Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
18 januari 2011 01:09
Malam Pagelaran Budaya Indonesia Malaysia
Pekanbaru, Riau - Bersampena dengan promosi wisata homestay Malaysia, Kementrian Pelancongan Malaysia menggelar kegiatan Malam Pagelaran Budaya antara Indonesia-Malaysia. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi serta memadukan budaya melayu Indonesia-Malaysia.
Pada malam pagelaran budaya ini, dari Riau menampilkan penari dari pusat latihan tari (PLT) Laksmana asuhan Iwan Irawan. Mereka menampilkan 2 tarian. Yaitu tari Gasing Bersayap (perpaduan antara tari Zapin dengan permainan gasing) dan tarian Kompang Gelek.
Sementara, dari Malaysia menampilkan penari dari Sanggar Anak Kayan dari Sungai Lembing. Para penari yang langsung diboyong dari Kuala Lumpur Malaysia ini menampilkan 2 tarian juga. Yaitu tari Silat dan tari Gendang Berirama serta menampikan lagu Lenggang Si Anak Kayan dengan musisi yang didominasi oleh anak-anak.
Penampilan paling gebyar saat diusung kolaborasi dari Anak Kayan dan PLT Laksmana. Keduanya menampilkan kolaborasi tarian dan lagu yang cukup menghentak. Sehingga, beberapa tamu undangan ikut serta menari bersama.
Kabid Nilai Budaya, Bahasa dan Seni Disbudpar, Yoserizal Zen kepada Riauterkini Senin malam (18/1/11) mengatakan bahwa terkait dengan pagelaran budaya ini, antara Malaysia dan Indonesia sudah sejak dulu serumpun. Dengan pagelaran budaya ini, ke depan negara-negara serumpun lebih dapat memperkaya keragaman budaya di Riau.
"Pagelaran budaya ke depan bisa saja dilaksanakan bukan hanya berupa tarian saja, tetapi juga bisa dilaksanakan pagelaran Gendang Nusantara, Festival Zapin dan lainnya. Pasalnya, tahun 2010 lalu kita sudah mulai melakukan sosialisasi zapin ke Malaysia," terangnya.
Namun, tambahnya, ada hal yang lebih penting. Yaitu dengan berbagai kegiatan ini, kita bisa menarik investor dari Malaysia ke Indonesia selain juga dapat mempererat tali silaturahmi antara Indonesia, Riau khususnya dengan Malaysia.
Konsul Malaysia untuk Riau, Zamani Ismail mengatakan bahwa malam pagelaran ini merupakan persembahan budaya antara Malaysia dan Indonesia. Pada pagelaran budaya ini sendiri merupakan penggabungan dari kebudayaan Malaysia dan Indonesia.
"Kegiatan ini dapat dikembangkan lagi di depan. Karena memang kebudayaan Malaysia dan Indonesia serumpun dan banyak sekali persamaan. Kita berharap ke depan memang harus dikembangkan lagi," terangnya.