Close
 
Sabtu, 22 Agustus 2026   |   Ahad, 8 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 446
Hari ini : 19.645
Kemarin : 24.647
Minggu kemarin : 178.006
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

27 februari 2012 02:04

Tanjungpinang Ingin Populerkan Kembali Mak Yong

Tanjungpinang Ingin Populerkan Kembali Mak Yong

Jakarta - Wali Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Suryatati A Manan, mengatakan Kota Tanjungpinang, bekerja sama dengan Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) ingin kembali mengangkat kesenian tradisional Mak Yong yang hampir punah.

"Hal itu adalah salah satu fokus dalam Seminar Internasional VIII dan Festival Tradisi Lisan yang digelar di Tanjungpinang pada 24-26 Mei," kata kata Suryatati dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat.

Seminar internasional, menurut dia, diadakan dalam rangkaian program Revitalisasi Budaya Melayu (RMB) ke-3. Mak Yong adalah seni teater tradisional masyarakat Melayu. Dulu, pertunjukan Mak Yong diadakan di pematang sawah seusai panen padi.

Budayawan asal Riau, Al Azhar, mengatakan bahwa selain menjadi tradisi lisan di Kepulauan Riau, rupanya dramatari Mak Yong juga dikenal di Malaysia. "Mak yong juga dipentaskan di beberapa negara bagian seperti Terengganu, Pattani, Kelantan, dan Kedah," kata Al Azhar.

Menurut Al Azhar, kebudayaan Mak Yong di Mantang, Kepulauan Riau adalah yang paling terancam punah dibanding yang ada di Malaysia. "Kalau di Kelantan, sejak abad 19 Mak Yong telah dilestarikan oleh pihak istana, dan budaya itu tumbuh subur di sana," kata dia.

Al Azhar mengatakan, seni Mak Yong di Kepulauan Riau sudah hampir punah, banyak praktisi Mak Yong yang telah wafat sebelum sempat mewariskan pengetahuannya. "Berbeda dengan budaya pantun yang masih bisa bertahan hingga sekarang, budaya Mak Yong tidak melekat pada tradisi lain seperti upacara siklus kehidupan, oleh karena itu perlu dilakukan tindakan khusus untuk melestarikannya," kata dia.

Terakhir, terkait dengan semakin terancamnya budaya Melayu di negeri ini, Wali Kota mengingatkan para generasi muda untuk terus mencintai dan mempelajari budaya bangsa. "Selain bergelut dengan budaya asing yang merasuk dengan cepat, kita harap para pemuda juga mempelajari dan menghayati serta mengamalkan budaya tradisi yang masih sesuai dengan perkembangan zaman sehingga bisa menjadi benteng moral mereka dalam menghadapi arus budaya global," kata dia.

Sumber: http://oase.kompas.com
Foto: http://kepritourism.com


Dibaca : 1.689 kali.

Tuliskan komentar Anda !