Close
 
Kamis, 11 Juni 2026   |   Jum'ah, 25 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 123
Hari ini : 13.823
Kemarin : 58.870
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

13 sepember 2007 04:58

Tradisi Belimau Kasai Tabek Gadang

Warga Disiram dengan Air Pemadam Kebakaran
Tradisi Belimau Kasai Tabek Gadang

Kampar- Tradisi Belimau Kasai secara massal biasanya identik dengan sungai. Di Sungai Kampar misalnya tradisi ini sudah mengakar. Namun ada juga yang mentradisikan acara ini dengan lebih kreatif yakni menggunakan mobil Dinas Pemadam Kebakaran.

DI tengah terik matahari usai Salat Zuhur, lapangan bola kaki Jalan Cipta Karya Panam terlihat ramai didatangi warga. Ada yang memakai pakaian adat dengan menjunjung aneka makanan. Ada warga biasa yang memang ingin ikut Belimau Kasai yang dijadwalkan siang itu.

Sejak mulai dari jalan masuk sudah terlihat aneka umbul-umbul di sepanjang jalan hingga menggitari lapangan bola itu. Di tengah lapangan terlihat empat buah tenda dengan satu panggung utama tempat pusat acara.

Acara arakan sudah dimulai sejak pukul 10.00 WIB. Mulai dari Pasar Baru menuju Kantor Camat Tampan dan kemudian dilanjutkan ke Lapangan bola Jalan Cipta Karya Panam. Setelah Salat Zuhur dan makan siang bersama, acara pun dilanjutkan. Belimau Kasai pertama dilakukan oleh Datuk lima suku yakni dari suku Melayu, Piliang, Jambak, Domo, Potopang.

Kelima datuk tersebut secara simbolis mengusap kepala ninik mamak suku yang ada. Kemudian setelah itu orang tua-tua setempat ikut melimaui para ninik mamak. Setelah itu usai barulah datuk lima suku secara simbolis melimaui anak kemenakan yang tak lain adalah seluruh warga yang hadir.

Setelah acara simbolis itu usai lalu mulailah acara puncak yakni belimau basamo yang dilakukan dengan mobil Dinas Pemadam Kebakaran. Ratusan warga disiram air dan semua bergembira serta bersorak sorai. Menurut tokoh masyarakat setempat Rusli Manar dan Muslim, tradisi itu digagas sejak 1980 oleh Molek Datuk Monti.

Sumber : Riau Pos
Kredit foto : www.surabaya.go.id


Dibaca : 1.871 kali.

Tuliskan komentar Anda !