Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
13 juli 2011 07:41
Banda Aceh Menuju Bandar Wisata Islami
Yogyakarta, MelayuOnline – Gempa dan tsunami yang pernah melanda Aceh pada akhir tahun 2006 ternyata membawa berkah tersembunyi bagi warganya. Perhatian dunia yang terlibat dalam recovery Aceh ternyata tidak pernah surut, terbukti dengan keikutsertaan sebagian mereka dalam Banda Aceh Festival 2011 yang telah berlangsung tanggal 8-12 Juli 2011. Didukung penuh oleh ratusan seniman dan budayawan, baik lokal maupun nasional, Banda Aceh Festival 2011 berlangsung sangat meriah dan meraup sukses besar. Perhelatan ini berisi sejumlah event utama, yaitu Banda Aceh Expo, Banda Aceh International Kite Festival, Aceh Food Festival, Lomba Putroe Bungong (putri bunga), Pameran Dekranasda se-Aceh, dan Geulayang Tunang (lomba layang-layang tradisional).
Setiap event menampilkan berbagai gelaran seni budaya, musik repertoar, pameran seni rupa dan kerajinan, fashion show, pertunjukan seni kontemporer, dan lain-lain. Bersamaan dengan festival ini, diadakan pula agenda tahunan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, yaitu “Kemilau Sumatera”, yang menawarkan pesona wisata dari 10 provinsi se-Sumatera.
Banda Aceh Festival 2011 digagas oleh Pemerintah Kota Banda Aceh dengan tema Feel the Harmony, Discover the Extraordinary ini ingin menunjukkan bahwa Banda Aceh telah layak untuk dikunjungi wisatawan dari berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak saja menyajikan berbagai kegiatan yang bersifat lokal dan nasional, tetapi juga kegiatan bertaraf internasional. Acara ini melibatkan peserta dari Provinsi NAD sendiri, juga dari 6 provinsi lain di Indonesia, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, dan Bali. Sedangkan peserta dari luar negeri yang turut menyemarakkan acara ini adalah Malaysia, Singapura, Jepang, Thailand, Australia, India, Italia, Prancis, Jerman, Belanda, dan Afrika Selatan.
Sejak festival ini dibuka oleh Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin, masyarakat Aceh dan para wisatawan dari luar Aceh benar-benar dimanjakan dengan berbagai atraksi seni budaya, lomba, dan hiburan. Berbagai kegiatan ini digelar di berbagai lokasi, di antaranya di lapangan Blang Padang, Museum Tsunami, Taman Sari, dan Taman Putroe Phang. Bahkan untuk lebih mendekatkan keramaian ini dengan masyarakat, panitia menyediakan panggung bergerak yang berkeliling dari satu tempat ke tempat lain dengan menampilkan sejumlah artis Aceh.
Festival yang akan dicanangkan sebagai agenda tahunan ini selain digelar untuk menyukseskan Visit Banda Aceh Year 2011 dan menyongsong Visit Aceh Year 2013, juga sangat terkait dengan peristiwa gempa dan tsunami Aceh yang dahsyat itu. “Banda Aceh Festival 2011 ini adalah ungkapan syukur rakyat Aceh kepada Allah, terimakasih kepada dunia internasional, dan mudah-mudahan bisa menjadi landasan bagi Banda Aceh menuju Bandar Wisata Islami,” kata Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin.