas Seni Melayu Serumpun juga akan menampilkan beragam atraksi kesenian melayu dari daerah maupun negara peserta yang bersifat atraktif, menarik dan menghibur.

Untuk memeriahkan seluruh rangkaian kegiatan, KSM akan ditutup dengan Permainan Rakyat yaitu festival jong dan Gebyar Budaya Nusantara dalam bentuk parade atau pawai budaya dengan menggunakan atau berkolaborasi dengan jong (miniatur sampan layar) sebagai tema sekaligus properti.

Ketua Panitia Kenduri Seni Melayu 2010, Buralimar menyampaikan, kedua acara tersebut akan dipusatkan di gedung Sumatra Convention Centre, Batam Kota, 25-30 Oktober 2010.

Dewasa ini di kalangan panitia muncul wacana untuk juga menyelenggarakan Seminar Internasional Bahasa Melayu oleh Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra 2010. (ant )

Sumber: http://beritasore.com
Sumber Foto: http://asrul.blogdetik.com


Dibaca : 2.661 kali.

Tuliskan komentar Anda !