Senin, 24 Agustus 2026 |Tsulasa', 10 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini
:
1.473
Kemarin
:
23.903
Minggu kemarin
:
178.006
Bulan kemarin
:
11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
10 maret 2012 02:46
Bahasa Indonesia dan Melayu Layak Jadi Bahasa Internasional
Depok, Jabar - Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu sudah selayaknya menjadi bahasa resmi internasional. ''Dengan jumlah penduduk yang menggunakan bahasa tersebut sebesar 300 juta jiwa maka sudah selayaknya kedua bahasa tersebut menjadi bahasa internasional,'' ujar Menteri Informasi, Komunikasi, dan Kebudayaan Malaysia, Dato' Seri Utama Dr Rais Yatim di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.
Dengan sekitar 300 juta penutur, ujarnya, bahasa Indonesia dan bahasa Melayu seharusnya memperoleh pengakuan dunia dalam usaha-usaha diplomasi, komersial, dan kebudayaan.
Selain itu, katanya, terdapat banyak kesamaan kosa kata dalam Bahasa Indonesia maupun Melayu, sehingga memudahkan dua bangsa ini saling berkomunikasi.
Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu, katanya, sama dengan antara Bahasa Inggris Britain dan Bahasa Inggris Amerika Serikat, hanya dialek dalam penyampaiannya yang berbeda. "Pada tahun tujuh puluhan telah dilakukan kerja sama pengkajian dua bahasa tersebut dalam aspek peristilahan, tema-tema antarbangsa, sains, dan kemasyarakatan," ujarnya.
Untuk itu, katanya, kerja sama ini harus dilanjutkan ke peringkat yang lebih universal dan abadi supaya keseragaman istilah dan pemakaiannya akan meneruskan satu pembahasan di kalangan rakyat.
"Meskipun Bahasa Inggris sudah digunakan sebagian besar penduduk dunia, kita harus tetap menjaga keutuhan pembahasaan kita," ujarnya.
Ia mengingatkan dua bahasa ini tidak hanya digunakan oleh Bangsa Indonesia dan Malaysia saja, tetapi juga Brunei, Singapura, Thailand Selatan, Kompong Sing Melayu di Kamboja, kelompok-kelompok Melayu di Afrika Selatan, dan lainnya. Usaha penggunaan kedua bahasa harus terus digalakkan dan jangan mudah ditenggelamkan istilah asing.