Close
 
Sabtu, 22 Agustus 2026   |   Ahad, 8 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 1.351
Hari ini : 18.719
Kemarin : 24.647
Minggu kemarin : 178.006
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

19 januari 2012 02:02

Lestarikan Tradisi, Ratusan Siswa Dilatih Membatik

Lestarikan Tradisi, Ratusan Siswa Dilatih Membatik
Ilustrasi

Semarang, Jateng - Ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Semesta Semarang, Rabu, dilatih membatik sebagai upaya turut melestarikan kebudayaan tradisional Indonesia.

Pelatihan membatik itu diawali dengan workshop "Pembuatan Batik Tulis SMP-SMA" yang mengenalkan sejarah hingga langkah membatik, setelah itu dilanjutkan praktik siswa didampingi langsung oleh perajin batik.

Siswa yang dibagi dalam beberapa kelompok saat praktik itu terlihat antusias mengikuti instruksi para pengrajin yang berasal dari Kampung Batik Wiradesa Pekalongan. Setiap perajin mendampingi satu kelompok siswa.

Menurut Pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP-SMA Semesta Semarang Ahmad Bernadi menjelaskan, kegiatan membatik itu dimaksudkan sebagai langkah mengenalkan kebudayaan tradisional kepada siswa.

"Selama ini, siswa mungkin hanya mengerti batik sebatas baju. Padahal, batik lebih dari sekadar itu, ada proses panjang dalam membuatnya yang belum banyak diketahui," kata guru pengampu pelajaran ekonomi tersebut.

Ia menjelaskan, sebagai warisan budaya leluhur batik harus dilestarikan, salah satunya dengan mengenalkan kepada para generasi muda makna dan nilai penting batik melalui proses, tak sekadar berupa baju batik.

Dengan mengetahui prosesnya, kata dia, diharapkan siswa menjadi lebih menghargai dan turut melestarikan warisan budaya leluhur yang juga diakui oleh badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai warisan budaya dunia.

"Peserta kegiatan ini para siswa kelas VIII SMP dan IX SMA yang berjumlah sekitar 100 orang. Kegiatan membatik ini juga untuk menyiapkan siswa mengikuti Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia pada Maret mendatang," kata Bernadi.

Kegiatan membatik itu diprakarsai PT Bank Negara Indonesia (BNI) dengan mengundang perajin dari Kampung Batik Wiradesa Pekalongan, sebagai desa binaannya dan mendatangkan sebanyak lima perajin batik.

Sementara itu, Kepala Bagian Sentra Kredit BNI Pekalongan Kunto Edi Nugroho menjelaskan, pihaknya memang memiliki desa binaan di Kampung Batik Wiradesa Pekalongan dan digandeng untuk mempromosikan batik.

"Kalau di Pekalongan sudah banyak yang tahu batik, kami ingin bidik ke luar kota. Kebetulan, kali ini kami gandeng SMP-SMA Semesta Semarang, ke depannya kami harap lebih banyak sekolah yang tertarik," katanya.

Sumber: http://oase.kompas.com


Dibaca : 1.246 kali.

Tuliskan komentar Anda !