Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
05 februari 2011 06:15
Ritual Pembersihan Pusaka Kerajaan Mempawah
Mempawah, MelayuOnline.com – Bertempat di Istana Amantubillah pada (31/1) dihelat ritual pembersihan pusaka Kerjaan Mempawah. Suasana sakral langsung terasa ketika ritual ini digelar. Ritual pembersihan pusaka merupakan salah satu prosesi dari rangkaian acara Robo-robo.
Sebelum ritual dimulai, seorang bangsawan Kerajaan Amantubillah bernama Gusti Ulyanto, memimpin upacara dengan berdoa kepada para leluhur yang disusul dengan doa memohon keselamatan. Dalam kesempatan ini, Pangeran Ratu Mulawangsa hadir dengan diiringi oleh beberapa tamu undangan, seperti: bangsawan Kesultanan Kutai Kartanegara dan Pemangku Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, Mahyudin Al Mudra SH. MM.
Ritualpembersihan pusaka Kerajaan Mempawah bertujuan untuk membersihkan senjata pusaka dari karat yang bisa merusak senjata pusaka tersebut. Sedangkan bahan-bahan yang dipakai dalam ritual ini, antar lain: jeruk limau, jeruk purut, air mawar, bunga tujuh rupa, dan minyak wangi non alkohol.
Berbagai pusaka yang dibersihkan pada ritual kali ini antara lain: Keris Tanjung Lada, Meriam Sigonda, Meriam Raden Mas, dan Meriam Maryam. Selain itu juga dibersihkan beberapa tombak dan pedang. Sebelum membersihkan pusaka, para pelaku pembersihan pusaka terlebih dahulu harus berpuasa. Pembersihan pusaka biasanya dilakukan 2-3 orang. Orang-orang inilah yang bertugas untuk merawat benda-benda pusaka Kerajaan Mempawah yang telah berusia ratusan tahun.
Dalam ritual ini juga diiringi oleh musik Gamelan Senenan yang merupakan produk akulturasi budaya Jawa, Melayu, dan Bugis.