Minggu, 16 Agustus 2026 |Isnain, 2 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 1.311
Hari ini
:
23.405
Kemarin
:
43.662
Minggu kemarin
:
179.363
Bulan kemarin
:
11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
30 oktober 2010 02:13
Sulbar Ikut Temu Sastra
Mamuju, Sulbar - Predikat provinsi termuda tidak berarti mematikan kreativitas kebudayaan dan kompetensi sastrawan lokal Sulbar. Buktinya kini beberapa sastrawan Sulbar mengambil bagian dalam temu sastrawan Indonesia (TSI) III dari 28 Oktober sampai 1 November di pelataran Anjungan Cahaya Tepi Laut Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).
"Kehadiran kita tak lain untuk merebut semangat para sastrawan. Kebudayaan Sulbar sudah ada lewat sastra lisan, namun masih lemah di sastra tulis. Ini yang terus kami kampanyekan," tutur penulis cerpen dan esais Sulbar, Adi Arwan Alimin via ponsel dari Tanjungpinang, Jumat 29 Oktober.
Selain itu, beberapa budayawan juga mewakili Sulbar, di antaranya Muhammad Syariat Tajuddin, Suparman Sopu, dan Sri Musdikawati. Dia menyebutkan tugas berat budayawan saat ini lebih karena tradisi menulis yang tidak mendapat perhatian di sekolah formal.
"Padahal kemampuan menulis itu amat penting. Ini salah satu yang akan kita kembangkan di Sulbar," janji Syariat Tajuddin yang juga penyair dan Direktur LPPM Unasman Sulbar.
Gelaran itu dibuka Gubernur Kepri, Haji Muhammad Sani dengan dihadiri sastrawan besar Indonesia, seperti Putu Wijaya, Agus S Sarjono, Jhoni Aryadinata, Afrizal Malna, Saut Situmorang, novelis Akmal Nazeri Basral, dan Tan Yoi yang kesemuanya sudah berada di Tanjungpinang Kepri. (nur)