Close
 
Jumat, 17 April 2026   |   Sabtu, 29 Syawal 1447 H
Pengunjung Online : 1.625
Hari ini : 92.147
Kemarin : 36.578
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

02 juli 2011 07:15

Mahasiswa Korea Belajar Budaya Melayu di BKPBM

Mahasiswa Korea Belajar Budaya Melayu di BKPBM
Kunjungan Mahasiswa Korea Ke BKPBM

Yogyakarta, MelayuOnline - Pembelajaran tentang budaya tidak akan pernah ada habisnya, terlebih bila membicarakan kebudayaan bangsa Indonesia sendiri. Keingintahuan akan budaya Indonesia yang termasuk ke dalam rumpun bangsa Melayu membuat 4 orang mahasiswa dari Busan University, Korea Selatan, mengunjungi Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) di Jalan Gambiran No 85 A, Yogyakarta, pada Sabtu (2/7). Sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang pengembangan dan pelestarian budaya Melayu, BKPBM berusaha menjawab keingintahuan dari para mahasiswa Korea itu.

Kedatangan para mahasiswa Korea yang ke BKPBM yang didampingi oleh Dr. Novi Kusuji Indrastuti, M. Hum dari Pusat Studi Korea Universitas Gadjah Mada (UGM) disambut oleh Yuhastina Naina, M.A., selaku Humas BKPBM. Untuk lebih mengenal seluk beluk tentang BKPBM, mereka diajak berkeliling melihat berbagai koleksi baik berupa pakaian adat, alat musik serta buku-buku Melayu.


Mahasiswa Korea melihat alat musik khas Melayu

Bagi para mahasiswa Korea itu, budaya Indonesia, dan Melayu khususnya, sangat menarik untuk dipelajari lebih dalam. Bahkan, di Busan University di mana mereka menempuh studi, ada program pembelajaran bahasa Indonesia. Keempat mahasiswa Korea ini masing-masing sudah memiliki nama Indonesia, yaitu, Gilang, Rani, Sinta, dan Sara. Mereka menyatakan senang berada di Indonesia karena dapat memperdalam dan menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh sebelumnya.

Gilang, salah seorang dari keempat mahasiswa Korea itu, mengaku sudah belajar bahasa Indonesia sekitar hampir setahun. “Sebelumnya sempat berhenti belajar karena mengikuti wajib militer,” katanya. Sementara itu, Novi Kusuji Indrastuti selaku Ketua Pusat Studi Korea UGM mengatakan bahwa bagi masyarakat Korea, belajar bahasa asing merupakan hal yang penting. “Belajar bahasa asing dapat menjadi pintu gerbang mereka ke kehidupan yang lebih baik,” ungkap Novi. Pendapat Novi didukung oleh Gilang yang bercita-cita bekerja di Indonesia karena sudah banyak perusahaan dari Korea yang berdiri di negeri ini.

(Indra Jati Prasetiyo/Brt/01/07-2011)


Dibaca : 2.138 kali.

Tuliskan komentar Anda !