Close
 
Jumat, 17 April 2026   |   Sabtu, 29 Syawal 1447 H
Pengunjung Online : 3.094
Hari ini : 55.555
Kemarin : 36.578
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

02 maret 2011 06:03

Megalit Kolam Pemandian Ditemukan

Megalit Kolam Pemandian Ditemukan

Pagaralam, Sumsel - Warga Dusun Talangkubangan, Kelurahan Kancediwe, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatra Selatan, Senin, menemukan peninggalan megalit berbentuk kolam pemandian, yang diduga dari zaman prasejarah berumur ribuan tahun.

Megalit kolam pemandian ini posisinya berada di tengah perkebunan kopi milik Wali Kota Pagaralam, Djazuli Kuris, dengan lebar 1,5 meter dan panjang 2 meter, pada ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut (dpl).

Di sekitar temuan megalit lumpang batu itu banyak terdapat batu megalit, dan diperkirakan daerah itu merupakan wilayah yang sempat dihuni sekelompok manusia prasejarah.

Penemuan megalit ini secara tidak sengaja, karena saat itu warga sedang mencari ikan di sungai yang berada di atas lahan sekitar dua hektare di Dusun Talangkubangan, Kelurahan Kancediwe. "Kami selaku warga awam tidak mengetahui jika bebatuan yang ditemukan itu memiliki nilai sejarah," kata Ketua RW Dusun Talangkubangan, Manto.

Dia mengatakan, sebenarnya cukup banyak bebatuan yang ditemukan di lokasi tersebut, seperti lumpang batu, lesung batu, kursi batu, ranjang batu, dan tapak manusia purba. "Cukup banyak penemuan megalit di kawasan Talangkubangan, termasuk gua batu peninggalan Rie Tabing," ujarnya.

Ia menyatakan pula bahwa penemuan ini baru sebagian kecil dari sejumlah peninggalan sejarah yang terdapat di daerah Talangkubangan. "Selama ini kami kurang memperhatikan batu itu memiliki nilai sejarah cukup tinggi, apalagi posisinya berada di tengah perkebunan kopi milik Wali Kota," ujarnya.

Namun, jika dilihat dari lokasinya daerah itu memang pernah dihuni oleh manusia zaman dulu, karena terdapat pemandian dan tangga dari batu menuju ke tempat pemandian itu," katanya lagi.

Peneliti dari Balai Arkeologi Palembang, Kristantina Indriastuti, mengatakan batu pemandian dan lumpang batu memang merupakan benda bersejarah yang bisa dijadikan sebagai simbol dan peralatan bagi nenek moyang zaman dahulu, seperti sebagai alat mengolah makanan hasil dari pertanian.

"Tempat pemandian dan lumpang batu memang kebanyakan ditemukan di kawasan perkebunan di daerah Pagaralam dan Lahat. Kedua daerah itu merupakan kawasan yang pernah dihuni manusia prasejarah," ujarnya. (Ant/Kom)

Sumber Berita: http://oase.kompas.com


Dibaca : 2.423 kali.

Tuliskan komentar Anda !