Minggu, 19 April 2026 |Isnain, 2 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini
:
1.700
Kemarin
:
26.672
Minggu kemarin
:
249.242
Bulan kemarin
:
101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
17 sepember 2011 07:36
Pekan Budaya Sumbar 2011, Teguhkan Diri Hadapi Perubahan
Melayuonline – Sejak tanggal 12 September 2011 telah berlangsung sebuah perhelatan akbar yang menampilkan berbagai kreasi tradisi seni dan budaya se Sumatra Barat bertajuk Pekan Budaya Sumatra Barat 2011 dengan tema “Menggali tradisi, mengangkat potensi dalam pelestarian nilai budaya daerah”. Acara ini dipusatkan di komplek GOR Kubu Gadang Kelurahan Balai nan Tuo, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Sumatra Barat. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemprov dan pemda dengan mengatasnamakan Taman Budaya Sumatra Barat ini melibatkan 19 kabupaten/kota se Sumbar dengan berbagai mata acara utama dan pendukung. Perhelatan ini akan berakhir hari ini, Sabtu (17/09).
Pesta budaya tahunan yang sudah berlangsung sejak tahun 80-an ini, sejak awal penyelenggaraanya bertujuan untuk menghibur sekaligus sebagai sarana untuk mendorong kesadaran masyarakat terhadap budayanya sendiri agar memiliki kemauan untuk melestarikan dan mengembangkannya dengan penuh percaya diri. Belakangan, tujuan itu berkembang ke arah dunia pariwisata, yaitu untuk menarik wisatawan sebanyak-banyaknya, baik dari dalam maupun luar negeri, agar berkunjung ke Sumbar. “Tujuan besar dari event ini sebenarnya adalah untuk meneguhkan jatidiri budaya daerah dan mengantisipasi penjajahan budaya asing, agar generasi mendatang memiliki filter serta tidak bingung dan gamang menghadapi perubahan,” ujar Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim, saat pembukaan acara ini.
Kenduri budaya terbesar di Sumatra Barat ini diawali dengan pawai budaya yang diikuti oleh seluruh peserta dari 19 kabupaten/kota se Sumbar. Mereka diarak keliling kota Payakumbuh sebagai salam perkenalan sekaligus undangan kepada masyarakat supaya ikut menyemarakkan berbagai helatan budaya ini. Pawai ini dirangkai dengan karnaval bendi hias yang memuat para pejabat se Sumbar yang datang untuk memeriahkan acara pembukaan dan sejumlah panitia tingkat I dan II yang menangani acara. Setelah pawai dan pembukaan secara resmi, pergelaran seni dimulai, yang meliputi seni tradisi spesifik daerah dan pentas seni nusantara.
Pekan Budaya Sumbar kali ini dibagi dalam dua kategori kegiatan, yaitu kegiatan utama dan kegiatan pendukung. Beragam festival budaya dan lomba seni masuk dalam kategori utama yang meliputi festival Randai (teater khas Minang), Saluang jo Dendang, dan Tari Kreasi baru. Sedangkan aneka lomba yang digelar meliputi lomba penyanyi pop Minang, lomba lagu Gamad, lomba Qasidah Rebana, dan lomba baju kurung Basiba (busana wanita khas Minang). Adapun kegiatan pendukung dalam pekan budaya ini adalah berbagai lomba yang melibatkan para pelajar dan pameran. Perlombaan yang digelar meliputi lomba cerdas cermat budaya tingkat SLTA, baca puisi tingkat SLTP, melukis/menggambar tingkat SD, dan lomba mewarnai gambar untuk tingkat taman kanak-kanak (TK). Sedangkang pameran meliputi pameran produk unggulan, pameran sejarah & BCB, dan pameran seni rupa.
Sebagai panitia pelaksana pekan budaya ini, pemerintah Kota payakumbuh menyimpan harapan besar dari perhelatan akbar yang berlangsung dengan relatif baik ini, karena Payakumbuh merupakan salah satu dari sejumlah kabupaten/kota yang ada di Sumatra Barat yang kurang dikenal oleh masyarakat Indonesia, apalagi masyarakat mancanegara. “Tujuan pelaksanaan pekan budaya ini digilir secara bergantian tiap tahun adalah untuk mengenalkan potensi tiap daerah di Sumatra Barat kepada khalayak luar. Mudah-mudahan selepas kegiatan ini ada manfaat signifikan yang dirasakan masyarakat Payakumbuh,” harap H. Josrizal Zain, Wali Kota Payakumbuh. (Agus Najib/Brt/02/17-2011)