Close
 
Kamis, 7 Mei 2026   |   Jum'ah, 20 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 1.531
Hari ini : 21.540
Kemarin : 40.787
Minggu kemarin : 192.091
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

19 desember 2011 09:09

Duta UNESCO Tanam Pohon di Borobudur

Duta UNESCO Tanam Pohon di Borobudur

Magelang, Jateng - Duta Kemanusiaan United Nations Education, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) untuk Dialog Antarbudaya, Herbie Hancock menanam pohon tanjung di halaman Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu.

Penanaman pohon yang dilakukan bersama Direktur UNESCO Kantor Jakarta, Hubert Gijzen tersebut menandai selesainya pembersihan dan pembenahan Candi Borobudur tahap pertama pascaerupsi Gunung Merapi 2010.

Herbie Hancock merupakan musisi jazz papan atas dan peraih Grammy Award yang ditunjuk sebagai Duta UNESCO untuk keragaman budaya pada sebuah upacara di Kantor Pusat UNESCO di Paris pada 22 Juli 2011.

Hancock mengatakan, kedatangannya di Candi Borobudur menambah kuat spiritualnya setelah belajar agama Buddha empat tahun lalu di Jepang.

"Setelah melihat langsung Candi Borobudur, dalam perencanaan kami untuk membuat lagu tentang Candi Borobudur," katanya.

Ia mengatakan, sering bertemu dengan musisi terkenal di dunia. Kesempatan ini akan dimanfaatkan untuk mempromosikan candi peninggalan dinasti Syailendra tersebut.

"Candi Borobudur harus dilindungi dari pemenasan global, apalagi habis terkena dampak erupsi Gunung Merapi," katanya.

Hubert Gijzen mengatakan, Candi Borobudur ibarat berlian yang bersusun maka harus dilestarikan dan dilindungi keberadaannya.

Ia mengatakan, perbaikan saat ini dilakukan secara maksimal pascaerupsi Gunung Merapi.

Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, Marsis Sutopo mengatakan, setelah satu tahun dampak abu vulkanik Merapi terhadap batuan Candi Borobudur belum kelihatan.

"Namun, kami belum mengetahui dampak menengah maupun panjang akibat timbunan pasir Merapi setahun lalu, maka akan kami pantau terus paling tidak dalam tiga tahun pascaerupsi Merapi 2010," katanya.

Sumber: http://www.antaranews.com


Dibaca : 4.964 kali.

Tuliskan komentar Anda !