Selasa, 21 April 2026 |Arbia', 4 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 1.476
Hari ini
:
22.447
Kemarin
:
49.931
Minggu kemarin
:
249.242
Bulan kemarin
:
101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
19 november 2010 03:43
Kurban Pertama dan Terakhir di Desa Melayu Singapura
Singapura- Untuk pertama kalinya perayaan Idul Adha dilakukan di Desa Melayu, Geylang
Serai, Singapura. Namun, sayangnya perayaan Idul Adha ini juga akan menjadi perayaan yang terakhir di desa tersebut. Kenapa?
Dilansir Straits Times, Rabu (17/11/2010) tahun depan desa tersebut kemungkinan sudah tidak ada. Upaya banding yang diajukan oleh penyewa lahan dan manajemen ditolak oleh otoritas pengelolaan kota setempat.
Perayaan Idul Adha ini diselenggarakan oleh Inter-Racial and Religious Confidence Circle Kampong Ubi Kembangan dan Geylang Serai. Perayaan ini adalah sesuatu yang istimewa bagi 150 warga setempat.
Fatimah Lateef, seorang anggota parlemen untuk Marine Parade GRC, mengatakan, tahun ini adalah waktu terakhir beroperasinya perayaan kurban di lokasi tersebut.
"Ada rasa nostalgia untuk memiliki perayaan idul Adha dilakukan di sini. Tetapi ada juga banyak perubahan positif yang kami harapkan ke depan," katanya.
Fatimah menambahkan dirinya telah dua kali mengajukan banding atas nama manajemen Desa Melayu agar sewa rumah mereka diperpanjang. Pengembangan 2,2 hektar tanah ini dijadwalkan akan dibongkar ketika batas sewa berakhir pada September mendatang. Tempat ini nantinya akan dijadikan pusat komersial pinggir kota seperti mal, jalan raya dan usaha komersial lainnya.
Desa Melayu merupakan sebuah museum hidup tentang kehidupan masyarakat Melayu di Singapura. Di dalamnya selalu digelar perayaan muslim melayu sebelum Singapura bertransformasi menjadi negara bisnis pada tahun 1960-an. Selain menggelar berbagai tradisi melayu, di lokasi tersebut juga banyak toko yang menjual cinderamata bagi turis. (mpr/mad)