Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
22 juli 2011 08:21
Aceh Siap Gelar Festival Tarian Rakyat Internasional
Yogyakarta, MelayuOnline – Berbekal predikat juara dalam event festival tarian rakyat internasional di Turki tahun 2010 silam dan dinilai memiliki tarian unik yang mampu membuat decak kagum bangsa lain, Aceh dipercaya oleh International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF), organisasi bidang seni dan budaya di bawah UNESCO, untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan event yang sama tahun 2011 dengan tajuk “Aceh International Folklore Festival” (AIFF). Festival ini akan digelar pada 23-29 Juli 2011 di Banda Aceh, Sigli, dan Sabang dengan beberapa titik lokasi antara lain: Museum Tsunami, Ulee Lheu, Taman Putroe Phang, Rex Peunayoeng, Simpang Lima, dan Sinbun Sibreh. "Karena ini tarian rakyat, maka sudah seharusnya menjangkau rakyat sedekat mungkin. Panitia sudah siap 100% untuk event ini," kata manajer pertunjukan, Ayi Sarjev.
Festival ini akan melibatkan para seniman tari dari berbagai negara, seperti India, Malaysia, Korea, Kanada, Meksiko, Turki, Pakistan, Italia, Polandia, Estonia, Venezuela, Ekuador, Latvia, Lithuania, Senegal, Nigeria, Afrika Selatan, dan tuan rumah Indonesia. Di antara negara-negara itu, sebagaimana yang diungkapkan oleh sekretaris panitia pelaksana AIFF, M. Adli Abdullah, ada negara yang belum menyatakan kepastian kedatangannya dan akan ditunggu sampai hari Jumat ini (22/07).
Sebelum acara pembukaan pada 23 Juli 2011 yang rencananya akan dibuka langsung oleh Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Irwandi Yusuf, lebih dulu akan digelar karnaval keliling Kota Banda Aceh yang diikuti oleh semua peserta sebagai salam perkenalan kepada masyarakat Aceh. Sementara dalam festival nanti, Aceh, sebagai daerah pertama di Indonesia yang menjadi tuan rumah acara tahunan ini, akan menampilkan berbagai kesenian lokal dan sejumlah tari tradisional untuk melengkapi kemeriahan ini, seperti seni Rapa’i Pasee dari Aceh Utara yang dikenal dengan tabuhan genderangnya yang suaranya mampu menjangkau hingga radius 3 km, telah siap tampil menghibur tamu dan masyarakat.
Bagi Aceh, menjadi tuan rumah AIFF merupakan keuntungan tersendiri, karena di saat yang sama Aceh tengah gencar-gencarnya mempromosikan pariwisata. Festival ini dapat menjadi jembatan penting untuk mengenalkan keindahan alam dan kekayaan budaya yang dimiliki Aceh dan menginformasikan ke seluruh pelosok dunia bahwa Aceh merupakan daerah aman dan nyaman untuk disinggahi. Aceh tidak hanya memiliki Tari Saman yang telah mendunia, tetapi lebih banyak lagi. "Ajang ini sangat mendukung program Pemerintah Kota Banda Aceh yang mencanangkan tahun kunjungan wisata 2011 dan program Visit Year 2013," kata Adli. (Agus Najib/Brt/11/07-2011)